Showing posts with label Kelas Menulis. Show all posts
Showing posts with label Kelas Menulis. Show all posts

Sunday, 7 February 2021

"Rahasia Mengajar Menyenangkan Era PJJ" bersama Munif Chatib, M. Pd

 

"Rahasia Mengajar Menyenangkan Era PJJ" bersama Munif Chatib, M. Pd

AISEInspirAction hadir kembali pada hari Minggu, 7 Februari 2021. Acara yang dipandu oleh Ibu Dita Ariadita, yang bertindak sebagai moderator ini menghadirkan seorang pakar pendidikan yang sudah sangat dikenal luas, yaitu Bapak Munif Chatib, M. Pd. Pembicaraan pada sore ini akan membahas tentang  rahasia mengajar menyenangkan di era pembelajaran jarak jauh. Seperti biasa, sebelum mulai ke acara inti, moderator memperkenalkan profil AISEI terlebih dahulu berikut visi dan misinya.

Pemaparan Bapak Munif Chatib dimulai dengan penjelasan data yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa tidak bahagia saat masa pembelajaran jarak jauh. Penjelasan dikaitkan dengan kondisi sekarang yaitu masa revolusi industri 4.0. Pada dasarnya pembelajaran e-learning sudah lebih dahulu hadir di luar negeri. Di Indonesia sendiri, pembelajaran e-learning hanya bisa dikatakan berjalan sebanyak 40%. Ada beberapa masalah yang muncul pada saat kegiatan e-learning ini, diantaranya adalah siswa tidak bisa berkomunikasi langsung layaknya tatap muka biasa. 

Agar pembelajaran ini jadi lebih menyenangkan hal yang perlu kita perhatikan pertama kali,  yaitu respon dari otak. Otak terbagi 3, yaitu: reptilian, limbik, dan neocortex. Otak reptil yang diibaratkan sebagai penjaga yang akan aktif saat muncul rasa takut, stres, kurang tidur, ataupun lelah. Oleh karena itu, otak reptil adalah bagian pertama yang merespon rasa senang. Setelah itu akan diteruskan kebagian yang berkaitan dengan emosi dan perilaku, yaitu limbik. Dari limbik, barulah akan disampaikan ke neocortex untuk diserap.

Dengan demikian, otak reptil adalah bagian yang harus dipuaskan terlebih dahulu. Ada 4 rahasia tindakan yang bisa kita lakukan untuk memuaskan otak reptil tersebut sehingga pembelajaran jarak jauh jadi lebih menyenangkan. Agar lebih jelas, mari kita pelajari rahasia tersebut satu per satu!

Pembelajaran harus menyenangkan,

Buatlah tampilan pembelajaran yang penuh warna dan gambar, serta jangan lupa berikan ice breaking. Pilihlah bentuk ice breaking yang sesuai dengan kondisi pembelajaran dan menyenangkan untuk memunculkan alpha zone.

Apersepsi

Apersepsi terbagi dua. Ada yang berkaitan dengan materi pembelajaran dan ada yang berkaitan dengan motivasi. Apersepsi scene setting adalah memberikan pengalaman sebelum masuk ke sebuah materi yang memicu rasa penasaran pada siswa. Untuk pembelajaran jarak jauh, scene setting dapat diberikan melalui video: kejujuran, pengajaran, dan motivasi.

Student centre learning

Melibatkan siswa dan sedapat mungkin siswa membuat sesuatu serta diberi feedback. Beberapa contoh strategi yang bisa digunakan untuk belajar adalah sebagai berikut: 

Parody

Parody bertujuan untuk mengingat. Parody bisa digunakan untuk berbagai tahap usia pembelajar, mulai dari TK hingga perguruan tinggi.

Mind mapping

Tujuan mind mapping adalah untuk mengingat. Siswa diminta untuk menggambar. 

Vlog presentation

Vlog presentasi bertujuan untuk memahami. Siswa diminta untuk melakukan presentasi dan direkam dalam bentuk video. 

Feedback

Kita bisa mengganti tugas kognitif dengan feedback. Siswa diminta untuk menyebutkan apa yang sudah dipahami dan apa yang belum dipahami, lalu menjelaskan manfaatnya untuk kehidupan sehari-hari.

Documentation

Rekamlah aktivitas belajar dan karya siswa, lalu publikasikan di social media sekolah, dan ajak teman serta rekan guru untuk memberikan apresiasi.

Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan tanya jawab dengan peserta webinar, dan ditutup dengan sharing dari para peserta tentang tips untuk melakukan kegiatan pembelajaran jarak jauh. Video kegiatan ini dapat kita saksikan bersama pada channel Youtube AISEI.

Sunday, 31 January 2021

"Mindfulness" oleh Anastacia Ang

 

Mindfulness_Anastacia Ang

Kali ini, Lazuardi Global Compassionate School menghadirkan Ibu Anastacia Ang sebagai narasumber dalam kegiatan training yang bertemakan "Mindfulness". Kegiatan training ini dilakukan pada hari Senin, 21 Desember 2020 sebagai salah satu rangkaian acara rapat kerja  untuk persiapan semester 2 tahun pelajaran 2020-2021.

Mindfulness adalah kebutuhan dasar manusia untuk secara utuh menghadirkan kesadaran terhadap keberadaan dan kesadaran diri tanpa memberikan reaksi yang berlebihan dalam melihat sesuatu yang ada di sekitar kita. Infomasi tentang materi mindfulness ini juga bisa kita temukan pada website Mindful.

Berikut ini adalah beberapa rangkuman catatan dari materi training yang disampaikan pada saat itu:

  • STOP take a breath observe proceed
  • Kegiatan STOP ini bisa dilakukan pada pergantian sesi kegiatan atau awal akan melaksanakan kegiatan.
  • Mindfulness bisa dipadukan dengan science.
  • Inti mindfulness adalah kita merasakan sesuatu secara utuh.
  • Mindfulness bukan masa lalu dan bukan imajinasi masa depan.
  • Dengan mindfulness kita mengalami segala sesuatu yang ada di luar diri kita dengan panca indera. Yang ada dalam diri kita dengan kesadaran.
  • Mindfulness menerima sesuatu dengan kesadaran.
  • Yang bisa disadari adalah 5 senses.
  • Untuk ke dalam diri yang disadari adalah: pikiran, perasaan, dan sensasi badan
  • Biarkan pikiran hadir dan datang tapi tidak menempel atau mempengaruhi cara kita berpikir terhadap sesuatu (kualitas kehidupan).
  • Latihan mindfulness akan lebih peka memberikan alarm yang diberikan oleh tubuh.
  • Dalam mindfulness, pikiran tetap datang dan pergi, tapi tidak menempel. Hal ini butuh proses.
  • Mindfulness memberikan nilai manusiawi.
  • Mindfulness memberikan 9 sikap positif: non-judging, patience, beginner’s mind, acceptance, gratitude, striving, letting go letting be, generosity, trust.
  • Mindfulness tidak berarti mengosongkan pikiran.

Kesimpulan

Modal mindfulness adalah kesadaran. Ada 4 hal yang harus disadari: Nafas, pikiran, perasaan, badan

Saturday, 30 January 2021

Quality Time with Parents : Strong Parents, Strong Kids

 

Strong Parents, Strong Kids

Kegiatan quality time adalah kegiatan yang diadakan oleh Lazuardi Global Compassionate School dengan menghadirkan para pembicara yang ahli pada bidangnya masing-masing. Selain itu, juga dihadirkan penampilan bakat dari beberapa siswa. Kegiatan ini biasanya dikemas dalam bentuk talkshow. Materi yang dibawakan biasanya berkaitan dengan bidang parenting dan pendidikan. 

Untuk kali ini, acara quality time ini diadakan oleh Lazuardi Global Compassionate School pada hari Sabtu, 30 Januari 2021. Acara dibawakan oleh Ibu Sari Kusuma Dewi, kepala sekolah SD Lazuardi GCS sebagai moderator. Selanjutnya dibuka dengan pembacaan Tilawatil Quran oleh ananda Zaza dan Sasa, siswi SMP Lazuardi GCS. Adapun narasumber dalam kegiatan quality time kali ini adalah Ibu Vierra Adella, seorang psikolog yang sudah cukup lama mendampingi Lazuardi dan Ibu Vivi Alatas, seorang ekonomis, penulis buku, dan juga merupakan salah seorang wali murid Lazuardi GCS.

Berikut ini adalah paparan materi talkshow "Strong Parents dan Strong Kids"

Vivi Alatas

Sebagai orangtua, pertama kali yang Beliau lakukan adalah menempatkan dirinya sebagai pembelajar sepanjang hayat. Selanjutnya barulah menetapkan visi, misi, dan tujuan dalam mengasuh anak. Setiap anak memiliki hidupnya sendiri. Kenali apa yang ingin dicapai oleh anak dan orangtua. Satu tujuan utama yang perlu digaris bawahi adalah kecintaan terhadap Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, sesama manusia, ilmu pengetahuan, diri sendiri, kedua orangtua, amal ibadah, dan lingkungan. ke-8 hal ini tercantum dalam buku yang pernah ditulis oleh Ibu Vivi Alatas. ke-8 hal ini bisa dijadikan visi dan misi dalam membentuk pola pengasuhan dan pemilihan institusi pendidikan yang tepat bagi anak.

Cinta tidak mungkin terjadi begitu saja. Orangtua berperan sebagai coach untuk membimbing anak-anak dalam meraih cinta tersebut. Proses pembimbingan itu bisa dilakukan dengan interaksi dan bonding yang berkualitas dengan anak. Bisa melalui obrolan, dan aktivitas sehari-hari. Dengan demikian orangtua dan anak dapat saling berkomunikasi dan berdiskusi dalam menentukan dan menemukan kebaikan bersama bagi anak dan orangtua dan tidak ada yang saling memaksakan kehendak.

Hal yang paling membahagiakan dari perkembangan seorang anak adalah saat sang anak mampu menunjukkan empati terhadap sesama, berhubungan baik dengan sesama manusia, mengenali apa yang dia inginkan, dan mampu memahami bahwa orangtua dan anak memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Seorang anak yang mungkin belum memiliki habit yang baik, bisa jadi disebabkan karena ada alasan tersendiri yang berbeda dari setiap anak. Beberapa anak butuh alasan kenapa sebuah hal penting untuk dilakukan sebelum dia melakukan hal tersebut. Ada anak yang tidak mau melakukan karena takut berbuat kesalahan sehingga tidak berani mencoba, ada pula anak yang kurang inisiatif untuk memulai sesuatu, dan ada pula yang tidak ingin diatur karena memiliki keinginan sendiri. Semua penyebab ini perlu kita kenali dan dicarikan solusi yang tepat. Anak perlu kita dorong agar mereka memiliki kemampuan untuk istiqomah, executive skill, dan mandiri karena tidak selamanya orangtua, sebagai coach akan selalu mendampingi anak.

Pada kesimpulannnya, strong parents adalah sosok orangtua yang dengan usahanya bisa mendampingi anak untuk mengenali dirinya, membimbing anak, memberi kasih sayang, memberi arahan, menjelaskan batasan sesuai ajaran agama, dan hadir untuk diri seorang anak, tetapi bukan orang yang menentukan hidupnya.

Vierra Adelia

Visi biasa dibuat oleh pemilik, yaitu keluarga, khususnya orangtua. Apakah orangtua sudah merasa sebagai pemilik atau owner dalam keluarga? Kadangkala, orangtua justru "kalah" dari anak. Adakalanya pelaksanaan visi dan misi ini tidaklah semudah membalik telapak tangan. Perlukah sebuah visi di adjust atau langkahnya yang perlu di adjust

Setiap anak lahir sebagai blending karakter dari kedua orangtuanya. Anak juga ingin menjadi owner dalam rumahnya. Apakah orangtua siap untuk hal ini? Anak berkembang lengkap dengan emosi dan kecerdasan di dalamnya. Dalam masa perkembangan ini, kita mau tidak mau harus memasukkan unsur disiplin. Dalam visi dan misi harus ada tujuan. Apa tujuan orangtua dalam membesarkan anak-anaknya perlu juga diketahui oleh anak. Visi dan misi harus dijalankan dengan konstan, konsisten, dan relevan. Dr Benjamin Carson, seorang ahli bedah yang sudah sering melakukan pemisahan kepala pada kasus kembar siam, menyampaikan bahwa tidak ada pekerjaan yang lebih penting selain parenting. Jadi tidak ada kata terlambat untuk hal ini karena visi dan misi merupakan arah. Visi dan misi juga merupakan standar keberhasilan orangtua dalam mengasuh anaknya.

Membangun karakter anak adalah hal yang tidak mudah. Jika habit masih merupakan hal yang gampang untuk dibentuk, dengan cara konsisten selama kurang lebih satu tahun, maka tidak demikian dengan karakter. Membangun karakter butuh waktu minimal limabelas tahun. Allah menciptakan manusia dengan sebuah fleksibilitas. Semakin banyak yang dia lihat dan tantangan yang dia hadapi, maka karakter ini akan semakin berkembang. Tugas orangtualah memantau perkembangan ini agar tetap dalam track

Ada 3 karakter baik yang perlu dimiliki oleh seorang anak, yaitu: 

Relasi antar sesama yang lebih baik

Seorang anak perlu dilatih agar memiliki hubungan yang baik dengan sesama manusia.

Daya pikir

Apapun pekerjaannya, selama anak bisa bereksplorasi dengan daya pikirnya dengan baik, maka anak akan bisa berkarya. 

Siap dan mampu menghadapi tantangan

Selain itu, anak perlu siap dan mampu menghadapi tantangan mengingat bahwa kompetisi pada zaman ini sangat kuat, anak harus siap menang ataupun kalah dan menyusun langkah berikutnya dalam menghadapi hal tersebut.

Konsep yang bisa dirangkum adalah keluarga memiliki anggota dengan karakter yang berbeda-beda. Tiap keluarga pastinya punya visi dan misi masing-masing yang berbeda. Tuliskan lima konsep visi dan misi dengan mengajak serta anak-anak. Tulisan tersebut bisa dipajang di ruang keluarga, bahwa keluarga punya satu tujuan yang luhur yang ingin dicapai. Masing-masing anggota keluarga bisa membuat janji dan membiarkan anggota keluarga lain tahu. Jadikan hal itu lebih dari sekedar janji, yaitu ditunjukkan dalam perilaku nyata yang sinkron. 

Kehadiran orangtua secara langsung bagi anak usia pre school mungkin sudah cukup, namun bagi anak dengan usia yang lebih tinggi, kehadiran secara fisik saja tidaklah cukup, namun juga dibutuhkan keterlibatan emosional, kemampuan orangtua dalam membantu memecahkan masalah, dan memberi ruang untuk eksplorasi hingga semua tindakan tersebut bisa membentuk karakter yang baik. 

Ajak dan ajari anak untuk membangun kompetensinya karena anak sudah akan mulai membandingkan dirinya dengan teman-temannya. Dalam hal ini, orangtua tetap perlu mengawasi lingkungan pergaulannya. Ada masanya juga seorang anak mulai membutuhkan privacy. Anak yang tidak memiliki ruang privacy akan menimbulkan rasa insecure pada diri anak tersebut.

Usahakan orangtua tidak membuat persepsi anak seakan terasa ditekan. Caranya adalah dengan mengkomunikasikannya. Kemampuan untuk memahami komunikasi seperti ini baru akan muncul pada usia anak empat tahun. Di bawah usia tersebut, memang butuh kesabaran dari orangtua. 

Komunikasi memegang peranan sangat penting dalam hal ini. Komunikasi yang terhambat antara orangtua dan anak bisa disebabkan oleh sumbatan yang bermula dari perbedaan karakter. Pilihan orang yang akan dijadikan tempat komunikasi bisa muncul karena proses perkembangan anak saat memasuki usia sekolah. Mereka mulai memilih orang yang akan dijadikan tempat berkomunikasi yang sesuai. Untuk itu, orangtua harus tetap mengawasi dan mengenali siapa agents yang telah dipilih anak untuk dijadikan tempat komunikasi selain orangtua agar tetap tepat. Bila agents tersebut adalah guru-guru di sekolah, maka orangtua sangat perlu untuk menjalin kerjasama yang sinergis dengan para guru.

Kehadiran orangtua secara utuh sangat dibutuhkan. Utuh dalam arti bukan hanya secara fisik, tetapi juga dengan nasehat dan penyampaiannya. Itu semua adalah sebuah peta hidup. Orangtua akan sangat ditunggu oleh anak. Kehadirannya dalam mencapai tujuan hidup sangat berperan penting dalam arah hidup seorang anak.

Akhirnya acara quality time kali ini ditutup dengan pembacaan doa oleh Bapak Chairin Syahputra, guru agama SMP Lazuardi GCS agar semua usaha kita sebagai orangtua yang ingin mendampingi anak ke arah yang lebih baik di ridhoi, diberkahi, dipermudah, serta dilancarkan oleh Allah SWT. Semoga kegiatan dan resume ini bisa memberi manfaat dan wawasan bagi kita para orangtua agar tetap terus memperbaiki diri dalam mendidik anak sehingga anak bisa menjadi manusia yang sesungguhnya. Aamiin.

What are 21st Century Skills_Munif Chatib

 

Bapak Munif Chatib_What are 21st Century Skills

Pada tanggal 23 Januari 2021, School of Human yang diprakarsai oleh Bapak Munif Chatib mengadakan kegiatan open house. Dalam kegiatan ini dijabarkan tentang visi dan misi sekolah, kegiatan serta prestasi yang sudah dicapai oleh siswa dan tidak ketinggalan kegiatan webinar yang berjudul “What are 21st Century Skills?”, dimana Bapak Munif Chatib langsung sebagai narasumber. Berikut ini adalah beberapa rangkuman tentang materi webinar yang dipaparkan oleh Bapak Munif Chatib.

Praktik nyata pelaksanaan 21st century skills tidaklah sesederhana yang kita bayangkan. Berkaitan dengan adanya revolusi industry dan terbukanya internet pada abad 4.0, saat ini hampir semua kegiatan dilakukan dengan kekuatan internet. Ada beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh siswa dalam abad ini, yaitu: kerentanan, ketidakpastian, kerumitan, dan kebingungan.

Beberapa jenis pekerjaan ada yang hilang dan ada yang muncul sesuai dengan kemajuan zaman. Bahkan ada pula pekerjaan yang mulai digantikan oleh robot. Kita perlu mencari cara untuk mempersiapkan siswa agar mampu tetap eksis dalam dunia pekerjaan yang akan datang. Apabila anak diumpamakan sebagai seorang pendaki yang harus mendaki gunung hingga mencapai puncak dengan perbagai tantangannya, maka kaki yang diibaratkan dengan bakat dan minat perlu di kuatkan agar menjadi passion yang membuat seorang anak kuat untuk melangkah. Rambu yang diibaratkan mewakili agama dan akhlah dibutuhkan agar pendakian anak tidak salah arah. Alat bantu untuk melakukan pendakian ini diibaratkan dengan skill atau keterampilan. Pengetahuan berupa visi ke depan juga perlu diberikan agar tidak salah mengenali tujuan.

Institusi yang mengawal anak untuk melakukan pendakian adalah sekolah. Beberapa sekolah belum mampu mencapai hal ini karena disebabkan oleh kepadatan kurikulum. Institusi sekolah perlu memprioritaskan apa yang menjadi kebutuhan anak pada abad ini, salah satunya adalah 21st century skills, bakat dan minat, dan pengetahuan. Dengan demikian perlu ada kurikulum yang lebih tepat untuk digunakan pada abad ke-21 ini yang tujuannya adalah untuk menghadapi berbagai persoalan tersebut.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu ada dalam kurikulum sekolah pada abad ke-21:


Demikianlah uraian tentang materi webinar bersama Bapak Munif Chatib. Semoga informasi yang diberikan dapat lebih membuka mata kita sebagai pendidik dan para orangtua dalam memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak kita. 

Saturday, 9 January 2021

Topic: AISEI InspirACTION (Disiplin Positif with Andri Nurcahyani, S.Pd, M.S.)

 

AISEI InspirACTION  (Disiplin Positif with Andri Nurcahyani, S.Pd., M.S.)


Sabtu efektif bersama AISEI InspirACTION kali ini menampilkan Ibu Andri Nurchayani, S.Pd, M.S yang akan membahas tentang disiplin positif. Beliau adalah seorang Kepala Sekolah SMP dan SMA Sekolah Bogor Raya. Moderator acara ini adalah Ibu Dita Ariandita F. Acara dibuka dengan penjelasan tentang visi misi, para pendiri dan penggerak serta berbagai macam kegiatan AISEI.

Penjelasan dibuka dengan berbagi pendapat tentang rewards dan punishment. Lalu dilanjutkan dengan tontonan tentang penelitian terhadap dua orang anak yang sedang mengerjakan sebuah puzzle. Salah satu dari anak tersebut dijanjikan akan mendapat uang apabila berhasil menyelesaikan tantangan. Sedangkan yang satu lagi, hanya diberi penjelasan bahwa puzzle itu diberikan dalam rangka uji coba produk baru terhadap anak-anak. 

Hasilnya, rewards hanya akan memberikan kepatuhan yang bersifat sementara. Sedangkan untuk jangka panjang, rewards membuat motivasi dan ketertarikan anak menjadi lebih buruk disebabkan sesuatu dilakukan hanya karena ingin mendapat rewards, bukan karena kesadaran. Rewards juga membuat anak menjadi seperti dikontrol ataupun dimanipulasi, dan hal ini sangat tidak menyenangkan. Hal yang ideal adalah melakukannya bersama-sama. Rewards seharusnya datang secara alami, bukan dikecilkan atau direkayasa dengan adanya rewards buatan yang datang dari orang dewasa. Bagaimana kaitan antara rewards, punishment, dan disiplin?

Disiplin berasal dari bahasa latin yang artinya belajar. Dalam perkembangannya di Indonesia terjadi pergeseran makna hingga menggunakan disiplin sebagai sesuatu untuk menimbulkan kepatuhan. Disiplin menghantarkan seseorang terhadap tujuan karena menghargai nilai-nilai yang berlaku. Setiap tindakan manusia ada motivasi. Dalam disiplin positif, kita harus fokus terhadap motivasi mana yang akan dikembangkan. 

Motivasi terendah manusia adalah menghindari hukuman. Tentunya ini bukanlah tujuan disiplin positif. Disiplin positif tidak ditanamkan untuk menciptakan orang-orang yang takut dihukum. Takut terhadap hukuman masih merupakan motivasi eksternal. Motivasi lain adalah untuk mendapatkan imbalan dari orang lain. Hal ini juga masih merupakan sebuah bentuk manipulasi. Padahal disiplin positif harusnya datang dari diri sendiri karena sebuah kesadaran tentang penghargaan terhadap diri sendiri. Jadi hal yang ingin dicapai dari sebuah disiplin positif adalah mempercayai dan menghargai nilai-nilai positif yang akan dicapai oleh diri sendiri. Ibarat kata, dalam disiplin positif, tanpa hukuman, pujian, maupun hadiah, seseorang akan tetap melaksanakan suatu tindakan secara disiplin.

Untuk menerapkan disiplin perlu ada strategi tertentu. Strategi ini berkaitan dengan lima posisi kontrol. Posisi pertama adalah guru sebagai penghukum. Bila ada anak yang melakukan pelanggaran, maka guru akan bersikap marah, menyakiti, dan menyindir anak tersebut. Akibatnya anak akan cenderung memberontak dan menempatkan guru di luar dunia berkualitas. 

Posisi kedua adalah guru sebagai pembuat rasa bersalah. Beda posisi ini dengan yang pertama adalah cara bertutur kata dan intonasi yang lebih halus. Guru akan melakukan ceramah dan mengatakan sesuatu yang memunculkan rasa bersalah pada siswa dan menggunakan moral untuk menghukum. Hasilnya siswa akan cenderung menyangkal dan berbohong karena merasa dirinya jelek dan bersalah. Siswa menempatkan guru dalam dunia berkualitas. Posisi ini terkadang lebih berbahaya dari pada seorang penghukum disebabkan self esteem anak yang akan menurun dalam jangka waktu panjang. 

Posisi ketiga adalah guru sebagai teman. Dalam hal ini respon siswa akan lebih positif. Intonasi guru juga lebih ramah. Guru sebagai teman akan menggunakan nada yang ramah sebagai teman, suka memuji, bercanda, dan meminta anak melakukan sesuatu untuk guru. Hal ini masih bersifat eksternal yang hasilnya adalah ketergantungan terhadap guru tersebut. Siswa meletakkan guru sebagai sesuatu yang sangat penting dalam dunia yang berkualitas. Siswa melakukan sesuatu karena ingin mendapatkan pujian dari guru tersebut. Apabila suatu saat guru memberikan hukuman terhadap siswa ini, maka akan muncul inkonsistensi dalam pandangan siswa.

Posisi keempat adalah guru sebagai pemantau. Hal yang perlu dipersiapkan dalam menerapkan disiplin positif adalah menciptakan kesepakatan yang diturunkan dalam sebuah bentuk aturan sebagai teknisnya. Dalam posisi ini, guru hanya akan mengingatkan anak terhadap peraturan yang sudah disepakati.Cara bicara guru akan lebih netral, tidak keras, tidak meminta kasihan, dan tidak sok akrab. Siswa akan menyesuaikan diri terhadap peraturan. Siswa akan menempatkan guru, aturan, dan hukuman dalam dunia berkualitas. Siswa akan cenderung hitung-hitungan dalam melakukan sesuatu.

Posisi kelima adalah guru sebagai manajer. Guru akan bertanya tentang apa yang memuat mereka terlambat. Siswa akan memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Guru akan mem-follow up dengan menanyakan apa yang diyakini siswa untuk mengatasi hal tersebut. Keyakinan bisa dikaitkan dengan kesepakatan dan aturan. Lalu mencari solusi bersama untuk kesalahan siswa. Siswa akan meletakkan dirinya sendiri sebagai manusia yang berkualitas karena siswa akan belajar dari dirinya sendiri. Tindakan perbaikan yang siswa lakukan akan didasari karena faktor internal, yaitu menghargai diri sendiri dan kontrol diri.

Dari kelima posisi kontrol tersebut, posisi kelima merupakan posisi yang paling ideal. Untuk kasus tertentu, posisi guru sebagai pemantau masih bisa dilakukan bersamaan dengan posisi kelima. Namun posisi pertama hingga ketiga, tidak disarankan karena sebagian besar hasilnya tidak efektif.

Yang tersampaikan dalam sebuah pesan adalah 10% dari kata-kata, 35% dari nada suara, dan 55% dari non verbal/bahasa tubuh. Karena itu guru dan orangtua perlu lebih berhati-hati dalam bertindak dan berkata-kata karena bisa saja apa yang kita lakukan akan memberikan dampak yang panjang terhadap anak.

Selain itu, kerjasama antara guru dan orangtua sangat diperlukan dalam pembentukan karakter siswa. Support dari orangtua sangat tidak kalah pentingnya dalam hal ini. Bagaimanapun pembentukan perilaku belum akan ideal apabila hanya mengandalkan salah satu pihak saja.

Demikian rangkuman kegiatan dan materi sharing kali ini. Sebagaimana biasa, informasi lebih lengkap dapat dilihat pada channel Youtube AISEI Komunitas Pendidik Indonesia

Saturday, 26 December 2020

Review of "Creative Teaching workshop series: Reinventing the Notion of Formative Assessment and Its Application in Learning"

 
Reinventing the Notion of Formative Assessment and Its Application in Learning

Sabtu siang ini, PSSDM kembali menghadirkan salah satu rangkaian dari "Creative Teaching workshop series: Reinventing the Notion of Formative Assessment and Its Application in Learning" bersama Maya Defianty, Ph.D. dan Sri Suryanti, M.Pd.

Berikut ini adalah beberapa catatan yang berhasil Penulis rangkum dan bagikan pada blog ini. Semoga catatan ini bisa memberikan banyak manfaat bagi kita bersama.

Maya Defianty, Ph.D

Assessment berarti menilai sesuatu dengan kriteria. Assessment adalah sesuatu yang biasa kita lakukan dalam keseharian. Untuk melakukan assessment harus ada kriteria yang jelas agar bisa ditentukan apakah seorang siswa butuh bantuan, bagaimana hasil yang dicapai atau lainnya. 

Berkaitan dengan kondisi UN dan AKM, nilai UN biasanya bersifat high stage. Siswa dan guru akan berusaha dengan maksimal agar mencapai hasil yang terbaik. Sementara dalam AKM ditandai dengan kembalinya otoritas guru. Selain itu, assessment berubah menjadi formative. Guru dituntut untuk belajar lebih banyak untuk memahami bentuk formative assessment ini.

Kenapa formative assessment sangat penting untuk dipahami oleh seorang guru? Alasannya adalah apabila pemahaman terhadap hal ini berbeda dengan yang ada di literature, maka akan memungkinkan terjadi kesalahan implementasi dan tujuan dalam pelaksanaannya. 

Istilah formative sendiri sesungguhnya telah lama muncul. Formative disebut juga sebagai testing for learning, sedangkan summative disebut sebagai testing after learning. Pada zaman sekarang, formative assessment dianggap dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam proses pembelajaran. Dalam formative assessment, kita masih bisa melakukan peningkatan dengan memanfaatkan hasil assessment. Sementara dalam summative assessment, bentuknya adalah berupa hasil akhir yang bisa kita laporkan pada orangtua.

Pada saat melakukan formative assessment, kita perlu melakukan feedback agar siswa juga mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki. Formative assessment memberikan beberapa keuntungan, diantaranya adalah: memotivasi minat belajar siswa, siswa jadi tahu apa yang perlu mereka ketahui, dan meningkatkan kemandirian belajar siswa dan standar yang bisa dicapai oleh siswa.

Assessment sendiri terdiri dari beberapa tipe. Demikian juga dengan assessment instrument. Perbedaan yang ada pada berbagai tipe tersebut hanyalah tipis, namun secara umum persamaan mereka adalah tidak mengandalkan pada satu instrument saja. Seorang guru sebaiknya tidak mengandalkan hanya pada satu tipe assessment saja agar hasil yang diperoleh lebih reliable.

Sebuah tes bisa menjadi formative atau summative, tergantung pada tujuannya dan bagaimana learning evidence (bukti belajar) kita follow upMaka dengan demikian, karakteristik formative assessment adalah bukan tergantung pada instrument, penggunaan data, dan berkelanjutan.

Ada beberapa strategi untuk melakukan formative assessment, diantaranya adalah dengan cara menentukan tujuan belajar dan memilih assessment instrument yang sesuai untuk siswa. Sebagai catatan, pada masa daring, tes bisa saja menjadi kurang preferable untuk siswa disebabkan kekhawatiran siswa melakukan tindakan mencontek. Kecuali apabila bentuk tes tersebut sangat baik. Selanjutnya, lakukanlah feedback, lakukan belajar bersama teman, dan selanjutnya siswa diharapkan bisa melakukan self assessment.

Sri Suryanti, M.Pd

Strategi untuk melakukan formative assessment adalah dengan men-setting tujuan pembelajaran dengan menggunakan platform pilihan, lalu jelaskan rubrik penilaian, lakukan diskusi, pertanyaan, dan tugas pembelajaran, berikan feedback, libatkan siswa juga untuk memberikan feedback, buat siswa merasa memiliki kegiatan pembelajaran tersebut, bisa dengan membuat daftar ceklist tentang kriteria keberhasilan, kriteria terhadap diri sendiri, dan learning gap.

Sesi workshop dengan Ibu Sri Suryati diiringi dengan praktik langsung tentang bagaimana cara menerapkan strategi melakukan formative assessment dalam pembelajaran.

Demikianlah catatan dari kegiatan workshop kali ini. Informasi lebih lanjut tentang kegiatan ini bisa dilihat pada Youtube channel PSSDM Konsultan . 

Thursday, 24 December 2020

Review: Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Melalui Mobile dan Blended Learning

 
Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Melalui Mobile dan Blended Learning (1)

Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Melalui Mobile dan Blended Learning (2)


Hari pertama libur, setelah sekian lama berkutat dengan rutinitas pekerjaaan serta limit waktu, akhirnya masa libur sekolah yang bukan hanya dinanti oleh siswa tetapi juga guru datang juga. Bangun pagi, diawali dengan kegiatan sebagai seorang ibu rumah tangga layaknya. Menyiapkan sarapan untuk keluarga, berbenah, bersih-bersih, dan sedikit “omelan” pagi khas seorang ibu kepada anak.

Selanjutnya untuk mengisi waktu libur, tidak ada salahnya tetap update informasi dan pengetahuan yang bermanfaat untu meningkatkan kualitas diri sebagai seorang tenaga pendidik. Hasilnya, review tentang materi webinar hari ini hadir di laman blog. Harapannya semoga pembaca yang telah sudi mampir dan membaca juga bisa mengambil manfaat dari tulisan ini.

Berikut ini adalah beberapa kesimpulan tentang materi webinar “Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Melalui Mobile dan Blended Learning” yang diadakan dalam rangka ulang tahun KOGTIK ke-6

Professor Eko Indrajit

Blended learning dan mobile learning adalah cara-cara untuk mencapai tujuan pembelajaran. Diperkirakan kegiatan ini akan berlanjut untuk pada masa yang akan datang. Hal ini bisa menjadi suatu cara pembelajaran standar yang hadir pada abad 21 dan selanjutnya dengan berbagai modifikasi. Konsep pendidikan dan pengajaran ini bila dijadikan satu, maka akan tetap menghasilkan interaksi dengan anak didik. Interaksi dengan anak didik bisa dilakukan dengan beragam cara, contohnya: secara langsung, atau pun melalui dunia maya. Lingkungan belajar juga mengalami perubahan, kalau pada zaman dahulu hanya di tempat tertentu, saat ini sudah bisa dilakukan dimana saja.

Kenapa kita harus memilih blended learning? Hal ini disebabkan karena kita perlu menyesuaikan dengan karakter anak didik yang sudah terpapar dengan berbagai macam kemajuan teknologi sebelum anak didik tersebut memasuki usia sekolah. Berbeda dengan tenaga pendidik yang pada zamannya lebih dahulu memasuki masa sekolah barulah mendapatkan pengetahuan tentang teknologi. Dengan kondisi seperti ini, menyebabkan tenaga pendidik dan anak didik harus saling menyesuaikan. Cara pengajaranpun diupayakan untuk digabungkan agar mendapatkan model pembelajaran yang ideal. Hal ini dilakukan karena masing-masing model pembelajaran memiliki kekurangan dan kelebihan. Apalagi dengan kondisi masyarakat Indonesia yang negaranya terbentuk dari banyak kepulauan yang disatukan oleh laut, hingga secara tidak langsung terpisah oleh jarak.  Mau tidak mau, penggunaan gawai menjadi salah satu alternatif komunikasi yang cukup efektif. Dari pengamatan di lapangan, konsumsi masyarakat Indonesia cukup tinggi terhadap pemakaian gawai, sehingga memungkinkan apabila konsep blended learning ini diterapkan dalam bidang Pendidikan.

Konsep blended learning ini bisa dianggap berhasil apabila peserta didik menagalami kesadaran untuk belajar tanpa dipaksa atau disuruh. Seorang pendidik tidak bisa menganggap rancangan pembelajarannya sebagai sesuatu yang terbaik sebelum memahami kebutuhan siswa dan telah melewati tahap ujicoba terhadap siswa. Bila ingin membuat design pembelajaran yang membuat siswa menjadi tertarik untuk belajar tanpa paksaan, maka masukkanlah elemen pembelajaran seperti rewards, tantangan, pujian, dan lain – lain ke dalam konsep pembelajaran. Caranya adalah dengan guru belajar menempatkan diri pada posisi sebagai peserta didik dengan bersikap empati. Guru harus tahu apa yang menjadi minat dan kesukaan anak didik, apa yang membuat anak didik ketagihan dalam mengoperasikan gadget. Hindari merancang proses pembelajaran yag mana tenaga pendidik sendiri tidak pernah menjadi peserta didik pada situasi yang serupa. Ikutilah semua bentuk pembelajaran baik di dalam maupun luar negeri. Pelajari caranya, lakukan uji formatif untuk memastikan apa yang tenaga didik berikan sesuai untuk peserta didik. Karena kebanyakan siswa zaman sekarang bukanlah pendengar yang cepat, tapi kebanyakan mereka adalah pembelajar yang cepat. Karena itu berikanlah pembelajaran yang merangsang keaktifan mereka.

Hesti Astina (EPSON)

Teknologi saat ini bukan lagi menjadi pilihan tetapi sudah menjadi suatu keharusan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran itu sendiri. Salah satu yang dilakukan oleh EPSON adalah meningkatkan mutu tampilan visualisasi warna. Mengapa warna menjadi penting dalam tampilan sebuah media pembelajaran online? Karena beberapa pembelajaran memang membutuhkan perbedaan warna yang nyata untuk membedakan sebuah informasi. Teknologi untuk layar projector sendiri terdiri atas dua, yaitu DLV dan 3LCD. Saat ini EPSON meluncurkan teknologi 3LCD untuk projectornya. Ada beberapa perbedaan dalam komponen dan cara kerja kedua teknologi di atas, yaitu: 3LCD mampu menghasilkan warna yang lebih cerah, natural dan tidak ada efek rainbow. Ukuran display 3LCD juga sudah sesuai dengan standar kesehatan. Selain itu, EPSON juga sudah meluncurkan wireless projector.

Dr. Dwi Prasetyo

Setiap anak memiliki cita-cita. Untuk mencapai cita-cita tersebut tentu butuh melalui proses pembelajaran. Proses pembelajaran sendiri ada yang dilakaukan dengan proses konvensional yaitu dengan cara datang langsung ke sekolah. Cara lain adalah belajar dengan menggunakan bantuan teknologi. Hal ini disebut electronic learning. Proses belajar seperti ini bisa menjadi menyenangkan. Semua dipelajari secara online. Termasuk pemberian materi. Untuk mendukung proses pembelajaran online ini tentunya dibutuhkan jaringan internet, laptop, dan lain-lain yang berkaitan. Pembelajaran seperti ini disebut juga mobile learning. Dalam pengembangan mobile learning, dibutuhkan modul, video, home, buku manual, audio, quiz. Ada banyak software yang bisa digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran ini. Mobile learning juga punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan mobile learning adalah mudah di akses dan bisa dijadikan media pembelajaran masa depan karena ke depan kita harus berinovasi untuk pembelajaran kita. Sedangkan kekurangannya adalah sangat tergantung dengan kuota, kapasitas memori, dan daya baterai.

Dr. Paidi

SDM sangat penting untuk dibangun. Salah satu cara membangunnya adalah dengan memberikan pembelajaran yang berkualitas. Pada masa pandemic ini, Sebagian besar pembelajaran dilakukan secara online. Beberapa kendala yang ditemukan dalam sistem pembelajaran online ini adalah berupa kendala di jaringan, kesulitan mempersiapkan handphone dan gadget yang mendukung yang disebabkan oleh kesulitan ekonomi. Efektifitas pembelajaran hanya terjadi sekitar 35%. Dengan adanya permasalahan ketidak mampuan menerapkan pembelajaran full online, khususnya untuk pembelajaran pada sekolah-sekolah berbasis praktik, maka program blended learning akan sangat membantu. Blended learning sendiri artinya adalah penggabungan pembelajaran tatap muka dan online. Ada salah satu solusi yang ditawarkan untuk kegiatan blended learning ini yaitu blended learning berbasis handphone. Salah satu metodenya adalah dengan menggunakan BLISH. Namun sebelumnya, tenaga pendidik tetap harus melakukan step tertentu agar hasil pembelajaran menjadi maksimal.

Demikianlah paparan materi dalam kegiatan webinar hari Kamis, 24 Desember 2020 kali ini. Semoga bisa memberikan manfaat bagi para pembaca. Untuk informasi lebih lanjut, bisa dilihat pada link website dan Youtube berikut ini:

Guru Penggerak Indonesia

Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Melalui Mobile Learning dan Blended Learning [ AndiAcademy ]

Saturday, 19 December 2020

A Review: Learning Support during Pandemic by Kurnia Mega, M. Psi, Psikolog

Sore ini, kembali mengikuti kegiatan webinar yang diadakan oleh AISEI. Kegiatan webinar AISEIInspirAction ini bukanlah yang pertama. Untuk tema webinar kali ini adalah "Learning Support during Pandemic". Pembicara yang ditampilkan kali ini adalah Ibu Kurnia Mega, M. Psi, Psikolog. Beliau adalah seorang certified play therapist & trainee supervisor. Acara kali ini dipandu oleh Ibu Dian Ariadita F, S.I.Kom, M.Pd.

Ibu Mega pada awalnya adalah seorang guru yang sudah banyak meluangkan waktunya bersama anak-anak berkebutuhan khusus yang kemudian melanjutkan pendidikannya hingga menjadi seorang psikolog. Beliau tergabung dalam PEACE (Psycho Educational Assessment Center of Excellence)

Selama masa pandemi ini banyak masalah yang muncul berkaitan dengan kegiatan belajar anak. Banyak orangtua yang datang untuk berkonsultasi untuk mencari solusi terhadap kesulitan belajar yang dihadapi anak. Karena selama masa pandemi ini, orangtua sebagian besar memiliki waktu yang lebih luas untuk mengikuti kegiatan pembelajaran anak. Hingga akhirnya menyadari bahwa beberapa anak memiliki kesulitan dalam belajar. Beberapa kendala muncul terutama pada anak-anak yang tidak 100% terlihat sebagai anak berkebutuhan khusus (dalam area abu-abu). Kendala lain yang dihadapi adalah kebosanan yang mulai muncul pada anak hingga membuat orangtua makin bingung dalam menghadapi sikap anak terutama yang sudah mulai stress. Di sisi lain, para guru juga sedang mengalami fase adaptasi terhadap hal ini.

Berkaitan dengan hal tersebut, pada webinar ini akan dibahas tentang perbedaan gangguan belajar dan kesulitan belajar. Dua hal ini sangat berbeda. Kesulitan belajar adalah kondisi anak tidak bisa belajar dengan baik karena gangguan faktor internal dan eksternal. Anak tidak bisa menunjukkan kapasitas dan potensi yang mereka miliki. Anak-anak dengan kapasitas intelegensi di ambang batas bawah, tentunya akan menemukan kesulitan dalam belajar karena kemampuan berpikir yang kurang menunjang dalam belajar. Kesulitan belajar bisa juga terjadi karena masalah psikologis ataupun emosi. Traumatis dan stress juga bisa menghambat kemampuan anak dalam belajar. Faktor internal bisa disebabkan karena anak mengalami masalah atensi. Masalah utamanya adalah pada bagian memusatkan perhatiannya.

Oleh karena itu, penanganan untuk anak yang memiliki kesulitan belajar harus dikenali terlebih dahulu penyebabnya agar bisa mendapatkan penanganan yang sesuai. Anak-anak ini bisa saja mendapatkan modifikasi kurikulum pada sekolah, membantu pemusatan konsentrasinya, ataupun menangani masalah emosinya. Semua tergantung pada penyebabnya. Bahkan anak-anak dengan kemampuan belajar yang kurang ataupun terlalu cerdas juga perlu mendapatkan perlakuan dan bantuan yang sesuai agar terbantu dalam menghadapi kesulitan dalam belajar. Faktor lingkungan, cara penanganan oleh guru dan orangtua juga ikut berpengaruh terhadap kesulitan belajar.

Sementara itu, gangguan belajar berkaitan dengan neurologis. Biasanya berkaitan dengan mengingat, nalar, matematika, motorik. Anak-anak ini biasanya tidak memilki kapasitas berpikir yang rendah, biasanya cenderung normal karena yang bermasalah adalah cara memprosesnya.

Kasus kesulitan belajar kadang berkaitan dengan motivasi dan minat belajar yang tidak muncul pada saat PJJ ini. Bisa juga disebabkan karena belajar di rumah. Karena terkadang anak butuh setting yang berbeda.Kesulitan ini juga bisa muncul karena sikap negatif terhadap guru. Dalam hal ini, guru juga menemukan kesulitan dalam menyesuaikan kegiatan belajar tatap muka menjadi online, terutama untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Situasi belajar juga sangat berpengaruh terhadap keinginan belajar anak-anak. Orangtua yang baru tahu cara belajar anaknya selama di rumah menyebabkan mereka menjadi stress dan menimbulkan tekanan pada anak. Kebiasaan belajar yang diterapkan oleh orangtua dengan tidak tepat juga menyebabkan kesulitan belajar. Kebiasaan dan cara belajar anak biasanya berbeda-beda. Beberapa orangtua tidak memahami hal ini hingga menerapkan cara dan waktu yang salah dalam menerapkan kebiasaan belajar terhadap anaknya. Anak pada zaman ini cenderung memilki kemampuan otak kanan yang lebih tinggi. Otak kanan cenderung berkaitan dengan kreativitas. Sedangkan otak kiri biasanya adalah kemampuan yang menunjang belajar di sekolah karena berkaitan dengan nalar dan Bahasa. Adapun yang menyebabkan anak-anak zaman sekarang lebih cenderung seperti ini disebabkan karena anak-anak ini kebanyakan sejak lahir lebih banyak mendapatkan rangsangan secara visual dari gambar, video, dan lain-lain. Kesulitan belajar yang disebabkan oleh atensi bisa disebabkan oleh perkembangan sensori yang kurang.

Kesulitan muncul karena durasi ketahanan anak dalam belajar. Anak-anak lebih banyak belajar dengan cara visual auditory kinestetik taktil. Situasi belajar di rumah sangat berbeda dengan sekolah. Apalagi bila orangtua tidak mengerti dengan kebutuhan anak dan tidak memiliki batasan yang tegas. Hal lainnya disebabkan oleh relationship dengan anak.

Menurut WHO durasi maksimal belajar anak secara online adalah sekitar 1 – 2 jam. Oleh karena itu, kita perlu mencari cara untuk mengatasi hal ini. Diantaranya adalah memberikan tekhnik belajar yang sesuai. Dengan kemampuan orang dewasa memahami kebutuhan belajar anak, akan membantu sekali mereka untuk mengatasi kesulitan belajar. Selain itu, perlu bagi guru dan orangtua untuk menerima kondisi anak. Tidak lupa terapkan batasan yang jelas dan tegas. Orangtua, guru, dan anak juga perlu membangun koneksi. Dan yang tidak kalah penting adalah buatlah kegiatan belajar tersebut menjadi menyenangkan dengan memberikan beberapa games. Gunakan juga kalimat yang sederhana dan gunakan benda nyata untuk membantu pemahaman anak.

Untuk informasi lebih lengkap, kegiatan webinar ini bisa dilihat pada link Youtube berikut ini: AISEI Komunitas Pendidik Indonesia

Sunday, 28 June 2020

Membangun Branding Melalui Blog dan Media Sosial

Pada hari Jumat, 26 Juni 2020, dijelaskan sebuah materi pembelajaran baru di kelas menulis. Materi ini disampaikan oleh Bapak Namin AB Ibnu Solihin. Berikut rangkuman tentang materi yang Beliau sampaikan:

  • Namin AB Ibnu Solihin adalah founder motivatorpendidikan.com, untuk mengenal lebih dekat dengan Beliau, pembaca bisa searching nama Beliau di Google. Atau bisa buka link berikut ini motivatorpendidikan

  • Beliau juga telah membagikan secara gratis lebih dari 250 materi training di slideshare.net, Dilihat oleh lebih dari setengah juta kali dan di download sekitar 7 Ribu kali setiap tahunnya. Linknya sebagai berikut sekolahakhlak

  • Akun instagram Beliau adalah motivatorpendidikan

  • Beliau juga membagikan kegiatannya di Motivator Pendidikan

  • Beliau mulai nge-blog tahun 2007, melalui blogspot.com, saat itu Beliau nge-blog untuk mengisi waktu luang saat istirahat mengajar. Tulisan di Blog juga masih sangat beragam, bahkan lebih banyak curahan hati.

  • Lebih dari 10 blog pernah Beliau buat di blogspot.com, kini semua blog tersebut sudah Beliau hapus semua. 

  • Hingga akhirnya disekitar tahun 2013 Beliau mengenal guraru, sebuah blog yang diisi oleh guru-guru kreatif, diantara para pemenangnya adalah yang sudah mengisi materi sebelumnya yaitu Pak.Agus Sampurno dengan Brandnya Guru Kreatif, Om Jay Wijaya Kusuma dengan Brandnya Guru Blogger dan Bang Dedi Dwitagama.

  • Keinginan untuk menulis lebih baik lagi, akhirnya ditahun 2013 Beliau mengikuti Teacher Writing Camp angkatan ke-3, yang digagas oleh Om Jay dan teman-teman.

  • Pada tahun 2014 Beliau dan Om Jay bersama teman-teman menggagas berdirinya Komunitas Sejuta Guru Ngeblog, pada tahun 2014-2015 Komunitas Sejuta Guru Ngeblog memberikan Pelatihan Guru Ngeblog Gratis bagi guru di Jabodetabek.

  • Tahun 2014 juga awal Beliau mulai membangun Branding lewat blog. Perjalanan Beliau membangun Branding bisa dibaca di profil Beliau pada link di atas.

  • Singkatnya akhirnya pada tahun 2015 Beliau me-launching motivatorpendidikan . Seluruh konten tulisannya berisikan berbagai jenis program training yang Beliau isi.

  • Sebelum website tersebut di launching, Beliau banyak mencurahkan gagasan Beliau tentang pendidikan di Blog motivatorkreatif

  • Membangun Branding memang tidak mudah, tapi jika kita sungguh-sungguh Insya Allah ada kemudahan.

  • Membangun Branding juga harus sejalan dengan kompetensi yang kita miliki. Jangan coba-coba membangun Branding tertentu tapi tidak punya Ilmunya.

  • Membangun Branding melalui blog juga harus selaras dengan kepribadian kita di Blog, Medsos dan segala aktivitas yang kita lakukan.

  • Menulis konten Blog dengan konsisten pada Branding yang kita miliki adalah kewajiban yang harus ditaati. Kala mau dikenal sebagai pakar pendidikan misalnya, ya sudah konsisten nulis hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut.

  • Hingga akhirnya ketika orang berbicara "Motivator Pendidikan" mereka, Akhirnya akan mengingat "Namin AB Ibnu Solihin". Ini contoh saja ๐Ÿ˜Š

  • Tapi jika ada penasaran coba anda searching di Google beberapa kata berikut ini "Motivator Pendidikan" "Pembicara Seminar Parenting" "Motivator Pelajar". Anda akan bertemu dengan siapa kira-kira?

  • Menulis dan membangun Branding telah mengantarkan Beliau keliling Indonesia, Beliau telah mengisi training setidaknya dilebih dari 300 lembaga, sejak tahun 2014-sekarang.

  • Demikian pengantar diskusi malam ini.Semoga bermanfaat dan tetaplah bersemangat untuk menjadi pribadi yang menginspirasi, menggerakkan dan meneladani.

  • Beliau suka baca saat ini justru mulai masuk kuliah semester dua, dimulai dari suka baca buku novel terlebih dahulu. Jadi tidak masalah jika anak suka baca komik ๐Ÿ˜Š Setelah itu Insya Allah akan suka baca buku yang lainnya.Yang penting kita orang tua memfasilitasinya.

  • Saat ini menulis, terutama sharing tentang berbagai materi pendidikan dan pengasuhan menjadi aktivis harian Beliau.

  • Saat ini Beliau lebih banyak menulis melalui PPT yang saya design menggunakan Corel Draw dan kemudian Beliau publish di slideshare.net

  • Beliau juga buat poster pendidikan dan pengasuhan yang Beliau share di Facebook dan IG

  • Niatkan menulis untuk berbagai inspirasi๐Ÿ˜Š

  • Beliau punya waktu jadwal menulis dari sekitar pukul 08.00-11.00 dihari-hari tertentu saat Beliau tidak ada jadwal mengisi training dan mengajar.

  • Hosting adalah Hosting atau web hosting adalah sebuah tempat di mana file dan data yang diperlukan website disimpan serta dapat diakses dan dikelola melalui internet. File website yang disimpan pada hosting berupa video, gambar, email, script, aplikasi dan database ( Niaghoster).

  • Jadi mudahnya hosting itu adalah tempat dimana website kita menyimpan file. Contoh website Beliau domainnya."Com". Hostingnya Beliau menggunakan id webhost, yang kapasitasnya unlimited.

  • Jika kita sering publish materi kita di slideshare.net, sama kayak Blog, karya kita akan bisa dinikmati oleh banyak orang.

  • Jika orang sudah merasakan manfaatnya, orang akan menghubungi kita, baik jadi pembicara atau penulis, atau dijadikan ahli konsultan. Agar file kita menarik dilihat orang buatlah PPT yang keren ๐Ÿ˜Š

  • Motivasi terbesar Beliau untuk sukses adalah, Beliau ingin hidup saya dirasakan manfaatnya oleh banyak orang.

  • Untuk menjadi orang bermanfaat, tahapan yang kita harus lakukan belajar dulu.

  • Kemudian mengalami langsung dan setelah itu barulah kita berusaha untuk memberikan untuk banyak orang.

  • Maka Beliau punya motto "jadilah pribadi yang menginspirasi, menggerakkan dan meneladani"

  • *Dalam proses perjalanannya kita wajib terus memantaskan diri untuk menjadi pribadi yang berkualitas*

  • Bisa dilihat di profil Beliau pada bagian MY Story'. Itulah perjuangan Beliau.

  • Saat ini motivasi terbesar Beliau adalah saya ingin mewujudkan visi dan kurikulum keluarga Beliau agar anak-anak Beliau menjadi pribadi yang Shalih.

  • Atas motivasi itu Beliau mendidik anak Beliau dengan cara anaktanpagadget, TV, dan Bioskop.๐Ÿ˜Š

  • Link tentang ice breaking dan games pembelajaran: silahkan https://www.slideshare.net/mobile/naminsekolahakhlak/materi-60-ice-breaking-dan-game-pembelajaran-kreatif-2019

  • Proses menulis itu rumus 5A: Dipaksa, Terpaksa, Kepaksa, Biasa, Terbiasa ๐Ÿ˜Š. Jadi paksakan dulu selama 3 bulan minimal menulis 15 menit saja. Insya Allah setelah itu akan jadi terbiasa๐Ÿ˜Š

  • Blog yang menarik itu, Designnya simpel, postingan dipandukan tulisan, video dan gambar.Karena kita harus memfasilitasi tiga kecerdasan anak yang Visual, Audio, dan Audio Visual maka blog ibu harus berisikan konten tersebut. Butuh perjuangan memang๐Ÿ˜Š Maka jangan pernah menyerah untuk belajar.

  • Subang ada Rumah kedua Beliau, karena Istri Beliau dan semua anak Beliau lahir di Subang ๐Ÿ˜Š

  • Beliau tidak hanya menghapus tulisan di Blog tali juga di Facebook yang pernah Beliau tulis dimasa lalu. Tujuannya adalah untuk menyelaraskan dengan konten-konten yang kita tulis dimasa sekarang. Beliau merasa tulisan Beliau dimasa lalu baik di Facebook atau di blog tidak pantas untuk dinikmati orang ๐Ÿ˜Š

  • ika dia punya tujuan untuk dikenal publik, karena agar ilmunya banyak dirasakan manfaatnya oleh orang, maka wajib membranding diri. 

  • Pengalaman Beliau menyeleksi para calon kepsek yang pertama dinilai adalah : akhlaknya (kepribadiannya), pemahaman ke Islamannya (jika agama Islam), leadership-nya dalam mengelola dan mendidik anak dan istri/suami dan rekannya, kerja nyatanya dimasa lalu, kreativitas dalam mengembangkan sekolah dan SDM,  visi besarnya dan kemampuan problem solving.

  • Saat ini Beliau menjadi motivator/trainer, tapi jiwa Beliau adalah guru. Hanya bedanya jika dari tahun 2004-2014 Beliau lebih fokus mengajar siswa. Sekarang Beliau berinteraksi dengan kalangan yang terlibat dalam dunia pendidikan.

  • Teruslah bersemangat untuk memantaskan diri menjadi pribadi yang menginspirasi, menggerakkan dan meneladani. Terus belajar dengan banyak sumber. Banyaklah membaca buku. Karena kita tidak mungkin bisa menulis jika malas membaca ๐Ÿ˜Š

  • Jadilah sebaik-baik manusia yang bisa memberi manfaat untuk banyak orang.

  • Jika belum paham tentang Branding, tidak usah dipusingkan ๐Ÿ˜Š Fokus saja menulis sesuai dengan kemampuan kita.Terimakasih, semoga bermanfaat๐Ÿ˜Š

Demikianlah resume kelas menulis kali ini.