Saturday, 11 April 2026

Beda Generasi? Masalah?


Belakangan ini sering terdengar ucapan-ucapan yang menyangkut pautkan tingkah laku seseorang dengan perbedaan generasinya. Contohnya: "Ih, Boomers ya? Pantas saja" atau "Kami tuh gen Z, lebih unggul, lebih melek teknologi", sementara yang lainnya "Kami gen Millenial lebih tahan banting". Ada juga yang bilang "Kita gen X, sudah merasakan semua, lebih duluan tahu."

Terus terang, beberapa ungkapan-ungkapan ini ada yang bersifat netral namun tak jarang pula ada yang memunculkan kebanggaan yang absurd, dan menuju ke penghinaan, bahkan berakhir dengan gesekan dan pertengkaran. Untuk komentar yang bersifat informatif dan netral, sepertinya tidak ada masalah. Namun, untuk yang sedikit-sedikit berbangga dan menghina dengan membawa atribut perbedaan generasi ini, dapat ilmu dari mana dan keuntungan apa ya? Apakah dengan meng-claim bahwa kita dari generasi tertentu, lalu bisa dipukul rata bahwa kelakuan kita sama dan bisa dijadikan alasan buat "menghujat" atau "memaklumi" seseorang secara personal? Sepertinya tidak bukan? Dan terdengar tidak adil juga buat yang lain. 

Perbedaan kondisi lingkungan pada rentang masa tertentu secara umum bisa saja ikut mempengaruhi sikap dan perilaku manusia yang hidup pada era tertentu. Namun kita juga tidak bisa mengesampingkan hal lain yang peranannya bisa saja lebih besar, contohnya: pola asuh lingkungan keluarga, genetik, dan lain-lain faktor yang lebih komplek. Rasanya terlalu dangkal kalau kita menilai seseorang, baik itu dari sisi kelebihan dan kekurangannya hanya dengan melihat dia dari generasi mana. Walaupun ada pembelaan yang berdalih "Bercanda" dalam pembicaraan hujat-menghujat yang suka membawa alasan generasi ini, saya pribadi sangat risih dan tidak nyaman mendengarkannya. Rasanya tidak perlulah terlalu sering bercanda dengan bahan "Garing" dan berpotensi menimbulkan perpecahan seperti ini.

Perlu kita sadari, perbedaan generasi tersebut dibuat tentunya bukan untuk menjadi dasar penghakiman dari perilaku seseorang. Dengan adanya kelebihan dan kekurangan masing-masing generasi, pengelompokan ini diharapkan akan lebih ke mempermudah bagi pihak yang membutuhkan untuk mengoptimalkan potensi yang ada dan menanggulangi kekurangan yang muncul secara umum. Perlu diingat sekali lagi, secara umum. Untuk hasil pengamatan secara individu, tentu akan lebih detail lagi pertimbangan dan analisa yang dilakukan. Jadi, alangkah tidak bijaknya kalau kita menjadikan alasan generasi sebagai kriteria untuk menganggap value kita lebih baik dari generasi lainnya. Apa salahnya kalau kita saling bergandengan tangan untuk melengkapi kelebihan dan memperbaiki kekurangan masing-masing. Toh, yang paling utama adalah meningkatkan kualitas diri kita sendiri agar tetap berfungsi dengan maksimal dan bermanfaat bagi sesama. Jangan sampai kita menjadi pemicu konflik yang sebenarnya tidak perlu ada ini.

Bahkan bagi kita umat muslim khususnya ada penjelasan dalam kitab suci Al Qur'an yang melarang untuk kita untuk mengolok-olok sesama manusia, apalagi bersifat sombong terhadap sesama makhluk Allah. Oleh karena itu, yuk bisa yuk kita membenahi cara pandang dan sikap kita semua supaya lebih open minded untuk masa depan bersama yang lebih baik. 

Thursday, 2 April 2026

Looking for a Peaceful Part Inside Us



Sometimes we need to take a deep breath to rethink anything that has happened to us. It seems that some problems need us to pay more attention, while others need more time to be analyzed. On the other hand, you also need to keep your feelings neutral and normal. Who said it was easy? not really. Then, who will support you? My God. I have nothing to do but pray. 

Don't let the problems play too hard and too long in your mind. At least speak to someone whom you can trust. Calm yourself by finding an easy, comfortable corner to avoid being annoyed by people's noise. Do something that really releases your mind and feelings. Writing, reading, sleeping, or even just sitting still somewhere you like, and being absent-minded. Just ignore all the routines for a moment. Try to explain to your family that you need a little bit "Me Time." 

Don't push yourself too hard that you have to be always strong to face all of life's challenges. We are human. It's very natural and humanistic if we need others' help sometimes to ease our difficulties. Or if you choose to share your mind with someone, just remember one thing: make sure that he or she is the right one. Not someone who will cause new troubles in your life. Find the one who can show empathy to you, not someone who will make fun of your problems.

Life goes on. Learn from the storm. It comes and goes in turn. All the mess will be organized again, though you need more time.

A Note of Feeling
by DYH7



Monday, 22 December 2025

Puisi Cinta untuk Ibu



Seluruh cinta, sepenuh hati,

untuk semua Ibu

yang penuh asa dan kasih sayang

di muka bumi ini.


Tetaplah bahagia di sepanjang hidupmu.

Kuatlah batin dan ragamu.

Bertahtalah dengan kesucian hatimu

dalam jiwa orang-orang

yang menghargai setiap jejak langkah

perjuangan yang telah kau tapaki.


Tak pernah cukup kata yang indah

untuk menggambarkan rasa

terima kasihku karena pernah memilikimu.


Terangkai dalam doaku

bagi engkau yang menjadi Ibuku,

selalu dan selamanya.


Oleh DYH7
22 Desember 2025

Wednesday, 2 July 2025

Butuh atau Tidak?


Beberapa orang datang dan pergi begitu mudah dalam hidupmu.
Bukan karena peduli padamu.
Namun lebih karena masalah butuh atau tidak akan dirimu.

(A brief thought by DYH7)

“Some souls drift into your life like whispers on the wind, and just as quietly, they leave.
Not out of care or tenderness,
but simply because they needed you once—
and no longer do.”

(The brief thought is interpreted by using AI)

Sunday, 8 June 2025

Pencarian


Apa yang kau cari?
Perhatian?
Kasih sayang?
Cinta tulus?
Kau salah alamat.
Tidak ada semua itu disini.
Bukankah kau sudah tahu sedari dulu, 
sejak kau lahir,
bahwa semua hal itu disebut "impian" di sini. 
Atau bisa jadi "halusinasi"
Ah, atau bisa juga disebut omong kosong.
Kalau kau masih mau mencoba mencari,
cari saja di tempat lain.
Mungkin di hutan, yang pokok pohonnya tumbuh kuat dan kokoh.
Atau di laut, yang debur ombaknya tak mudah dikalahkan.
Di awan? Di lembah? Di mana-mana?
Entahlah aku juga tak tahu. 
Aku harap kau beruntung menemukannya di tempat lain dan di orang lain.
Bukan di orang-orang yang hanya mencarimu karena butuh.

Sebuah puisi oleh DYH7

Sunday, 25 May 2025

Aku dan Renungan


Aku sedang mencoba merenung.
Merenungi banyak hal yang aku rasakan.
Tentang penghargaan dan kehinaan, 
kejujuran dan kebohongan,
kesedihan dan kegembiraan,
rasa syukur dan kufur,
kesopanan dan kekurangajaran,
kebutuhan dan pengabaian,
penolakan dan penerimaan,
dan masih banyak yang lainnya.
Aku pilih pojok yang tenang untuk merenung.
Agar aku bisa lebih banyak belajar tentang ilmu kehidupan ini.
Ternyata merenung memang sepenting itu bagi diriku,
dan aku tidak ingin diganggu dalam renunganku.

Sebuah puisi oleh DYH7

Monday, 19 May 2025

Gangguan


Apakah anda pernah punya pengalaman menghadapi orang yang arogan dan suka menilai sesuatu sesuka hatinya, bahkan menyebarkan penilaiannya yang tidak jelas tersebut kepada orang lain? Dan konyolnya lagi, ada orang yang langsung percaya begitu saja dengan orang-orang tukang fitnah yang suka membawa kabar angin tidak jelas ini, tanpa konfirmasi ataupun mencari data terlebih dahulu.
Bagi anda yang pernah bertemu dengan makhluk seperti ini, tentu dongkolnya luar biasa. Karena tidak jarang mereka menimbulkan kerugian moril maupun materil terhadap orang yang dijadikan korban. Lalu bagaimana kita menghadapi orang bermasalah seperti ini? Mari kita coba beberapa langkah berikut ini:

Tetap melakukan yang terbaik

Yakinkan diri anda untuk tetap berada di jalur yang benar dan melakukan hal yang terbaik. Pastikan anda tidak membuat kesalahan yang bertentangan dengan agama, aturan, serta norma dan nilai. Tidak perlu terlalu fokus dengan gangguan dari orang-orang menyebalkan seperti itu, sehingga membuat anda kehilangan konsentrasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan dalam berkarya, karena apabila demikian, anda hanya akan mengalami banyak kerugian dan kemunduran. Tentunya pihak yang tidak sejalan dengan anda akan semakin senang melihat kondisi anda yang seperti itu. Percayalah bahwa benar adalah benar dan salah adalah salah. Sesungguhnya mereka tidak akan pernah tertukar, apabila kita melihatnya dengan segenap rasa dan pikiran yang jernih.

Interaksi bermutu

Sedapat mungkin hindari banyak berinteraksi dengan orang yang berpotensi hanya akan menimbulkan masalah dalam hidup anda. Kalau perlu keluar dari lingkungan yang tidak sehat tersebut demi kesehatan lahir dan batin anda. Namun, apabila menghindar sudah tidak bisa dilakukan, cukup lakukan interaksi seperlunya saja, dan tetap waspada dengan segala kemungkinan, sehingga anda bisa punya solusi apabila sewaktu-waktu orang tersebut menjadi sumber masalah untuk anda.

Selalu berwawasan terbuka

Tidak ada satupun yang sempurna di dunia ini. Setidaknya anda mendapatkan pengalaman dalam menghadapi orang-orang tersebut. Pengalaman akan memperkaya wawasan anda, bahkan membuka ruang untuk melakukan refleksi terhadap diri sendiri. Mungkin ada hal yang juga perlu diperbaiki dari dalam diri anda. Walaupun jalannya melalui cara yang tidak menyenangkan.

Berpikiran positif terhadap apa yang terjadi dan terhadap diri sendiri

Berkaitan dengan poin ketiga, masalah akan selalu ada dalam hidup. Kedatangannya bisa saja sebagai teguran maupun sebagai cobaan. Jangan biarkan diri terus menerus terpuruk oleh penilaian dan prasangka buruk orang lain. Jadikan hal ini sebagai cambuk dalam upaya memperbaiki kualitas diri secara berkesinambungan. Ikuti kegiatan yang memberikan dampak positif bagi anda. 

Abaikan suara-suara sumbang yang terlalu mengganggu dan tidak berdasar.

Apabila anda sudah melakukan segala upaya terbaik, anda bisa mempertimbangkan untuk mengabaikan saja segala bentuk kebohongan, gosip, fitnah, dan yang sejenis lainnya. Mungkin masalahnya bukan pada anda, tapi pada orang-orang dengan tanda kutip tersebut. Ingat! Ada pepatah yang mengatakan "Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu" dan "Tong kosong nyaring bunyinya".

Mempertimbangkan jalur hukum

Untuk kasus tertentu yang sudah terlalu mengusik ketenangan dan semakin tidak terkendali, sehingga mendatangkan kerugian yang cukup besar, ada baiknya anda mulai melirik penggunaan jalur hukum. Anda bisa berkonsultasi dengan pihak resmi yang berkompeten dalam bidang ini untuk mendapatkan solusi yang terbaik.

Percaya pada kekuatan doa.

Berusaha dan berdoa, adalah kunci. Usaha tanpa doa adalah kesombongan, dan doa tanpa usaha adalah sia-sia. Sebagai makhluk yang banyak kelemahan dan kekurangan, sudah mutlak kita tidak akan sanggup melawan semua gangguan dan menyelesaikan semua masalah sendirian. Andalkan dan mohonlah bantuan kepada Yang Maha Kuasa. Tak ada gunanya berharap pada manusia dan apapun selain Allah, karena seringkali hanya menimbulkan kekecewaan dan tidak maksimal. Ikhlaskan dan serahkan saja kepada Yang Maha Kuat untuk memberikan didikan yang paling tepat bagi orang-orang yang suka mempersulit hidup orang lain. Dengan demikian, hati kita jadi lebih tenang serta energi dan waktu juga tidak terbuang percuma. Kita bisa mengerjakan hal lain yang lebih berguna.

Semoga semua tips tersebut bisa memberikan manfaat dan pencerahan bagi kita bersama, terutama saat kita menghadapi masalah seperti yang diuraikan di atas. Tetap semangat dan pantang menyerah!