Showing posts with label A Brief Thought. Show all posts
Showing posts with label A Brief Thought. Show all posts

Sunday, 19 July 2026

Owning a Home or Renting One?

Each country has its own trend in occupying the home ownership. Some of the citizens may tend to rent it, while others choose to own it. It could depend on the majority's needs, situation, and the condition of the country itself.

The people who choose to buy or build their homes may feel safer if the home belongs to their private property. They will only think about how to spend the money in their early years, and then it will be theirs forever. So, they have the possibility to enjoy their old age in their own home peacefully without worrying about how to pay the rent, because as we know in common, people aged more than 55 will prepare to welcome their retirement period of work. Therefore, they need to spend it wisely with the limited income. And the other advantage is that they have more freedom in expressing their home design creativity based on their wants, needs, and passions. Sometimes, owning a home can be a symbol that you are a permanent resident in that country. It is a representation that you will live in and work in the country for your lifetime. If you have a plan to have more than one home, sometimes they will be good property assets for your future income.

It doesn't mean that choosing to rent a home is a bad choice because these people can get a lot of benefits, too. Having different views by moving into different rented homes, if you get bored with the environment, can give you a new mood booster, perhaps, or choosing the closest distance of a rented home to the workplace is not a bad choice, because at least, you can save more money on transportation. Considering that you only stay in a certain country for a temporary job, it will be better for you to rent a home rather than own one.

Each choice not only has good impacts but also negative ones. By owning a home, you are hoping to be more creative in creating a comfortable situation for yourself. Unlikely for you to move easily many times anytime you have trouble with your surroundings. 

On the contrary, renting a home doesn’t mean you have fewer problems. You have to prepare your money well for paying the rent cost, and be ready if the host wants to cut the rental time at any time.

Whatever you choose for living in a home has its own consequences. Think deeply before you prefer to rent or own a home by listing your condition, including the impacts.

(This opinion was written by DYH7 and expressed in this blog is based on my work completed as part of my English language course.)

Saturday, 11 April 2026

Beda Generasi? Masalah?


Belakangan ini sering terdengar ucapan-ucapan yang menyangkut pautkan tingkah laku seseorang dengan perbedaan generasinya. Contohnya: "Ih, Boomers ya? Pantas saja" atau "Kami tuh gen Z, lebih unggul, lebih melek teknologi", sementara yang lainnya "Kami gen Millenial lebih tahan banting". Ada juga yang bilang "Kita gen X, sudah merasakan semua, lebih duluan tahu."

Terus terang, beberapa ungkapan-ungkapan ini ada yang bersifat netral namun tak jarang pula ada yang memunculkan kebanggaan yang absurd, dan menuju ke penghinaan, bahkan berakhir dengan gesekan dan pertengkaran. Untuk komentar yang bersifat informatif dan netral, sepertinya tidak ada masalah. Namun, untuk yang sedikit-sedikit berbangga dan menghina dengan membawa atribut perbedaan generasi ini, dapat ilmu dari mana dan keuntungan apa ya? Apakah dengan meng-claim bahwa kita dari generasi tertentu, lalu bisa dipukul rata bahwa kelakuan kita sama dan bisa dijadikan alasan buat "menghujat" atau "memaklumi" seseorang secara personal? Sepertinya tidak bukan? Dan terdengar tidak adil juga buat yang lain. 

Perbedaan kondisi lingkungan pada rentang masa tertentu secara umum bisa saja ikut mempengaruhi sikap dan perilaku manusia yang hidup pada era tertentu. Namun kita juga tidak bisa mengesampingkan hal lain yang peranannya bisa saja lebih besar, contohnya: pola asuh lingkungan keluarga, genetik, dan lain-lain faktor yang lebih komplek. Rasanya terlalu dangkal kalau kita menilai seseorang, baik itu dari sisi kelebihan dan kekurangannya hanya dengan melihat dia dari generasi mana. Walaupun ada pembelaan yang berdalih "Bercanda" dalam pembicaraan hujat-menghujat yang suka membawa alasan generasi ini, saya pribadi sangat risih dan tidak nyaman mendengarkannya. Rasanya tidak perlulah terlalu sering bercanda dengan bahan "Garing" dan berpotensi menimbulkan perpecahan seperti ini.

Perlu kita sadari, perbedaan generasi tersebut dibuat tentunya bukan untuk menjadi dasar penghakiman dari perilaku seseorang. Dengan adanya kelebihan dan kekurangan masing-masing generasi, pengelompokan ini diharapkan akan lebih ke mempermudah bagi pihak yang membutuhkan untuk mengoptimalkan potensi yang ada dan menanggulangi kekurangan yang muncul secara umum. Perlu diingat sekali lagi, secara umum. Untuk hasil pengamatan secara individu, tentu akan lebih detail lagi pertimbangan dan analisa yang dilakukan. Jadi, alangkah tidak bijaknya kalau kita menjadikan alasan generasi sebagai kriteria untuk menganggap value kita lebih baik dari generasi lainnya. Apa salahnya kalau kita saling bergandengan tangan untuk melengkapi kelebihan dan memperbaiki kekurangan masing-masing. Toh, yang paling utama adalah meningkatkan kualitas diri kita sendiri agar tetap berfungsi dengan maksimal dan bermanfaat bagi sesama. Jangan sampai kita menjadi pemicu konflik yang sebenarnya tidak perlu ada ini.

Bahkan bagi kita umat muslim khususnya ada penjelasan dalam kitab suci Al Qur'an yang melarang untuk kita untuk mengolok-olok sesama manusia, apalagi bersifat sombong terhadap sesama makhluk Allah. Oleh karena itu, yuk bisa yuk kita membenahi cara pandang dan sikap kita semua supaya lebih open minded untuk masa depan bersama yang lebih baik. 

Thursday, 2 April 2026

Looking for a Peaceful Part Inside Us



Sometimes we need to take a deep breath to rethink anything that has happened to us. It seems that some problems need us to pay more attention, while others need more time to be analyzed. On the other hand, you also need to keep your feelings neutral and normal. Who said it was easy? not really. Then, who will support you? My God. I have nothing to do but pray. 

Don't let the problems play too hard and too long in your mind. At least speak to someone whom you can trust. Calm yourself by finding an easy, comfortable corner to avoid being annoyed by people's noise. Do something that really releases your mind and feelings. Writing, reading, sleeping, or even just sitting still somewhere you like, and being absent-minded. Just ignore all the routines for a moment. Try to explain to your family that you need a little bit "Me Time." 

Don't push yourself too hard that you have to be always strong to face all of life's challenges. We are human. It's very natural and humanistic if we need others' help sometimes to ease our difficulties. Or if you choose to share your mind with someone, just remember one thing: make sure that he or she is the right one. Not someone who will cause new troubles in your life. Find the one who can show empathy to you, not someone who will make fun of your problems.

Life goes on. Learn from the storm. It comes and goes in turn. All the mess will be organized again, though you need more time.

A Note of Feeling
by DYH7



Wednesday, 2 July 2025

Butuh atau Tidak?


Beberapa orang datang dan pergi begitu mudah dalam hidupmu.
Bukan karena peduli padamu.
Namun lebih karena masalah butuh atau tidak akan dirimu.

(A brief thought by DYH7)

“Some souls drift into your life like whispers on the wind, and just as quietly, they leave.
Not out of care or tenderness,
but simply because they needed you once—
and no longer do.”

(The brief thought is interpreted by using AI)

Monday, 19 May 2025

Gangguan


Apakah anda pernah punya pengalaman menghadapi orang yang arogan dan suka menilai sesuatu sesuka hatinya, bahkan menyebarkan penilaiannya yang tidak jelas tersebut kepada orang lain? Dan konyolnya lagi, ada orang yang langsung percaya begitu saja dengan orang-orang tukang fitnah yang suka membawa kabar angin tidak jelas ini, tanpa konfirmasi ataupun mencari data terlebih dahulu.
Bagi anda yang pernah bertemu dengan makhluk seperti ini, tentu dongkolnya luar biasa. Karena tidak jarang mereka menimbulkan kerugian moril maupun materil terhadap orang yang dijadikan korban. Lalu bagaimana kita menghadapi orang bermasalah seperti ini? Mari kita coba beberapa langkah berikut ini:

Tetap melakukan yang terbaik

Yakinkan diri anda untuk tetap berada di jalur yang benar dan melakukan hal yang terbaik. Pastikan anda tidak membuat kesalahan yang bertentangan dengan agama, aturan, serta norma dan nilai. Tidak perlu terlalu fokus dengan gangguan dari orang-orang menyebalkan seperti itu, sehingga membuat anda kehilangan konsentrasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan dalam berkarya, karena apabila demikian, anda hanya akan mengalami banyak kerugian dan kemunduran. Tentunya pihak yang tidak sejalan dengan anda akan semakin senang melihat kondisi anda yang seperti itu. Percayalah bahwa benar adalah benar dan salah adalah salah. Sesungguhnya mereka tidak akan pernah tertukar, apabila kita melihatnya dengan segenap rasa dan pikiran yang jernih.

Interaksi bermutu

Sedapat mungkin hindari banyak berinteraksi dengan orang yang berpotensi hanya akan menimbulkan masalah dalam hidup anda. Kalau perlu keluar dari lingkungan yang tidak sehat tersebut demi kesehatan lahir dan batin anda. Namun, apabila menghindar sudah tidak bisa dilakukan, cukup lakukan interaksi seperlunya saja, dan tetap waspada dengan segala kemungkinan, sehingga anda bisa punya solusi apabila sewaktu-waktu orang tersebut menjadi sumber masalah untuk anda.

Selalu berwawasan terbuka

Tidak ada satupun yang sempurna di dunia ini. Setidaknya anda mendapatkan pengalaman dalam menghadapi orang-orang tersebut. Pengalaman akan memperkaya wawasan anda, bahkan membuka ruang untuk melakukan refleksi terhadap diri sendiri. Mungkin ada hal yang juga perlu diperbaiki dari dalam diri anda. Walaupun jalannya melalui cara yang tidak menyenangkan.

Berpikiran positif terhadap apa yang terjadi dan terhadap diri sendiri

Berkaitan dengan poin ketiga, masalah akan selalu ada dalam hidup. Kedatangannya bisa saja sebagai teguran maupun sebagai cobaan. Jangan biarkan diri terus menerus terpuruk oleh penilaian dan prasangka buruk orang lain. Jadikan hal ini sebagai cambuk dalam upaya memperbaiki kualitas diri secara berkesinambungan. Ikuti kegiatan yang memberikan dampak positif bagi anda. 

Abaikan suara-suara sumbang yang terlalu mengganggu dan tidak berdasar.

Apabila anda sudah melakukan segala upaya terbaik, anda bisa mempertimbangkan untuk mengabaikan saja segala bentuk kebohongan, gosip, fitnah, dan yang sejenis lainnya. Mungkin masalahnya bukan pada anda, tapi pada orang-orang dengan tanda kutip tersebut. Ingat! Ada pepatah yang mengatakan "Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu" dan "Tong kosong nyaring bunyinya".

Mempertimbangkan jalur hukum

Untuk kasus tertentu yang sudah terlalu mengusik ketenangan dan semakin tidak terkendali, sehingga mendatangkan kerugian yang cukup besar, ada baiknya anda mulai melirik penggunaan jalur hukum. Anda bisa berkonsultasi dengan pihak resmi yang berkompeten dalam bidang ini untuk mendapatkan solusi yang terbaik.

Percaya pada kekuatan doa.

Berusaha dan berdoa, adalah kunci. Usaha tanpa doa adalah kesombongan, dan doa tanpa usaha adalah sia-sia. Sebagai makhluk yang banyak kelemahan dan kekurangan, sudah mutlak kita tidak akan sanggup melawan semua gangguan dan menyelesaikan semua masalah sendirian. Andalkan dan mohonlah bantuan kepada Yang Maha Kuasa. Tak ada gunanya berharap pada manusia dan apapun selain Allah, karena seringkali hanya menimbulkan kekecewaan dan tidak maksimal. Ikhlaskan dan serahkan saja kepada Yang Maha Kuat untuk memberikan didikan yang paling tepat bagi orang-orang yang suka mempersulit hidup orang lain. Dengan demikian, hati kita jadi lebih tenang serta energi dan waktu juga tidak terbuang percuma. Kita bisa mengerjakan hal lain yang lebih berguna.

Semoga semua tips tersebut bisa memberikan manfaat dan pencerahan bagi kita bersama, terutama saat kita menghadapi masalah seperti yang diuraikan di atas. Tetap semangat dan pantang menyerah!

Wednesday, 30 April 2025

Efforts





When you walk certain paths, it's not as simple as you think. You may assume you are doing your best for the others, but it might be invisible for them.
Most people don't look at the process. They don't give you a chance to explain the reason. They don't trust you enough to listen to your reasons. Even worse, they blame you for the imperfect things. Even for the things that you thought as the best efforts to please them. They are only focus on the results.
That's the contrary facts they did when they talk about respecting the process. It feels a little bit unfair for you to go through this way, but you have to move forward. Don't let the troubles stop and block your way. Strengthen yourself that you are worthy to reach your aspirations.

Saturday, 7 December 2024

Allah the Almighty

A beautiful and lovely day.

Full of love and blessing.

The deepest gratitude expressed 

To Allah the Almighty.

Saturday, 27 July 2024

Refleksi


Refleksi adalah hal yang mudah untuk diucapkan, untuk ditulis dalam rangkaian kata-kata. Tapi cukup sulit untuk dipahami dan dilakukan dengan benar serta ikhlas oleh sebagian orang.

Saturday, 20 July 2024

An Effort


I'm probably not the best, but I always try to do my best to be better.

Menerima Kekalahan


Sebuah kekalahan, adalah hal yang terdengar biasa namun tidak menyenangkan rasanya bagi orang yang mengalami. Siapa yang ingin kalah? Tentu tidak ada. Apalagi jika kekalahan tersebut terjadi dalam hal yang benar-benar kita inginkan, dan berkali-kali. Sudah pasti rasanya mengecewakan dan menyedihkan. Namun hidup ini tidak akan pernah terlepas dari perihal kalah dan menang. Dikalahkan atau mengalahkan. Sulit untuk menerima kekalahan, adalah hal yang manusiawi. Namun bukan berarti perasaan itu tidak bisa kita antisipasi. 

Secara harafiah, kalah diartikan sebagai tidak menang atau dalam keadaan tidak menang (dalam perkelahian, perang, pertandingan, pemilihan, dan sebagainya); dapat diungguli lawan; kehilangan atau merugi karena tidak menang; tidak lulus (dalam ujian), tidak menyamai; kurang dari; tidak sebesar; tidak sekuat. 

Ada dampak dari kekalahan yang ditimbulkan bagi seseorang. Beberapa diantaranya berupa hal-hal berikut ini:

Rasa marah, malu, sedih dan kecewa yang mendalam sehingga membuat orang tersebut terus-menerus memikirkan kekalahannya dan menjadi kehilangan semangat serta motivasi dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Hal ini bisa saja terjadi karena orang yang mengalami kekalahan itu, menaruh harapan yang cukup besar terhadap apa yang dia kejar. 

Pada tahap yang lebih mengkhawatirkan, perasaan yang tidak menyenangkan itu terus berlanjut hingga menimbulkan gangguan kesehatan mental dan fisik mulai dari yang ringan hingga berat. Rasa kecewa dan sedih yang terus berlanjut dan tidak bisa diatasi sendiri, bisa saja berpotensi memunculkan rasa stress, depresi, dan lain-lain yang secara langsung juga tidak bagus untuk kesehatan fisik. Karena pikiran yang tidak sehat bisa menimbulkan gangguan terhadap banyak fungsi tubuh.

Selain itu, rasa penolakan terhadap kekalahan juga bisa menumbuhkan sudut pandang negatif dalam banyak hal. Seseorang yang terlalu sedih dan kecewa bisa saja mulai apatis dan apriori dalam menyikapi situasi disekitarnya. Sehingga apapun kesempatan yang ada didepannya akan dilewatkan begitu saja dikarenakan cara pandangnya yang terlanjur menjadi pesimis. Sudah tentu hal ini akan merugikan diri sendiri. Menghilangkan kemungkinan untuk meraih sebuah bentuk kemajuan yang berbeda dari kesempatan yang terlewati tadi. Sejatinya kita tidak pernah tahu, dibagian waktu yang mana, masa bersinar itu akan datang.

Sikap pesimis dan penuh pikiran negatif akan ikut mempengaruhi sosialisasi seseorang terhadap orang disekitarnya. Bukan tidak mungkin bila orang yang demikian itu akan membangun tembok untuk sebuah bentuk perubahan positif yang dinamis. Keadaan seperti ini akan menyulitkan orang tersebut untuk ikut berperan aktif dalam kegiatan kelompok ataupun bermasyarakat yang membutuhkan kerjasama, semangat juang tinggi, wawasan terbuka, rasa optimis, dan lapang dada untuk menerima kegagalan.

Ada beberapa cara yang bisa dijadikan solusi untuk mengatasi dampak dari sebuah pengalaman dalam menghadapi kekalahan. Pertama-tama ambil waktu yang cukup untuk menenangkan diri. Gunanya agar emosi negatif yang muncul saat menghadapi kekalahan, dapat dikendalikan sehingga tidak memperburuk keadaan. Bila perlu, pelajari teknik relaksasi untuk mengurangi ketegangan mental dan fisik.

Lalu yakinkan diri bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya dan bukan pula harga mati yang menurunkan standar kualitas diri secara mutlak. Selagi ada waktu untuk memperbaiki semuanya, tetaplah berusaha dengan sebaik-baiknya.

Berikutnya adalah menggali kesadaran bahwa hidup itu seperti roda. Kadang di atas, kadang dibawah. Seperti cuaca, kadang mendung, kadang cerah. Layaknya badai, akan berlalu, walaupun sudah pasti ada bekasnya. Itulah salah satu siklus dalam drama kehidupan. Mau tidak mau, suka tidak suka akan dialami oleh semua orang. Walau bentuknya berbeda-beda. Kendati sulit, mari mencoba menghadapi dengan besar hati dan lapang dada. Demikian juga dengan kekalahan dan kemenangan, tidak ada yang selamanya. Sesudah kesulitan ada kemudahan. Semua yang ada di dunia ini adalah fana. Yang artinya, semua berubah dan berganti. Tidak ada satu kebetulanpun dimuka bumi ini. Segala sesuatunya akan saling berkaitan dan melengkapi. Mungkin "Bintang kemenangan" belum menjadi milik kita saat ini, mungkin ini belum waktu yang tepat menurut Yang Maha Kuasa dan bukan hal yang terbaik untuk kita. Mungkin kita masih akan punya kesempatan. Jangan sampai kita berburuk sangka berkelanjutan sehingga tidak mau lagi mengambil kesempatan baik yang singgah di depan mata. Alangkah ruginya diri sendiri apabila hal itu sampai terjadi, karena siapa tahu, dari sekian banyak kesempatan itu, ternyata ada yang menjadi milik kita. Selalu berusaha yang dibarengi oleh doa, sebagai penguat hati yang dilandasi oleh rasa yakin terhadap bantuan Yang Maha Kuasa. Perbanyak ibadah dan adukan semua kegalauan hanya kepada Tuhan.

Selanjutnya adalah mencari teman diskusi yang tepat dan bisa dipercaya. Bercerita dengan lepas, didengarkan, dan berdiskusi bisa menjadi sedikit "obat" yang melegakan hati. Karena dengan bercerita kepada orang yang tepat, setidaknya dapat membantu mengurangi beban perasaan. Ide dan sudut pandang yang diberikan oleh orang yang dijadikan tempat curahan hatipun kemungkinan akan membuka pikiran kita menemukan banyak cara yang lebih baik untuk jalan keluar permasalahan. Anggota keluarga bisa dijadikan pilihan yang utama sebagai teman cerita. Mulai dari ayah, ibu, pasangan hidup, anak, atau siapapun anggota keluarga yang bisa menjadi pendengar dan memberikan pendapat yang bersifat empati, netral, dan logis untuk perasaan yang sedang galau. Mengapa anggota keluarga? Tak lain dan tak bukan adalah untuk lebih menjaga privasi.

Selain itu, menyibukkan diri dengan melakukan aktivitas positif yang menyenangkan juga bisa dijadikan pilihan untuk sedikit melupakan rasa kecewa akan kekalahan, salah satu contohnya adalah dengan menekuni hobi yang selama ini tertunda oleh kesibukan. Pikiran bisa jadi rileks dan kita mendapatkan kesenangan dari hobi tersebut. Bahkan pada beberapa orang, menekuni hobi malah bisa mendatangkan keuntungan baru dalam bidang finansial, karena dari hobi tersebut, bisa dijadikan ladang bisnis yang cukup potensial apabila dilakukan dengan serius.

Layaknya manusia yang tidak sempurna, momen kekalahan juga bisa dijadikan sebagai salah satu waktu untuk melakukan refleksi terhadap diri sendiri. Belajar dari kekalahan yang dirasakan, tidak ada salahnya kita mengkaji dengan jujur, apa saja yang perlu diperbaiki dari diri kita. Refleksi itu kelak bisa menjadi salah satu pijakan untuk memperbaiki kualitas diri. Kendati demikian, ada baiknya refleksi dilakukan secara berkala, bukan hanya disaat susah, namun juga disaat senang. Tujuannya agar kita lebih mengenali kelebihan dan kekurangan yang ada dalam diri, sehingga bisa mengatur strategi yang tepat sasaran, efektif, dan efisien dalam mencapai apa yang menjadi cita-cita secara gemilang.

Alternatif solusi pada tahap yang lebih lanjut adalah mencari bantuan profesional. Saat kondisi mental sudah terasa sangat sulit untuk diatasi dan menimbulkan banyak gangguan psikis maupun fisik, serta gangguan terlaksananya peran diri pribadi sebagai anggota masyarakat, sangat dianjurkan sekali untuk segera memperoleh bantuan profesional dari tenaga ahli yang mumpuni dalam bidang tersebut. Dalam hal ini adalah para psikolog dan psikiater. Saat ini sudah banyak layanan tersebut disediakan baik oleh pemerintah maupun swasta. Tidak perlu merasa ragu atau khawatir, apalagi sekedar takut dengan pandangan orang lain, untuk berkonsultasi dengan para ahli karena mereka sudah pasti memahami cara memberikan bantuan secara ilmiah. Bantuan profesional seperti ini akan sangat membantu memulihkan dan menstabilkan kondisi mental seseorang. Namun perlu diingat bahwa pengobatan seperti ini butuh kesabaran, komitmen, dan optimisme supaya hasilnya bisa maksimal.

"Being defeated is often a temporary condition. Giving up is what makes it permanent." - Maryln Vos Savant

Dari quote tersebut, kita bisa memotivasi diri supaya tidak menyerah dalam menghadapi kekalahan. Terus mencoba karena kita tidak pernah menyangka kemenangan seperti apa yang akan menjadi milik kita nanti. Terpuruk dan selalu menangisi kekalahan secara berkepanjangan hanya akan menghambat langkah menuju kemenangan. Terus lakukan yang terbaik dan serahkan hasilnya kepada Yang Maha Kuasa. Apapun hasilnya, terimalah dengan ikhlas sebagai takdir yang diberikan. Ikhlas akan membuat hidup terasa lebih ringan. Kita akan mendapatkan yang terbaik sesuai dengan apa yang kita butuhkan. 

Tetap semangat dalam meraih kemenangan!

Saturday, 18 November 2023

Selamat Hari Ayah


Tanggal 12 November 2023, ramai saya lihat orang-orang memposting tentang hari ayah. Macam ragam ucapan yang dan panggilan yang saya baca: Selamat Hari Ayah, Happy Father's Day, Ayah adalah pahlawan, Papa, Abi, Daddy, dan lain-lain. Ada yang menyampaikan dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan lainnya.

Hati saya merasa tergelitik untuk menulis sesuatu yang berkaitan dengan hari ayah ini. Ayah buat saya adalah sosok yang selalu di hati tentunya. Dengan bagaimanapun situasi dan kondisinya. Ayah saya sudah cukup lama wafat. Yang bisa saya lakukan saat ini adalah mengirimkan Al Fatihah dan doa untuk Ayah. Saya sayang Ayah apa adanya.

Saturday, 12 August 2023

Kecenderungan


Ketika hati nurani, akal, dan rasa kemanusiaan mulai dikalahkan oleh satu pertimbangan yang hanya didasarkan pada kebutuhan pribadi saja, maka muncullah kedzaliman dan keegoisan.

Wednesday, 26 July 2023

Kehadiran


Saat hadirmu hanya dianggap angin lalu oleh orang-orang yang tidak pernah tahu bagaimana sesungguhnya kau berjuang dibalik layar, maka ikhlas dan ceritakan saja kepada Tuhanmu. Biar Yang Maha Kuasa memberikan jawaban terindah pada waktu yang tepat. Cukup nikmati saja prosesnya dengan sabar, walaupun tidak mudah dan tetap semangat melakukan usaha terbaik.

Thursday, 22 June 2023

Libur Telah Tiba


Libur telah tiba,

Libur telah tiba,

Hore, hore, hore,

Demikian sepenggal lirik lagu "Libur Telah Tiba" yang pernah dipopulerkan oleh penyanyi Tasya. Jika kita ikuti lirik lagu ini dengan lengkap, isinya menggambarkan kegembiraan seorang anak menyambut libur sekolah. Tak pelak lagi libur memang mendatangkan kebahagiaan bagi anak-anak sekolah. Bahkan bagi guru dan orang dewasapun sekalipun, kata libur itu identik dengan gambaran "bersenang-senang" pada umumnya. 

Di saat libur, anak-anak merasa lebih bebas bermain bersama teman, karena tidak ada kewajiban untuk bangun pagi (bagi yang sholat Subuh, tetap harus bangun subuh dulu ya) dan berlanjut dengan rutinitas berangkat ke sekolah. Tidak ada tugas yang seolah-olah memanggil-manggil untuk diselesaikan selama libur. Mereka bisa jalan-jalan ke tempat wisata bersama orangtua (saat orangtua sedang tidak masuk kerja), berkunjung ke rumah kakek dan nenek serta sanak saudara, dan lain-lain. Kalaupun tidak jalan-jalan, paling tidak bisa rebahan dan santai di rumah lebih banyak. Tentunya semua aktivitas yang tidak rutin itu memberikan warna kesegaran yang berbeda dari hari-hari biasa. Pokoknya libur itu adalah masa yang paling ditunggu-tunggu bagi sebagian besar anak sekolah.

Lalu apa saja contoh aktivitas yang bisa dilakukan selama liburan? Yuk, kita coba telusuri satu per satu.

Bermain bersama teman

Yang namanya bermain bersama teman sudah tentu seru. Bisa tertawa bersama dan bercanda sepuasnya. Rasanya lebih semangat kalau main bareng dengan teman, apalagi teman yang satu frekuensi dengan kita. Kita bisa coba cari permainan yang sifatnya positif, kreatif, dan menghibur. Bisa berupa olahraga bersama atau mungkin bikin permainan baru yang menarik. Manfaatnya, selain badan jadi lebih sehat, kita juga jadi lebih semangat, aktif, dan diharapkan jauh dari kata lesu.

Rekreasi

Nah, buat kamu yang ingin rekreasi atau jalan-jalan selama liburan, kamu bisa coba untuk cari data serta informasi yang valid dulu tentang tempat yang akan kamu tuju. Kenali tempat tujuanmu dengan lengkap. Rancang perjalanan kamu sebaik-baiknya dengan cara menyusun daftar yang berkaitan dengan hal berikut ini:

  • Siapa saja yang akan ikut dengan dirimu.
  • Minta izin dari orangtua.
  • Kapan waktu perjalanannya.
  • Dengan kendaraan apa.
  • Barang apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum, selama, dan sesudah perjalanan.
  • Persiapan biaya selama perjalanan (transportasi, konsumsi, penginapan, dan lain-lain).
  • Nomor kontak yang bisa dihubungi dengan cepat, baik oleh dirimu maupun keluarga dan kenalanmu.

Persiapkan perjalananmu seaman dan senyaman mungkin, sehingga kamu bisa benar-benar menikmatinya.

Menambah Ilmu Baru

Beberapa orang ada yang memanfaatkan waktu liburan dengan belajar hal-hal baru. Mungkin selama masa sekolah atau bekerja, kegiatan ini tidak sempat dilakukan lantaran kesibukan yang lumayan menggunung. Jadi, selama liburan, aktivitas berburu ilmu pengetahuan tentang hal yang kamu minati bisa dijadikan alternatif pilihan yang berbeda. Tentunya pastikan ilmu yang kamu pelajari memberi manfaat baik bagi dirimu dan kalau bisa bagi orang di sekitarmu juga.

Entrepreneurship

Berlibur dan menghasilkan uang? Kenapa tidak? Bisa saja kamu coba untuk membuka usaha kecil dan sederhana selama libur. Kamu bisa ajak keluarga atau teman untuk bergabung bila kamu butuh partner untuk menjalankan usahamu tersebut. Jenis usaha yang dipilih bisa disesuaikan dengan waktu libur serta hobi atau kesenangan. Jangan lupa persiapkan modal serta segala sesuatu yang dibutuhkan untuk usaha dengan apik. Hitung-hitung kamu sudah mulai belajar sedikit-sedikit jadi seorang entrepreneur dari sekarang. Siapa tahu nanti, bisa dikembangkan jadi lebih besar dengan pengalaman yang sudah kamu miliki ini. Kerenkan kedengarannya!

Kegiatan Sosial

Mengisi liburan dengan membantu sesama manusia yang membutuhkan. Apakah kamu sudah pernah coba? Kalau belum, sepertinya ini saat yang cukup tepat untuk memulai. Seperti biasa kalau kamu belum terlalu PD buat menjalani sendiri, kamu bisa ajak keluarga atau teman untuk melakukan kegiatan bersama. Lantas, apa kegiatan sosial yang bisa dilakukan? Tidak perlu muluk-muluk langsung ingin mendirikan yayasan sosial secara tiba-tiba (yah, kalau kamu mampu, tidak masalah juga). Kamu bisa mulai dengan mengumpulkan buku bacaan atau pelajaran yang layak baca, lalu memberikan kepada orang yang membutuhkan, atau membantu mengajar adik-adik kecil yang kurang beruntung dalam hal pendidikan, ikut membantu di panti jompo selama beberapa hari, atau menggalang kegiatan bersih lingkungan di sekitar tempat tinggalmu. Manfaat yang dapat kita rasakan adalah jadi lebih peka terhadap keadaan dan kondisi di sekitar kita, terutama terhadap sesama manusia. Kita jadi sadar bahwa masih banyak orang yang membutuhkan bantuan dari sesama manusia. Selain itu, dengan melakukan kegiatan sosial, kita jadi lebih bersyukur terhadap apa yang sudah diberikan Allah.

Ternyata banyak juga pilihan kegiatan selama liburan. Dengan demikian liburan kita diharapkan jadi tidak monoton. Kita bisa coba satu atau lebih dari contoh kegiatan-kegiatan tersebut, atau bahkan kegiatan lain yang tidak kalah menarik dari apa yang belum dibahas di atas. Yang penting, pastikan kamu melakukan kegiatan yang berdampak baik buat dirimu dan masyarakat, tidak melanggar aturan agama dan sosial, serta menyenangkan untuk kamu jalani. Selamat berlibur, happy holiday

Friday, 9 June 2023

Memaknai Istilah "Senggol Bacok"


"Senggol Bacok" sebuah istilah yang kadangkala kita dengar saat seseorang menggambarkan perasaannya yang sedang tidak ingin diganggu karena terlalu sibuk dan fokus dengan sebuah hal yang menuntut perhatian penuh serta harus diselesaikan dalam tenggat waktu yang sangat terbatas. Ibarat kata, trigger sedikit saja dalam situasi tersebut, seseorang bisa serasa disulut emosinya ke ubun-ubun, sehingga apapun dan siapapun yang ada di dekatnya akan rentan terkena imbasnya. Tentunya bila sebagai orang yang melihat situasi tersebut, saya merasa kurang nyaman. Ya, takut kena dampaknya juga. Khawatir sedikit saja melakukan hal yang dipandang salah, bisa kena getahnya langsung. 

Saya pribadi mungkin pernah melakukan hal itu. Apa daya, saya adalah seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan dan kekhilapan. Namun seiring waktu, saya pikir-pikir dan rasa, jelas-jelas saya sendiri merasa tidak suka kalau jadi korban dari istilah tersebut. Tentunya orang yang ada di posisi itu juga sama perasaannya. Nah, sekarang, bagaimana kalau dibalik? Saya jadi orang yang melakukan. Masa iya, tiap ada situasi yang urgent, saya harus menambah satu musuh. Sementara kita tahu bahwa yang namanya hidup pasti ada masalah. Lah, kalau tiap ada masalah melakukan "senggol bacok", harus berapa banyak musuh dan orang-orang yang tidak suka dengan kita akan tercipta?

Memang tujuan hidup bukan mutlak untuk membuat orang lain jadi senang dengan kita. Tapi, setidaknya musuh jangan dicari, bertemu pantang dielakkan. Dalam artian, sangat perlu sekali setiap individu untuk melakukan evaluasi dan refleksi terhadap diri sendiri. Bila kita sendiri tidak nyaman diperlakukan seenaknya, orang lain yang sesama manusia tentu juga merasakan hal yang sama. Bahkan hewanpun tidak mau diperlakukan seenaknya. Kucing di rumah saya bahkan paham lho! Dia hanya mau mendekat dengan orang-orang yang menyayanginya. 

Sejujurnya saya belum bisa menerima prinsip "Senggol Bacok" ini. Entah karena saya yang semakin tua, sehingga makin malas buang-buang energi hanya untuk marah-marah. Hitung-hitung menjaga tensi supaya tetap normal. Saya juga bertekad dan ingin berusaha, kalau sedang banyak urusan, lebih baik fokus dengan urusan itu saja. Kalau terasa lelah, ambil waktu untuk menyendiri, merenung sebentar sampai tenang, atau dibawa tidur saja. Untuk meluapkan emosi, saya pilih ngomel sendiri atau curhat dalam bentuk tulisan untuk saya pribadi. Karena dalam pikiran saya, kalau seseorang sudah merasa tersinggung karena perihal "Senggol Bacok" tadi, tentunya dalam hubungan sosialisasi ke depannya jadi ada sesuatu bentuk ingatan yang berbekas dalam pikiran baik bagi yang melakukan ataupun yang diperlakukan.

Dengan demikian, sebagai sesama manusia dan makhluk sosial, baiknya kita sama-sama menjaga emosi, pikiran, perkataan, tindakan, dan perasaan. Banyak hal yang berakhir dengan pertikaian, perselisihan serta permusuhan tanpa ujung hanya karena kita tidak mampu mengendalikan hal-hal tersebut. Sangat manusiawi sekali bila kita tidak suka atau marah dalam hal tertentu, tapi sedapat mungkin, kita upayakan menyampaikan rasa tidak suka atau kemarahan kita itu dalam bentuk yang lebih baik. Sehingga kita juga menemukan solusi yang sama-sama menenangkan semua pihak. Sulit? Ya, mungkin memang tidak mudah. Tapi tidak ada salahnya terus berusaha menjadi manusia yang lebih baik untuk diri kita dan orang-orang sekitar sebagai bentuk upaya kita menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Bukankah hidup dengan damai itu, jauh terasa lebih menyenangkan? 😊

Monday, 2 January 2023

Persiapan Setelah Libur: Kembali Masuk Kerja atau Sekolah


Seiring hadirnya tahun 2023, beberapa perusahaan dan sekolah seperti biasa memberikan waktu libur selama beberapa hari kepada para karyawan dan siswa. Pastinya liburan adalah salah satu hal yang paling ditunggu oleh sebagian besar orang mulai dari kanak-kanak hingga dewasa, karena dengan adanya waktu libur tersebut, tentunya sangat bermanfaat sekali untuk melakukan berbagai kegiatan sesuai kebutuhan kita masing-masing. Beberapa manfaat masa liburan diantaranya adalah sebagai berikut: 
  • Membuat pikiran jadi lebih santai hingga kelak lebih siap untuk kembali bekerja atau belajar di sekolah.
  • Kesempatan untuk memulihkan kondisi tubuh dengan cukup istirahat dan berolahraga secara lebih teratur.
  • Menjalin silaturrahim dengan sanak famili dekat ataupun jauh karena jadi punya kesempatan untuk saling berkunjung.
  • Punya waktu luang lebih banyak dengan keluarga inti sehingga bisa digunakan oleh setiap anggota keluarga inti untuk menjalin komunikasi yang lebih erat satu sama lain melalui kegiatan menyenangkan yang bisa dilakukan bersama.
  • Waktu yang tepat untuk menekuni hobi, bahkan jika memungkinkan mengembangkan hobi tersebut menjadi sebuah bentuk usaha tambahan.
  • Mengerjakan urusan yang masih tertunda karena selain di waktu libur, pastinya sibuk dengan urusan pekerjaan atau sekolah.
Lalu bagaimana jika masa libur sudah selesai dan harus kembali bekerja atau masuk sekolah? Apa saja persiapan yang perlu kita lakukan? Ada beberapa tips yang mungkin bisa dilakukan sebagai bentuk persiapan saat akan kembali masuk kerja maupun sekolah, yaitu:
  • Jika berlibur ke tempat yang jauh dari rumah, usahakan setidaknya sudah kembali berada di rumah 3 (tiga) hari sebelum masuk kerja/sekolah agar punya waktu cukup untuk istirahat pada hari pertama, bersih-bersih barang bawaan libur pada hari kedua, dan mempersiapkan kebutuhan masuk kerja/sekolah pada hari ketiga. Dengan demikian, kita jadi lebih well prepared saat bekerja atau belajar.
  • Lanjutkan kebiasaan baik yang sudah terbangun selama liburan, seperti olahraga, makan sehat, dan istirahat cukup. Sesuaikan dengan jam, situasi, dan kondisi kerja/sekolah agar semua berjalan lancar.
  • Cek kesehatan dan konsul dengan dokter sebelum masuk kerja/sekolah. Apalagi bila bepergian jauh dari rumah selama liburan. Dokter dapat memberikan solusi yang professional terhadap kondisi kesehatan seseorang. Tubuh yang sehat adalah anugerah yang tidak terhingga karena dengan tubuh yang sehat, setidaknya jadi lebih kuat, nyaman, dan leluasa untuk beraktifitas. Hal ini tentunya dapat meningkatkan performa kerja/belajar menjadi stabil bahkan lebih baik.
  • Bawalah barang-barang khusus sesuai kebutuhan masing-masing untuk menunjang kenyamanan kerja/belajar. Kebutuhan tiap orang pasti berbeda-beda saat mengerjakan sesuatu. Ada yang butuh kopi sehingga merasa perlu membawa thermos, ada yang butuh menghirup aroma therapy, alat sholat pribadi, cemilan sehat, dompet, kartu identitas, dan lain-lain. Jadi sebelum masuk kerja/sekolah, pastikan barang kebutuhan pribadi tersebut sudah masuk ke dalam tas kerja/sekolah, sehingga bisa lebih fokus dalam bekerja/belajar.
  • Cek kelengkapan kerja/belajar seperti seragam, laptop, handphone, name tag, alat tulis, dan lainnya berikut kondisinya agar siap pakai dan siap bawa pada hari kerja/sekolah.
  • Tinjau ulang agenda kerja/sekolah agar bisa mempersiapkan beberapa hal yang diperlukan pada hari pertama masuk kerja/sekolah setelah libur.
  • Susun daftar hal yang perlu dilakukan atau barang yang perlu dipersiapkan sebelum masuk kerja/sekolah agar mempermudah kita untuk memeriksa dan tidak lupa.
  • Tidur tidak terlalu malam dan bangun lebih pagi dari biasanya agar sempat melakukan rutinitas pagi dengan baik tanpa perlu terburu-buru dan tidak terlambat berangkat kerja/sekolah. Selain itu, tidur cukup membuat tubuh jadi lebih segar serta terhindar dari rasa kantuk saat bekerja/belajar. Tentu saja hal ini sangat penting untuk menjaga keselamatan dan kualitas kerja/belajar seseorang.
  • Bila ada dan memungkinkan, boleh membawa oleh-oleh liburan untuk orang-orang di lingkungan kerja/sekolah. Hal ini tidak bersifat wajib. Pilihlah oleh-oleh yang bisa dinikmati bersama dan sesuai dengan kemampuan serta keikhlasan si pembawa oleh-oleh, seperti makanan kecil atau apapun yang dirasa cocok dan pantas untuk dibagikan. Pastikan terlebih dahulu bahwa hal tersebut tidak melanggar aturan di tempat kerja/sekolah.
  • Awali kerja/belajar dengan niat yang benar dan doa agar pikiran jadi lebih positif dan pekerjaan/kegiatan pembelajaran berjalan lancar sesuai harapan.
Demikian beberapa tips untuk mengawali masa kerja ataupun sekolah setelah liburan, semoga bermanfaat. Selamat bekerja bagi yang bekerja dan selamat kembali ke sekolah bagi para pelajar. Semoga tahun 2023 ini menjadi awal yang lebih baik dan benar bagi kita semua. Aamiin.

Saturday, 31 December 2022

Manusia dan Kemampuannya


Manusia adalah makhluk yang memiliki keterbatasan. Salah satunya adalah keterbatasan berpikir. Sebagai manusia, adakalanya kita menemukan kesulitan dalam berpikir untuk menentukan langkah. Kita tidak pernah tahu pasti apakah langkah yang kita pilih setelah berpikir sedalam-dalamnya menurut perhitungan kita, mutlak akan membawa kebaikan dalam seluruh aspek kehidupan kita atau sebaliknya. 

Namun demikian, manusia hendaklah tidak serta merta menjadi pasrah dan diam menunggu apa adanya. Dengan memaksimalkan apa yang sudah dimiliki oleh seorang manusia, seperti kemampuan berpikir dan hati nurani, sudah selayaknya kita berjuang untuk kehidupan yang lebih baik. Curahkan semua akal pikiran, tenaga, perasaan untuk meraih apa yang kita inginkan. 

Tapi jangan lupakan satu hal. Manusia bisa saja merancang ini dan itu dari jauh-jauh hari, keputusan tetap di tangan Allah. Bisa saja, yang dijalani tidak sesuai rancangan awal manusia, tapi berjalan sesuai kehendak Allah. 

Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk makhluknya. Seringnya kita protes terhadap hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita, karena kita sebagai makhluk hanya melihat dari sudut pandang dan kemampuan kita yang terbatas tersebut. Sementara Allah Sang Maha Pencipta, mengetahui segala sesuatunya tanpa kecuali. Lalu bagaimana bisa kita yang banyak kelemahan ini, malah merasa tidak terima dengan keputusan-Nya. 

Oleh karena itu, berusahalah sebaik-baiknya dan berdoa sekuat-kuatnya. Mintalah petunjuk hanya kepada yang Maha Mengetahui. Jalankan apa yang menjadi kewajiban kita sebagai seorang makhluk. Apabila sesuatu terjadi di luar nalar kita, maka yang kita butuhkan adalah sabar, dan percaya, Allah memberikan yang terbaik untuk kita. 

Mungkin butuh waktu untuk memahaminya, dan akan lebih mudah untuk paham apabila kita terlebih dahulu ikhlas dan banyak melakukan introspeksi diri saat menjalani ketentuan Allah.

Saturday, 29 October 2022

Debu dan Bintang (tentang sebuah pengamatan)

Bagaimana bisa sebutir debu dibandingkan dengan bintang di langit. Terlihatpun tidak bila sendiri. Kalaupun banyak dan akhirnya terlihat, hanya akan dihapus, dibersihkan, karena dianggap kotor, tidak sehat, dan mengganggu pemandangan.

Sedangkan bintang-bintang, jauh di atas langitpun masih terlihat. Walau bintang terlihat jelas pada saat gelap malam menjelang. Bahkan bintang senantiasa digunakan dalam karya sastra untuk menggambarkan sesuatu yang indah dan cemerlang.

Tapi kenyataannya, bintang tak mungkin dijangkau tangan. Cukup ditatap dari kejauhan. Dikagumi dan dipelajari dari bumi. Yang ada didekat kita adalah debu. Debu yang seringkali tidak diinginkan kehadirannya.

Debu pasrah dan menerima jalannya. Tidak mungkin, dia bisa protes. Setidaknya debu masih bisa membantu manusia menjaga kebersihan. Kenapa? Karena manusia akan mulai bersih-bersih bila melihat keberadaan debu. Khususnya manusia yang suka menjaga kebersihan tentu saja. Dan tahukah kamu, bahwa debu yang suci sah digunakan untuk tayamun. 

Terlihat bukan, ternyata debu-pun memberikan manfaat dalam kehidupan manusia. Jadi hindarilah meremehkan sesuatu karena bisa jadi yang meremehkanlah yang masih kurang ilmunya akan hal tersebut.

Tuesday, 5 April 2022

Pujian

The Sun
in the sky

Terlalu banyak dipuji, kadang membuat kita mengawang-awang terlalu tinggi di langit, hingga lupa menapak ke bumi. 

Thursday, 2 July 2020

Life must go on


Life must go on. Kalimat ini tentunya sudah sering kita dengar dan lihat. Biasanya diucapkan oleh orang-orang yang tetap ingin menjalani hidup dengan optimis. Namun, pernahkah kita berpikir, sejauh mana kalimat ini memberikan pengaruh terhadap diri kita.

Ada satu masa, dimana kita perlu melihat jauh ke dalam diri sendiri. Apa yang sudah kita lalui, apa yang saat ini terjadi, dan apa yang akan kita hadapi di masa yang akan datang. Apapun yang terjadi di masa lalu, tidak akan pernah bisa dirubah lagi. Beberapa hal akan disesali, sedang yang lain hanya akan menjadi kenangan indah. Setidaknya masa lalu, masih bisa kita jadikan pengalaman yang memberi pelajaran berharga. 

Yang terjadi saat ini, itulah kenyataan yang sedang kita hadapi. Suka ataupun tidak, tetap harus dijalani. Memutar otak untuk mencari jalan terbaik dalam menghadapinya adalah sebuah upaya kita untuk bertahan. 

Yang akan terjadi di masa datang, tidak pernah bisa kita ketahui dengan pasti. Semua samar dan penuh perkiraan. Namun selalu ada asa di dalamnya. Berjaga-jaga, perlu kita lakukan, agar tidak serta merta hilang akal saat menghadapinya. 

Hidup akan terus berlanjut. Life must go on. Kita perlu banyak belajar dalam menjalani kehidupan ini.