Showing posts with label Education. Show all posts
Showing posts with label Education. Show all posts

Saturday, 18 July 2026

Wind Turbines

A wind turbine is one of the sources of energy. It is a kind of machine that uses the mechanical energy of wind that is converted into electric energy.

Each part in a wind turbine has a different function and is made of different materials. First, the blade is made of fiberglass and carbon fiber. The materials are chosen for the reason of having better strength and durability than the others. A blade is used for capturing the wind. When the wind gets strong enough, it will rotate. Second, the tower is made of steel. Steel is an appropriate material that has very good strength support needed for a tower due to its functions, which are to support the wind turbine above the ground and the place of the blade. Third, the nacelle (the housing on top), which is made of steel and aluminum. A nacelle is very important to protect the main component in the wind turbine. In the nacelle, there is a wind sensor which is used to measure the wind speed and determine the wind direction. Fourth, a generator which is made of copper, steel, and magnets. The generator is going to convert the mechanical energy into electric energy. A generator can produce an 1,5 megawatts output. And the last one is a foundation which is made of reinforced concrete and steel as the anchor of the wind turbine into the ground.


The location of wind turbines will influence the strength of the energy. Basically, the location of a wind turbine can be divided into two: onshore and offshore. Onshore means that the wind turbine is built on land. The benefits of this location are low cost and easier to maintain. As a consequence, the wind is weaker, unstable, and produces less electricity. This kind of turbine is usually used as a domestic turbine, which is used to fulfill the electricity needs of households. By contrast, offshore wind turbines are located in the sea. It requires a higher cost and a lot of effort to maintain, while the captured wind will be stronger and will automatically produce more electricity anyway.


As a conclusion, a wind turbine is a highly valuable machine that can be used to provide both large-scale needs of electricity and the small one. The suitable location will help people to get the suitable electric energy.


References:

National Geographic

Energy

Monday, 19 May 2025

Gangguan


Apakah anda pernah punya pengalaman menghadapi orang yang arogan dan suka menilai sesuatu sesuka hatinya, bahkan menyebarkan penilaiannya yang tidak jelas tersebut kepada orang lain? Dan konyolnya lagi, ada orang yang langsung percaya begitu saja dengan orang-orang tukang fitnah yang suka membawa kabar angin tidak jelas ini, tanpa konfirmasi ataupun mencari data terlebih dahulu.
Bagi anda yang pernah bertemu dengan makhluk seperti ini, tentu dongkolnya luar biasa. Karena tidak jarang mereka menimbulkan kerugian moril maupun materil terhadap orang yang dijadikan korban. Lalu bagaimana kita menghadapi orang bermasalah seperti ini? Mari kita coba beberapa langkah berikut ini:

Tetap melakukan yang terbaik

Yakinkan diri anda untuk tetap berada di jalur yang benar dan melakukan hal yang terbaik. Pastikan anda tidak membuat kesalahan yang bertentangan dengan agama, aturan, serta norma dan nilai. Tidak perlu terlalu fokus dengan gangguan dari orang-orang menyebalkan seperti itu, sehingga membuat anda kehilangan konsentrasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan dalam berkarya, karena apabila demikian, anda hanya akan mengalami banyak kerugian dan kemunduran. Tentunya pihak yang tidak sejalan dengan anda akan semakin senang melihat kondisi anda yang seperti itu. Percayalah bahwa benar adalah benar dan salah adalah salah. Sesungguhnya mereka tidak akan pernah tertukar, apabila kita melihatnya dengan segenap rasa dan pikiran yang jernih.

Interaksi bermutu

Sedapat mungkin hindari banyak berinteraksi dengan orang yang berpotensi hanya akan menimbulkan masalah dalam hidup anda. Kalau perlu keluar dari lingkungan yang tidak sehat tersebut demi kesehatan lahir dan batin anda. Namun, apabila menghindar sudah tidak bisa dilakukan, cukup lakukan interaksi seperlunya saja, dan tetap waspada dengan segala kemungkinan, sehingga anda bisa punya solusi apabila sewaktu-waktu orang tersebut menjadi sumber masalah untuk anda.

Selalu berwawasan terbuka

Tidak ada satupun yang sempurna di dunia ini. Setidaknya anda mendapatkan pengalaman dalam menghadapi orang-orang tersebut. Pengalaman akan memperkaya wawasan anda, bahkan membuka ruang untuk melakukan refleksi terhadap diri sendiri. Mungkin ada hal yang juga perlu diperbaiki dari dalam diri anda. Walaupun jalannya melalui cara yang tidak menyenangkan.

Berpikiran positif terhadap apa yang terjadi dan terhadap diri sendiri

Berkaitan dengan poin ketiga, masalah akan selalu ada dalam hidup. Kedatangannya bisa saja sebagai teguran maupun sebagai cobaan. Jangan biarkan diri terus menerus terpuruk oleh penilaian dan prasangka buruk orang lain. Jadikan hal ini sebagai cambuk dalam upaya memperbaiki kualitas diri secara berkesinambungan. Ikuti kegiatan yang memberikan dampak positif bagi anda. 

Abaikan suara-suara sumbang yang terlalu mengganggu dan tidak berdasar.

Apabila anda sudah melakukan segala upaya terbaik, anda bisa mempertimbangkan untuk mengabaikan saja segala bentuk kebohongan, gosip, fitnah, dan yang sejenis lainnya. Mungkin masalahnya bukan pada anda, tapi pada orang-orang dengan tanda kutip tersebut. Ingat! Ada pepatah yang mengatakan "Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu" dan "Tong kosong nyaring bunyinya".

Mempertimbangkan jalur hukum

Untuk kasus tertentu yang sudah terlalu mengusik ketenangan dan semakin tidak terkendali, sehingga mendatangkan kerugian yang cukup besar, ada baiknya anda mulai melirik penggunaan jalur hukum. Anda bisa berkonsultasi dengan pihak resmi yang berkompeten dalam bidang ini untuk mendapatkan solusi yang terbaik.

Percaya pada kekuatan doa.

Berusaha dan berdoa, adalah kunci. Usaha tanpa doa adalah kesombongan, dan doa tanpa usaha adalah sia-sia. Sebagai makhluk yang banyak kelemahan dan kekurangan, sudah mutlak kita tidak akan sanggup melawan semua gangguan dan menyelesaikan semua masalah sendirian. Andalkan dan mohonlah bantuan kepada Yang Maha Kuasa. Tak ada gunanya berharap pada manusia dan apapun selain Allah, karena seringkali hanya menimbulkan kekecewaan dan tidak maksimal. Ikhlaskan dan serahkan saja kepada Yang Maha Kuat untuk memberikan didikan yang paling tepat bagi orang-orang yang suka mempersulit hidup orang lain. Dengan demikian, hati kita jadi lebih tenang serta energi dan waktu juga tidak terbuang percuma. Kita bisa mengerjakan hal lain yang lebih berguna.

Semoga semua tips tersebut bisa memberikan manfaat dan pencerahan bagi kita bersama, terutama saat kita menghadapi masalah seperti yang diuraikan di atas. Tetap semangat dan pantang menyerah!

Sunday, 6 October 2024

Tips dan Trik Anak Nyaman Bersekolah

Mengapa perlu memilih sekolah yang nyaman? Tentu saja penting. Bisa dikatakan seperempat waktu dari aktivitas harian seorang anak berkutat di sekolah. Dan waktu itu tidak bisa dibilang sebentar. Banyak hal yang akan dirasa dan ikut berperan serta dalam pertumbuhan mental anak berdasarkan pengalamannya bersekolah. 

Sebagai orangtua, kita pasti akan berupaya untuk memilih sekolah yang terbaik untuk si buah hati tersayang. Agar orangtua dan anak sama-sama merasa aman dan nyaman di sekolah, ada baiknya kita coba tips dan trik dalam memilih sekolah yang tepat.


Tentukan Tujuan Bersekolah 

Apa gunanya sekolah? Pada kenyataannya ada orang yang pendidikan sekolahnya terbatas, tapi bisa lebih sukses dibanding yang bersekolah tinggi. Dan ada banyak pendapat lain yang berbeda berkenaan dengan pertanyaan tersebut. 
Saat si kecil sudah mulai mengenal lingkungan sekitar berikut dunia pertemanan, tak ayal anak juga akan melihat berbagai kegiatan yang terjadi di sekitarnya. Salah satunya, bisa jadi berupa anak tetangga yang berbeda usia berangkat sekolah setiap hari dan tak urung orang tua melihat anaknya ikut bermain peran dengan cara mengenakan tas layaknya anak yang sudah sekolah, bermain guru dan murid, pura-pura membaca buku, dan lain-lain.
Beranjak dari hal tersebut, orangtua mulai bisa mengajak anak berkomunikasi sederhana sesuai dengan tingkat pemahaman anak tentang peran apa yang sedang mereka mainkan, apa tujuan dan manfaatnya, bagaimana melakukannya, serta di lembaga yang mana anak bisa melakukan hal seperti yang mereka mainkan selama ini. Setidaknya, komunikasi sederhana seperti ini, bisa memberikan pengetahuan dan gambaran awal kepada anak tentang dunia sekolah serta tujuan dari bersekolah itu sendiri. Sehingga kelak saat sudah masuk usia sekolah, anak sudah lebih sadar dengan tujuannya bersekolah dan siap untuk mengikuti aktivitas di sekolah. Jadi bukan hanya sekedar euforia atau ikut-ikutan belaka.


Memilih Sekolah yang Tepat 

Pentingnya memilih sekolah yang tepat bukan hanya bagi anak, tapi juga bagi orangtua. Akan lebih mudah untuk memilih apabila kita sudah menentukan tujuan terlebih dahulu. Sehingga kita sadar dan tahu, program pendidikan seperti apa yang akan dijalani selama beberapa waktu bersekolah. Sekali lagi, ingatlah untuk tetap berdiskusi dan melibatkan anak dalam tahap pemilihan sekolah. Berikan data, fakta, dan informasi akurat tentang berbagai pilihan yang ada, sehingga orangtua dan anak sama-sama menemukan sekolah yang tepat. Komunikasikan bersama sesuai dengan tahap perkembangan pemikiran anak. 

Beberapa faktor yang bisa dijadikan pertimbangan adalah sebagai berikut:


Kenali Legalitas dan Latar Belakang Sekolah 

Legalitas bagi sebuah sekolah setidaknya menandakan bahwa sekolah tersebut sah secara hukum. Artinya, kebijakan yang diterapkan di dalamnya tidak menyalahi aturan, terlindungi, legal, dan diakui oleh pemerintah.
Sedangkan latar belakang memberikan informasi awal tentang sekolah tersebut.


Lingkungan yang Sehat Lahir dan Batin. 

Dalam artian, memberikan pengaruh positif bagi anak, baik secara psikis maupun fisik. Aman dari polusi, bullying, tindak kriminal, pelecehan, karakter negatif, serta hal tidak baik lainnya.


Memiliki Program Pendidikan yang Benar-benar Membangun Anak Secara Utuh

Sedapat mungkin mendidik seorang anak berarti bukan hanya mengacu pada akademis saja, tapi juga membentuk perilaku, cara berpikir, dan mental yang lebih baik. Sehingga pola pendidikan tidak hanya bertumpu pada hasil akhir, namun juga proses yang sistematis, logis, aplikatif, dan humanis dalam rangka memaksimalkan potensi kecerdasan emosional, intelektual, dan spiritual secara seimbang.


Sadar Kebutuhan Anak. 

Pada dasarnya, sudah jelas setiap anak adalah individu yang unik dan berbeda. Ada beberapa fasilitas dan cara berbeda yang perlu diterapkan untuk kondisi khusus seorang anak. Ada baiknya orangtua dan anak menanyakan tentang hal ini, sehingga bisa menjadi pertimbangan yang lebih dalam. 


Memberikan Kesempatan dan Dukungan untuk Mengembangkan Bakat bagi Semua Anak. 

Karena sekolah tidak melulu tentang mata pelajaran saja, ada baiknya sekolah juga memberi dukungan, fasilitas, dan kesempatan bagi anak-anak yang ingin mengembangkan bakat minatnya. Hal ini kelak akan membantu meningkatkan kepercayaan diri serta ketrampilan dari anak tersebut saat terjun langsung dalam berbagai kegiatan sosial bermasyarakat.


Membuka Komunikasi Antara Guru, Orangtua, dan Siswa.

Kenapa harus komunikasi antara guru, orangtua, dan siswa? Bukankah dengan memasukkan seorang anak ke sebuah sekolah, berarti orangtua sudah yakin anak akan dididik oleh gurunya dengan baik? Apalagi orangtua sudah bayar. Tidak sedikit pula yang merasa sudah bayar mahal, lalu menganggap perilaku dan pendidikan anak jadi urusan tanggung jawab guru di sekolah. Nyatanya masalah yang ditemukan dalam upaya mendidik untuk menciptakan seorang insan kamil tidaklah sesederhana itu. Siswa adalah manusia yang senantiasa dinamis. Alamiahnya sebagai manusia, ada masa naik dan turun dalam usaha dan motivasi menuntut ilmu. Masa naik turun ini, tidak lepas dari berbagai masalah yang muncul seiring proses berjalannya pembelajaran. Konsep yang perlu diterapkan adalah, orangtua yang sudah ada sejak si anak dalam kandungan, adalah mitra bagi guru di sekolah untuk bersama-sama membangun perkembangan si anak. Hendaklah ada kerjasama yang solid antara orangtua, guru, dan siswa. Saling memahami, berbagi ide, memberi dan menerima saran guna menemukan solusi terbaik. Sehingga sangat diharapkan sekali terjalin hubungan yang harmonis, komunikatif, dan sehat antar ketiga peranan tersebut.


Sesuai dengan Kemampuan Finansial Keluarga. 

Kondisi keuangan juga merupakan salah satu hal vital yang sangat perlu diperhatikan. Sebagai orangtua, layaknya harus mencermati dan mengupayakan keberlangsungan pendidikan anak hingga tuntas (minimal hingga sekolah menengah atas). Sangat disayangkan apabila kita memaksakan anak masuk ke sekolah dengan biaya yang tidak terjangkau oleh orangtua, lalu terputus di tengah jalan. Untuk itu, kita perlu mempersiapkan berbagai rencana matang 1, 2, 3, dan seterusnya, agar pendidikan anak di sekolah tetap bisa berlanjut dengan semestinya.


Jarak, Lokasi, dan Transportasi

Sebagai optional tambahan, pertimbangankan juga jarak, lokasi, dan transportasi dari rumah ke sekolah. Karena jarak, lokasi, dan transportasi yang tidak nyaman bisa saja membuat mood dan kesiapan anak menjadi kurang bagus saat sampai di sekolah, sehingga kemungkinan berpengaruh terhadap konsentrasi belajarnya. Misalnya: kelelahan dan sering terlambat karena jarak yang terlalu jauh, kemacetan lalulintas yang terlalu parah, suasana hiruk pikuk lingkungan yang berlebihan, dan lain-lain. Temukan jalan keluar yang tepat untuk hal ini, jika orangtua dan anak tetap ingin bersekolah dengan kondisi jarak, lokasi, serta transportasi yang bermasalah seperti itu.


"Iringi langkah pembelajaran" anak

Setelah menentukan tujuan dan memilih sekolah yang tepat, tetaplah "membersamai" setiap langkah anak dalam proses pembelajarannya. Artinya, sering-seringlah mengajak anak bercerita tentang pengalamannya di sekolah. Dengan demikian, akan terjalin hubungan yang dekat dan terbuka antara orangtua dan anak. Harapannya, apabila ada masalah, bisa cepat ditangani dengan tindakan yang sesuai.

Demikian beberapa tips dan trik agar anak nyaman bersekolah. Semoga dapat membantu para orangtua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan terbaik bagi anak.

Wednesday, 6 March 2024

Tahap mengajar agama Islam kepada anak

Keseimbangan dalam hidup itu penting. Terutama yang berkaitan dengan kebutuhan fisik dan mental. Apabila salah satu diantara dua hal tersebut tidak mendapatkan porsi yang sesuai, maka tak ayal bisa menimbulkan kelelahan fisik ataupun mental.
Untuk itu, Sekolah Cikal Serpong dan Pusat Studi Al Qur'an mengadakan rangkaian pengajian rutin yang bisa dihadiri oleh para orangtua dan guru. Pada kesempatan itu, para peserta pengajian juga dapat melakukan tanya jawab langsung berkaitan dengan materi pengajian yang dijelaskan oleh narasumber, Ibu Ina.
Salah satu materi yang diberikan pada hari Rabu, 23 Februari 2024 adalah tahap pengajaran Islam kepada anak dalam keluarga. Mengacu kepada QS Luqman 14-19, ada beberapa tahapan yang perlu kita perhatikan saat mengajarkan Islam kepada anak.
  • Bersyukur
  • Berbuat baik
  • Hormat orang tua
  • Sholat
  • Bacaan 
  • Tidak sombong
  • Sederhana dalam berjalan dan berkata (rendahkan suara)

Konsep sholat

  • Wajib sholat di usia 7 tahun
  • Sudah paham rukun
  • Ajarkan sholat sedini mungkin (minimal ikut)
  • Bila anak menolak sholat saat usia cukup: ajarkan sejak dini, bukan tiba-tiba, terapkan konsep parenting QS Luqman. Orangtua tetap harus support supaya anak mau sholat, terutama saat mau tidur (diajarkan, dinasehati, didoakan)
  • Usia hingga 7 tahun: pembentukan kebiasaan
  • Usia remaja: pembentukan kesadaran

Q&A

  • Harus ada kerjasama antara anak, ortu, dan guru dalam menerapkan sholat. Jelaskan hukum, waktu, rukun, rasa syukur (tetap diberi penguatan dari Qur'an, hadist, teladan Rasulullah). Orangtua dan guru harus memperkuat ilmu pendukung pendidikan agama. 
  • Pembentukan nilai-nilai pada orangtua agar selaras dengan pendidikan agama di sekolah: harus ada kolaborasi antara orangtua dengan sekolah. Minimal ada sholat berjamaah dengan orangtua. Anak yang diajarkan agama sejak dini oleh orangtua, biasanya akan lebih terbuka untuk diskusi perihal kendala yang ditemukan saat menjalankan ibadah agama.
  • Interpretasi contoh tauladan Rasulullah kepada para ibu dalam mendidik anak di rumah di antara kesibukan bekerja: buat kesepakatan dengan suami. Buat kesepakatan yang harus diterapkan di rumah sehingga menjadi value (nilai) dalam keluarga. Ambil salah satu ibadah wajib untuk dijalankan bersama keluarga. Bergantian menjalankan tugas pengawasan dengan suami. Rasulullah adalah contoh tauladan bagi semua umat baik laki-laki maupun perempuan. Rasulullah sangat memahami karakter anak-anak dan bersabar dalam menghadapi anak-anak (belajar sambil bermain, menyesuaikan panjang pendek bacaan sholat untuk jamaah perempuan yang memiliki balita, selalu diskusi tentang aktivitas anak sekaligus sebagai kontrol terhadap anak)
  • Orangtua harus tetap belajar dalam berbagai bidang ilmu yang baik dari sumber yang benar.
Demikian rangkuman pengajian pada hari itu. Semoga memberikan manfaat dan berkah bagi kita semua. Aamiin.

Friday, 12 June 2020

Kegiatan Anak Selama Masa Pandemi

Sudah jalan empat bulan kegiatan home learning dilakukan di Indonesia. Berarti, kurang lebih selama itu pula para siswa dan guru tidak hadir secara langsung untuk melakukan kegiatan pembelajaran di sekolah.
Semua kegiatan pembelajaran tersebut dilakukan secara online ataupun dengan metode yang disesuaikan. Bila dilakukan secara online, pihak sekolah akan memilih platform yang sesuai dengan kebutuhan dan keamanan data guru, murid serta orangtua. Namun, bila metode online terhalang oleh beberapa hal, tentunya dicarikan solusi dengan cara seperti orangtua menjemput tugas anaknya ke sekolah langsung. Itupun tidak dilakukan setiap hari, namun contohnya sekali sebulan. Para gurunya sudah mempersiapkan terlebih dahulu tugas yang akan diserahkan ke orangtua murid. Baik materi, petunjuk pengerjaan, maupun waktu pengumpulan. 
Karena aspek yang ingin disentuh dalam pembelajaran tentunya tidak hanya kognitif, tapi juga psikomotor dan afektif, maka tugas yang diberikanpun tentunya disederhanakan namun dibuat tetap menarik dan memberi nilai pendidikan. Tidak melulu berupa tugas tertulis menjawab soal, tapi juga dikemas dalam bentuk permainan, hasil karya, dan lain-lain yang bisa dikerjakan dengan mudah dari rumah, agar tujuan pendidikan tetap bisa tercapai. 
Disinilah dituntut kerjasama yang ideal antara guru, murid, dan orangtua. Ideal dalam artian, guru tidak hanya fokus dengan memberi instruksi, tapi juga memikirkan bagaimana instruksi tersebut bisa tersampaikan walaupun dipisahkan oleh jarak. Orangtuapun diharapkan untuk ikut mendukung, baik mengawasi maupun membantu menyampaikan materi pembelajaran. Jangan sampai ada salah satu yang merasa terbebani. Dalam hal ini, komunikasi antara ketiga pihak tersebut memang sangat perlu dibuat seefektif mungkin, sehingga kegiatan home learning ini tetap memberikan hasil yang lumayan maksimal. 
Berikut ini adalah beberapa contoh hasil kegiatan home learning:






Dibalik semua hiruk pikuk kegiatan home learning yang sudah berlangsung, bagaimanapun ada satu hal tetap perlu kita jaga, yaitu kesehatan baik fisik, mental, dan spiritual. Walaupun kondisi saat ini serba sulit, gerak langkahpun serba terbatas, hendaknya kita tetap berusaha untuk menjaga kesehatan ketiga hal tersebut. Hal ini penting agar kita bisa tetap positif memandang kehidupan ini.

Friday, 22 March 2019

Project-Based Learning

WORK THAT MATTERS: THE TEACHER’S GUIDE TO PROJECT-BASED LEARNING

Execution

Project based learning merupakan salah satu pembelajaran oleh siswa dimana siswa diajak untuk merancang dan melaksanakan sebuah project yang berkaitan dengan tema yang sedang dipelajari. Siswa akan mengikuti proses bertahap mulai dari merancang sebuah project, mengumpulkan data dan fakta yang berkaitan, mengolah data tersebut, melakukan uji coba, evaluasi, dan mengaplikasikan informasi serta ilmu yang berkaitan dalam sebuah project yang bukan saja bernilai guna secara ilmiah, tetapi juga sosial.
Salah satu pembahasan yang berkaitan dengan project based learning ini adalah "Execution". Beberapa informasi yang akan saya paparkan tentang "Execution" ini bersumber dari sebuah buku yang berjudul "Work that Matters: The teacher's guide to project-based learning". Berikut ini adalah penjelasannya:


Referensi: