This task is about natural resources of ASEAN countries. I use Quizizzas the platform. It is made of the form of slides containing the following things:
Instructions on how to do the task.
Text and video links as references.
Some open ended questions to be answered. You may share your opinions about ASEAN through your answers based on the questions given.
The task is given as a process of inquiry in learning about natural resources of ASEAN countries. You can join Quizizzby using your smartphone or PC.
Tahun 2022 adalah salah satu fase dalam kehidupan saya yang memberikan kesan mendalam. Dalam tahun ini, terjadi banyak perubahan yang memberikan pengaruh besar maupun kecil untuk langkah saya ke depannya. Salah satunya adalah kembali menjadi seorang job seeker atau pencari kerja. Maklumlah saya adalah seorang karyawan swasta.
Kondisi ini tentunya bukanlah hal mudah untuk dijalani. Saya harus kembali habis-habisan berjuang melamar sebagai guru ke berbagai sekolah, menyusun curriculum vitae terbaru yang kira-kira bisa mencuri sedikit perhatian dari para recruiters, menyiapkan berkas-berkas untuk melengkapi lamaran kerja, dan yang tak kalah pentingnya adalah menyiapkan mental baja dalam menghadapi proses ini.
Mental adalah hal penting yang harus saya jaga habis-habisan saat ini, karena saya mencari pekerjaan pada usia yang sudah tidak muda lagi. Pada usia yang seharusnya sudah mapan dalam pekerjaan, dan mungkin seharusnya memikirkan cara untuk lebih mengembangkan karir, saya justru merasakan ketar-ketirnya persaingan dengan para pencari kerja lainnya yang notabene lebih muda. Tapi apa boleh buat, dampak pengurangan karyawan mau tidak mau terpaksa saya rasakan. Walau demikian, saya tidak boleh menyerah begitu saja, karena ada masa depan keluarga yang juga turut saya perjuangkan dalam hal ini.
Jauh di dalam hati saya, tentunya kehilangan pekerjaan di usia yang tidak muda, bukanlah keinginan saya. Benar-benar sebuah usaha keras penuh kesabaran untuk menunggu orang yakin bahwa walau sudah tidak muda belia, saya masih mampu berpikir dan bekerja dengan baik. Kalau ditanya rasanya, minta ampun. Jika suatu saat nanti saya bisa melewati hal ini dengan baik, rasanya seperti tidak sanggup untuk menoleh ke belakang lagi. Ada masa dimana semangat menggebu-gebu bagai prajurit dengan senjata lengkap yang siap bertempur di medan perang, namun di lain waktu, rasanya seperti hampa kehilangan harapan saat menemukan kendala yang membuat saya belum bisa menempati posisi yang dilamar. Berkali-kali emosi dibuat naik turun, semangat, lalu down, semangat lagi, kecewa lagi.
Tiap saat saya bolak balik melihat layar handphone seandainya ada kabar tentang kelanjutan lamaran kerja yang sudah saya kirim. Kalau lah bisa diumpamakan dengan bumbu masak, rasa bumbunya amat sangat lengkap. Ada pedas, manis, asam, pahit. Rupa-rupalah pokoknya.
Lantas apa upaya yang bisa saya lakukan untuk bertahan? Tentu yang jelas dan utama sekali adalah berdoa. Layaknya manusia yang banyak kekurangan dan percaya dengan kekuatan Yang Maha Kuasa, saya tahu pasti bahwa tidak ada sesuatu pun akan terjadi tanpa izin Nya. Saya paksakan diri dan kuatkan hati untuk terus berusaha. Hingga saya sampai pada suatu titik pasrah terhadap apapun ketentuan Allah, yang penting saya terus berusaha.
Namun di sela-sela kesulitan yang menghadang pikiran saya saat ini, saya berupaya agar tetap menjadi makhluk yang tahu rasa syukur. Setidaknya saya dan keluarga masih diberi banyak nikmat seperti kesehatan, support dari suami dan anak yang sangat memahami sekali perasaan dan kondisi saya saat ini, yang selalu menyediakan waktu untuk mendengar keluh kesah berikut air mata saya, teman-teman yang membantu memberikan informasi lowongan pekerjaan buat saya, connection saya di akun LinkedIn yang sudah bersedia untuk memberikan endorsement, dan lain-lain. Hingga saat saya menuliskan pengalaman ini, saya masih berjuang untuk mencari pekerjaan. Semoga Allah berkenan mengabulkan doa-doa saya dan memberikan hal yang terbaik bagi kami sekeluarga. Aamiin.
Lebaran sebentar lagi Berpuasa sekeluarga Sehari penuh yang sudah besar Setengah hari yang masih kecil Alangkah asyik pergi ke masjid Shalat Tarawih bersama-sama
Penggalan lirik lagu "Lebaran Sebentar Lagi" yang dinyanyikan oleh grup Bimbo dan di remake oleh Gigi Band ini tentunya bagi sebagian kita sudah tidak asing lagi. Lagu yang menggambarkan saat-saat menjelang lebaran. Dimana umat muslim mulai mempersiapkan banyak hal yang sangat identik dengan suasana lebaran. Mulai dari baju baru, berbagi THR dengan anggota keluarga besar yang masih anak-anak, mudik ke kampung halaman, bikin kue lebaran, masak rendang, ketupat, bersih-bersih dan menata rumah, mengatur jadwal kunjungan keluarga, serta seabreg kesibukan lainnya yang biasa kita temukan pada saat menyambut Idul Fitri. Rasanya seru dan bahagia menyambut kemenangan yang sudah hampir di depan mata. Menang melawan hawa nafsu setelah satu bulan berpuasa.
Mosque
Namun demikian, semua itu jangan sampai membuat kita lupa bahwa 10 malam terakhir di tiap bulan Ramadhan adalah malam-malam yang sangat penuh berkah dan istimewa, penuh dengan kemuliaan dan keindahan yang sangat disukai oleh Rasulullah SAW. Di dalamnya ada Lailatul Qadar. Rasulullah SAW mengajak kita untuk semakin memperbanyak ibadah pada saat-saat tersebut.
Di sisi lain kebahagiaan menyambut lebaran, ada baiknya kita tetap ingat bahwa ada sebagian saudara kita yang menjelang lebaran ini mungkin tengah kehilangan mata pencaharian, kurang sehat, belum bisa berkumpul dengan orang-orang yang mereka sayangi, atau tengah menghadapi masalah pelik dalam kehidupan. Dengan sedikit perhatian dan bantuan dari kita yang sedang diberi kemudahan, mungkin bisa membantu meringankan beban mereka, hingga bisa menularkan kebahagian yang tengah kita rasakan kepada para saudara kita yang lainnya.
Lebaran sebentar lagi Tak ada miskin, tak ada kaya Semua sama di depan Tuhan Yang berbeda cuma amalnya Semua ingin Lailatul Qadar Semoga kita mendapatkannya
Semoga kita bisa mendapatkan keberkahan Ramadhan dan meraih kemenangan serta kembali fitrah di bulan Syawal. Aamiin.
Pagi hari bagi saya adalah awal yang sangat patut untuk disyukuri. Saat kita terbangun dalam kondisi sehat, penuh semangat untuk melakukan berbagai aktivitas harian maupun dadakan. Mengawali pagi dengan doa dan beribadah adalah salah satu bentuk rasa syukur yang bisa kita lakukan terhadap Yang Maha Kuasa. Selain itu, doa dan ibadah juga bisa menjadi sebuah penguat jiwa dalam menghadapi hari-hari kita, sehingga terasa lebih nyaman, yakin dalam melangkah, dan terlindungi.
Selesai dengan doa dan ibadah, kita bisa menggerakkan tubuh agar lebih bugar dengan berolahraga ringan. Banyak sekali pilihan olahraga yang bisa kita lakukan. Mulai dari senam, lari pagi, bersepeda, dan lain-lain sesuai dengan keinginan dan kondisi tubuh. Untuk masalah intensitas dan durasi berolahraga, tentunya bisa kita konsultasikan dengan para ahli, agar hasilnya lebih maksimal.
Hal berikutnya bisa kita lanjutkan dengan membersihkan dan merapikan rumah. Rumah yang bersih dan rapi, tentunya akan memberikan rasa nyaman terhadap penghuninya selain tentunya dapat meningkatkan kesehatan para penghuni rumah. Bahkan bagi beberapa orang, kondisi rumah yang bersih dan rapi, bisa menjadi mood booster untuk beraktivitas.
Selesai dengan bersih-bersih rumah, jangan lupa untuk membersihkan diri sendiri. Mandi di pagi hari sepertinya cukup tepat untuk dijadikan pilihan agar rasa kantuk yang tersisa benar-benar hilang dan berganti dengan rasa segar di tubuh. Dan yang paling penting, mandi tentu saja dapat membuang kotoran yang ada di tubuh, hingga tubuh jadi lebih sehat, selain jadi wangi sebagai nilai tambahnya.
Berikutnya, setelah melewati masa tidur di malam hari, tentunya perut akan terasa lapar. Menyiapkan sarapan sehat untuk mengisi perut yang kosong bisa membuat energi jadi lebih bertambah. Tidak perlu sarapan sampai benar-benar kekenyangan, tapi sarapan secukupnya bisa membuat kita jadi lebih fokus dalam berkegiatan, sehingga tidak terganggu dengan perut yang keroncongan dan rasa lemas karena kurang tenaga. Kita bisa memilih menu sarapan yang sesuai dengan keinginan, kebutuhan dan kondisi tubuh kita masing-masing. Kalau ragu dengan menu sarapan yang cocok buat diri sendiri, bisa dikonsultasikan dengan dokter gizi.
Selanjutnya, kita bisa mempersiapkan alat dan barang yang akan kita gunakan dalam kegiatan kita sepanjang hari. Memastikan tidak ada yang tertinggal apabila kita harus kerja keluar rumah dan memeriksa kembali semua persiapan kita agar sesuai dengan rencana yang sudah disusun dan dalam kondisi aman.
Mari, menyongsong pagi dengan ceria dan semangat. Semoga kita mendapatkan banyak berkah dari awal pagi hingga malam harinya.