Labels
- A Brief Thought (23)
- Art (6)
- Civics (2)
- Cooking (11)
- Education (6)
- Experience (16)
- Health (1)
- Islamic Studies (3)
- Kelas Menulis (11)
- Linguistics (2)
- Literature (4)
- Lomba Blog Nasional 2021 AISEI Writing Club (1)
- Mathematics (2)
- Platforms (3)
- Poems (26)
- Science (2)
- Social Studies (5)
Tuesday, 5 April 2022
Pujian
Monday, 4 April 2022
Sosis Kentang Goreng Saus Tiram
Bahan:
- 6 potong sosis sapi
- 250 gram kentang dipotong memanjang
- 250 ml minyak goreng
- 5 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- Cabe merah sesuai selera
- 1 buah bawang bombay
- ½ sendok makan jahe parut
- 1 buah tomat ukuran besar
- ½ sendok teh pala bubuk
- ½ sendok teh merica bubuk
- ½ sendok teh ketumbar bubuk
- 2 sendok makan saus tiram
- 5 sendok makan kecap manis
- 1 sendok teh minyak wijen
- Garam sesuai selera
- 300 ml air bersih
- 1 sendok teh tepung maizena
Cara membuat:
- Panaskan minyak goreng.
- Goreng kentang, sisihkan.
- Potong sosis sesuai selera, goreng, dan sisihkan.
- Iris bawang merah, bawang putih, cabe merah, bawang bombay, dan tomat.
- Tumis irisan bawang merah, bawang putih, cabe merah, bawang bombay, parutan jahe, dan tomat hingga harum.
- Masukkan 200 ml air bersih ke dalam tumisan.
- Tambahkan merica bubuk, pala bubuk, ketumbar bubuk, saos tiram, kecap manis, dan garam.
- Larutkan tepung maizena dengan sisa 100 ml air bersih dan masukkan ke dalam tumisan.
- Masak hingga matang.
- Masukkan sosis dan kentang yang sudah digoreng.
- Masukkan minyak wijen.
- Matikan kompor.
- Masakan siap untuk dihidangkan.
Sunday, 3 April 2022
Menyambut Ramadhan 1443 H
Surah Al Baqarah ayat 183
Terjemah:
Referensi:
Saturday, 2 April 2022
Menunggu
Sunday, 27 March 2022
Teman dan Permasalahannya
![]() |
| Photo by DYH7 |
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, teman dapat disebut juga sebagai sahabat, kawan, ataupun orang yang bisa diajak bersama-sama mengerjakan sesuatu, bisa diajak bercakap-cakap serta bisa saling melengkapi. Namun dalam keseharian, setiap orang bisa saja memaknai berbeda sesuai dengan pendapat dan cara pandang masing-masing.
Sebagai makhluk sosial, tentu saja manusia membutuhkan hubungan yang baik dengan sesamanya, dalam artian menjalin pertemanan. Banyak pengalaman yang bisa kita rasakan dari sebuah hubungan pertemanan. Mulai dari yang manis hingga membuat terkenang sepanjang masa, sampai yang pahit dan bikin kapok rasanya bila berteman dengan orang tersebut. Bagaimanapun rasanya, semua itu menambah pengalaman kita dalam bersosialisasi sehingga bisa dijadikan sebuah pelajaran berharga untuk membedakan mana hal yang layak untuk dipertahankan dalam sebuah hubungan pertemanan, maupun yang wajib untuk dihindari supaya tidak merusak diri kita maupun orang lain.
Hubungan pertemanan sangatlah kaya dengan rasa. Karena dalam diri orang-orang yang memutuskan untuk menjadi teman, pastinya tetap banyak perbedaan disamping persamaan. Di saat kita berjalan dalam persamaan, tentu saja apa yang kita lakukan bersama terasa menyenangkan. Tapi bagaimana bila kita terbentur dengan perbedaan dalam berteman. Bisa dalam bentuk beda sudut pandang, cara berpikir, hobi, dan lain-lain. Tak urung perbedaan yang ada berpotensi untuk menimbukan konflik mulai dari yang kecil hingga besar. Apakah kemudian perbedaan itu bisa menjadi alasan kuat untuk membatasi hubungan pertemanan atau bahkan menghindarinya sama sekali? Tentunya tidak semudah itu untuk diputuskan. Sebagai teman, baiknya kita upayakan dulu untuk berdiskusi dan mencari solusi yang terbaik hingga kita sampai pada sebuah keputusan dan kesepakatan. Ada banyak pertimbangan dan waktu yang dibutuhkan untuk menentukan kelanjutan dari sebuah hubungan pertemanan.
Bagi saya pribadi, seorang teman harusnya jauh dari sifat munafik dan mampu menunjukkan rasa kemanusiaan. Jujur ucapannya, tepat janjinya, dan bisa dipercaya alias tidak akan berkhianat terhadap kita, serta saling bantu-membantu dalam kebaikan. Dan ternyata menemukan teman seperti ini tidak bisa dibilang mudah, dan tidak bisa pula dibilang sulit. Susah-susah gampang dan butuh proses.
Beberapa dari kita, mungkin pernah merasakan sepi pada saat-saat sulit. Jangankan mendapatkan bantuan yang diharapkan, malah yang ada, beberapa teman yang tadinya gampang dihubungi saat kondisi kita baik-baik saja, terasa seperti mulai menjaga jarak. Bahkan sekedar untuk diajak curhat-pun enggan. Baru menyapa saja, kita sudah dicurigai akan membawa masalah (sedihnya 😞). Pada saat seperti inilah, kita bisa benar-benar merasakan, siapa diantara teman-teman yang selama ini ada di dekat kita, yang sungguh-sungguh peduli dengan kita di saat susah maupun senang. Jika ada di antara kita yang menemukan hal seperti ini, harapan saya, janganlah sampai dijadikan dendam membara atau dimasukkan pikiran terlalu jauh agar kesehatan mental kita sendiri tetap terjaga. Baiknya kita jadikan satu pengalaman yang memperkaya batin dan pelajaran bagi kita untuk ke depannya agar kita menjadi pribadi yang lebih baik.
Saran saya, pandai-pandailah memilih teman. Dalam artian, pilihlah teman yang bisa membawa kita ke arah akhlak yang lebih baik. Bahkan untuk diri kita sendiripun, tetaplah berusaha menjadi teman yang bisa menebarkan kebaikan karena dengan demikian semoga hidup kita jadi terasa lebih damai dan menyenangkan. Mari, tetap semangat menjalin pertemanan dan menghindari permusuhan.
Saturday, 19 February 2022
Kegiatan Masa New Normal
Sudah cukup lama rasanya tidak menulis ataupun berbagi pengalaman di blog ini. Saat ini, kebetulan sambil mengikuti workshop tentang penggunaan Canva dan PubHTML5 bersama klub menulis AISEI, saya tanpa sengaja mencoba membuka-buka kembali file lama yang kebetulan berkaitan dengan materi. Seketika itu, hati tergelitik untuk kembali buka blog yang sudah cukup lama tidak diisi karena kesibukan mengajar yang cukup menyita waktu.
Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba menuliskan kembali pengalaman saya selama masa new normal. Setelah cukup lama berkutat dengan pandemi yang menguras pikiran, tenaga, dan banyak hal ini, sampai juga kita semua di masa new normal atau kenormalan baru. Masa dimana kita mulai kembali aktif sedikit demi sedikit dengan cara yang baru agar tetap terlindungi dari serangan virus Covid. Mulai dari menggunakan masker, menerapkan kebiasaan mencuci tangan, menjaga jarak, berdiam di rumah apabila merasa kurang sehat, dan lain-lain.
Rasanya bagaimana? Rasanya tentu saja naik turun. Ada rasa gembira karena berharap bisa kembali beraktivitas dengan normal seperti biasa, ada rasa takut tertular, ada rasa serba salah ketika menghadapi orang-orang yang punya pandangan berbeda tentang Covid. Bagi saya sendiri dan keluarga, kami mencoba untuk berdoa dan berusaha. Berdoa supaya dilindungi dari bahaya virus ini dan berusaha untuk tetap sehat dengan cara mengikuti program vaksin dan menerapkan pola hidup sehat. Kalaupun ada yang memandang usaha kami ini dengan cara yang berbeda, ya sudahlah, kita jalan masing-masing saja. Yang penting, kita semua berusaha untuk tetap sehat. Untuk hasilnya, kita serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT. Jangan sampai perbedaan pandangan menjadikan hubungan baik yang pernah kita jalin dalam bersosialisasi menjadi rusak.
Dalam hal pekerjaanpun, rasanya juga tidak kalah seru. Mulai dari masa awal pandemi, dimana kita diharapkan untuk mengajar online secara penuh, hingga akhirnya mulai menerapkan hybrid learning. Yang tadinya hanya bisa menatap anak lewat layar, sekarang mulai agak sering bertemu dengan siswa walaupun terbatas. Itupun masih tergantung tingkat angka penyebaran. Kalau tingkat penyebaran rendah, kita bisa agak leluasa menjalankan tatap muka terbatas. Tapi kalau angka penyebaran tinggi lagi, yah, mau tidak mau, kembali online dulu untuk sementara waktu. Persiapan mengajar juga disesuaikan dengan kondisi. Namun tidak bisa dipungkiri, waktu untuk persiapan jadi terasa lebih panjang. Apa boleh buat.
Saat ini, harapan saya adalah semoga semua kesulitan ini segera berlalu. Rindu sekali rasanya bisa berjalan-jalan dan beraktivitas dengan bebas seperti dulu. Walaupun memang kondisi new normal saat ini terasa mulai lebih lega untuk ruang gerak. Tidak sampai begitu mencekam seperti sebelumnya. Semoga saja harapan ini bisa segera terwujud. Salam sehat untuk semua. Aamiin.
Monday, 14 June 2021
Fractions
- 3-2-1 Bridge
- Think-Pair-Share
- Compass Point
- Claim, Support, Questions


