Pada tulisan ini, saya akan mencoba berbagi informasi tentang cara menggunakan Wordwall sebagai salah satu media pembelajaran dalam topik "Kegiatan Ekonomi". Dengan menggunakan Wordwall, kita bisa membuat aktivitas pembelajaran yang lebih beragam dan menarik karena aktivitas tersebut bisa kita tampilkan dalam bentuk permainan.
Beberapa contoh template-nya adalah sebagai berikut:
Match up
Quiz
Random wheel
Missing word
Group sort
Matching pairs
Unjumble
Random cards
Find the match
Open the box
Anagram
Labelled diagram
Gameshow quiz
Whack a mole
True or false
Balloon pop
Maze chase
Airplane
Penggunaan aplikasi ini cukup ringkas dan tidak terlalu sulit. Caranya adalah:
Bagi pengguna baru yang belum memiliki akun, bisa create account atau sign up terlebih dahulu.
Apabila akun baru sudah ter-verifikasi, maka kita sudah bisa sign in kapanpun dan mulai membuat materi yang kita inginkan.
Apabila sudah sign in, pilih Create Activities di profile pengguna.
Mulailah pilih template yang akan digunakan, dan pengguna bisa membuat pertanyaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran dengan menggunakan template tersebut.
Agar file-file yang kita sudah kita buat tersimpan lebih rapi, kita juga bisa membuat folder di bagian My Activities, dan menyimpan activities yang sudah kita buat dalam folder-folder yang sudah kita kelompokkan.
Apabila pengguna ingin berbagi activities yang sudah dibuat dengan pengguna lain atau siswa, maka pilih bagian share yang ada pada activities tersebut, lalu silahkan tentukan cara share yang diinginkan oleh pengguna.
Hasil jawaban dari para pemain, dapat kita lihat pada bagian My Result.
Bentuk aktivitas Wordwall bukan hanya bisa digunakan secara online, tapi juga bisa di download dalam format PDF untuk di print out.
Sebagai catatan, beberapa jenis template bisa jadi masih terkunci atau belum bisa digunakan karena harus upgrade ke akun standard atau pro. Biaya yang dibutuhkan per bulan untuk akun standard dan pro ini tidak mahal. Namun apabila pengguna ingin menggunakan akun yang bebas bayar, berarti bisa memilih akun basic.
Kali ini, kita akan mencoba untuk melakukan kegiatan membaca dan memahami sebuah cerita yang berjudul "Bengkarung Teperdaya". Kegiatan ini dapat dilakukan oleh siswa kelas 6 sekolah dasar. Pada cerita fabel yang ditulis oleh Menuk Hardaniwati, hewan yang dijadikan tokoh utama adalah seekor bengkarung. Layaknya sebuah fabel, ada beberapa nilai moral yang dapat kita jadikan pelajaran dari cerita yang berlatar tempat di sebuah hutan ini.
Untuk mempermudah siswa memahami bacaan tersebut, saya mempersiapkan beberapa aktivitas yang dapat dilakukan secara online berupa:
Membaca ebook.
Mencari arti kata dengan menggunakan KBBI Online .
Menonton video dan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan hewan bengkarung.
Menambah informasi melalui teks dan video.
Berdiskusi tentang cerita dan informasi yang sudah diperoleh.
Bermain game berdasarkan cerita dan informasi yang diperoleh.
Melakukan kegiatan refleksi.
Apabila aktivitas ini akan dilakukan secara offline, maka aktivitas dapat divariasikan atau dimodifikasi dengan menggunakan media tulisan, gambar, diskusi langsung, dan presentasi. Untuk lebih jelas, mari kita lihat contoh kegiatan pada link berikut ini:
This task is about natural resources of ASEAN countries. I use Quizizzas the platform. It is made of the form of slides containing the following things:
Instructions on how to do the task.
Text and video links as references.
Some open ended questions to be answered. You may share your opinions about ASEAN through your answers based on the questions given.
The task is given as a process of inquiry in learning about natural resources of ASEAN countries. You can join Quizizzby using your smartphone or PC.
Tahun 2022 adalah salah satu fase dalam kehidupan saya yang memberikan kesan mendalam. Dalam tahun ini, terjadi banyak perubahan yang memberikan pengaruh besar maupun kecil untuk langkah saya ke depannya. Salah satunya adalah kembali menjadi seorang job seeker atau pencari kerja. Maklumlah saya adalah seorang karyawan swasta.
Kondisi ini tentunya bukanlah hal mudah untuk dijalani. Saya harus kembali habis-habisan berjuang melamar sebagai guru ke berbagai sekolah, menyusun curriculum vitae terbaru yang kira-kira bisa mencuri sedikit perhatian dari para recruiters, menyiapkan berkas-berkas untuk melengkapi lamaran kerja, dan yang tak kalah pentingnya adalah menyiapkan mental baja dalam menghadapi proses ini.
Mental adalah hal penting yang harus saya jaga habis-habisan saat ini, karena saya mencari pekerjaan pada usia yang sudah tidak muda lagi. Pada usia yang seharusnya sudah mapan dalam pekerjaan, dan mungkin seharusnya memikirkan cara untuk lebih mengembangkan karir, saya justru merasakan ketar-ketirnya persaingan dengan para pencari kerja lainnya yang notabene lebih muda. Tapi apa boleh buat, dampak pengurangan karyawan mau tidak mau terpaksa saya rasakan. Walau demikian, saya tidak boleh menyerah begitu saja, karena ada masa depan keluarga yang juga turut saya perjuangkan dalam hal ini.
Jauh di dalam hati saya, tentunya kehilangan pekerjaan di usia yang tidak muda, bukanlah keinginan saya. Benar-benar sebuah usaha keras penuh kesabaran untuk menunggu orang yakin bahwa walau sudah tidak muda belia, saya masih mampu berpikir dan bekerja dengan baik. Kalau ditanya rasanya, minta ampun. Jika suatu saat nanti saya bisa melewati hal ini dengan baik, rasanya seperti tidak sanggup untuk menoleh ke belakang lagi. Ada masa dimana semangat menggebu-gebu bagai prajurit dengan senjata lengkap yang siap bertempur di medan perang, namun di lain waktu, rasanya seperti hampa kehilangan harapan saat menemukan kendala yang membuat saya belum bisa menempati posisi yang dilamar. Berkali-kali emosi dibuat naik turun, semangat, lalu down, semangat lagi, kecewa lagi.
Tiap saat saya bolak balik melihat layar handphone seandainya ada kabar tentang kelanjutan lamaran kerja yang sudah saya kirim. Kalau lah bisa diumpamakan dengan bumbu masak, rasa bumbunya amat sangat lengkap. Ada pedas, manis, asam, pahit. Rupa-rupalah pokoknya.
Lantas apa upaya yang bisa saya lakukan untuk bertahan? Tentu yang jelas dan utama sekali adalah berdoa. Layaknya manusia yang banyak kekurangan dan percaya dengan kekuatan Yang Maha Kuasa, saya tahu pasti bahwa tidak ada sesuatu pun akan terjadi tanpa izin Nya. Saya paksakan diri dan kuatkan hati untuk terus berusaha. Hingga saya sampai pada suatu titik pasrah terhadap apapun ketentuan Allah, yang penting saya terus berusaha.
Namun di sela-sela kesulitan yang menghadang pikiran saya saat ini, saya berupaya agar tetap menjadi makhluk yang tahu rasa syukur. Setidaknya saya dan keluarga masih diberi banyak nikmat seperti kesehatan, support dari suami dan anak yang sangat memahami sekali perasaan dan kondisi saya saat ini, yang selalu menyediakan waktu untuk mendengar keluh kesah berikut air mata saya, teman-teman yang membantu memberikan informasi lowongan pekerjaan buat saya, connection saya di akun LinkedIn yang sudah bersedia untuk memberikan endorsement, dan lain-lain. Hingga saat saya menuliskan pengalaman ini, saya masih berjuang untuk mencari pekerjaan. Semoga Allah berkenan mengabulkan doa-doa saya dan memberikan hal yang terbaik bagi kami sekeluarga. Aamiin.