Monday, 14 June 2021

Fractions


Berikut ini adalah contoh aktivitas pembelajaran yang berkaitan dengan fractions. Pembelajaran ini ditujukan untuk siswa kelas 4 sekolah dasar. Ada beberapa tahapan pembelajaran yang dilakukan agar siswa dapat memahami tentang materi ini dengan lebih mudah. Adapun tahapan yang berupa Visible Thinking Routines tersebut adalah sebagai berikut:
  • 3-2-1 Bridge
  • Think-Pair-Share
  • Compass Point
  • Claim, Support, Questions
Untuk lebih jelasnya, pemaparan akan dibantu dengan menggunakan slide pembelajaran yang mana di dalamnya sudah dimuat langkah-langkah yang dapat diikuti oleh siswa satu persatu. Contoh slide yang diperlihatkan dalam tulisan ini adalah slide yang sudah di simpan dalam bentuk video.




Pandemi COVID-19 Saat Ini

 

Sudah nyaris hampir dua tahun sejak dimulainya awal pandemi COVID-19 hingga saat ini, tahun 2021. Belum terlihat tanda-tanda bahwa masa pandemi ini akan segera berakhir. Kita lihat di berita, adakalanya jumlah penderita tidak mengalami kenaikan begitu banyak, namun di lain waktu malah melonjak drastis. Yang jelas, tidak sedikit pula dampak yang dirasakan selama waktu pandemi ini, mulai dari geliat ekonomi banyak orang yang menurun drastis, kehilangan pekerjaan karena pengurangan jumlah karyawan di beberapa tempat usaha, dan tentunya masih banyak dampak lainnya. 

Di satu sisi, beberapa kelompok masyarakat sudah ada yang mulai menerima suntikan vaksin. Saya sendiri termasuk sebagai salah seorang yang sudah di vaksin sebanyak dua kali. Dengan adanya vaksin ini, sepertinya memunculkan secercah harapan baru, dimana yang tadinya kita mulai optimis berpikir bahwa sepertinya pandemi ini akan segera berakhir dan aktivitas menjadi kembali normal. Tapi tunggu dulu, ternyata tidak semudah itu. Malahan sekarang sudah mulai ditemukan varian baru dari virus ini yang membuat kita terhenyak dan menyadari bahwa perjuangan ini masih belum usai. 

Sepertinya sekolah masih belum akan begitu ramai dengan suara canda tawa anak-anak. Kita masih akan bertatap muka melalui layar-layar menyala yang bisa di on atau off-kan dengan mudah. Wajah masih akan terlihat "misterius" karena tertutup masker kemana-mana, dan tempat cuci tangan berikut sabun masih akan banyak kita jumpai di beberapa sudut tempat. Serta berbagai penggunaan kata "masih" yang akhirnya jadi biasa pada situasi pandemi ini. Sampai kapan? Tidak ada yang tahu. Kita hanya bisa berusaha menjaga diri semaksimal mungkin dan memasrahkan usaha kita dalam doa yang tiada henti kepada Sang Maha Pencipta. Semoga Allah berkenan mengabulkan doa kita. Aamiin.

Sunday, 7 February 2021

"Rahasia Mengajar Menyenangkan Era PJJ" bersama Munif Chatib, M. Pd

 

"Rahasia Mengajar Menyenangkan Era PJJ" bersama Munif Chatib, M. Pd

AISEInspirAction hadir kembali pada hari Minggu, 7 Februari 2021. Acara yang dipandu oleh Ibu Dita Ariadita, yang bertindak sebagai moderator ini menghadirkan seorang pakar pendidikan yang sudah sangat dikenal luas, yaitu Bapak Munif Chatib, M. Pd. Pembicaraan pada sore ini akan membahas tentang  rahasia mengajar menyenangkan di era pembelajaran jarak jauh. Seperti biasa, sebelum mulai ke acara inti, moderator memperkenalkan profil AISEI terlebih dahulu berikut visi dan misinya.

Pemaparan Bapak Munif Chatib dimulai dengan penjelasan data yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa tidak bahagia saat masa pembelajaran jarak jauh. Penjelasan dikaitkan dengan kondisi sekarang yaitu masa revolusi industri 4.0. Pada dasarnya pembelajaran e-learning sudah lebih dahulu hadir di luar negeri. Di Indonesia sendiri, pembelajaran e-learning hanya bisa dikatakan berjalan sebanyak 40%. Ada beberapa masalah yang muncul pada saat kegiatan e-learning ini, diantaranya adalah siswa tidak bisa berkomunikasi langsung layaknya tatap muka biasa. 

Agar pembelajaran ini jadi lebih menyenangkan hal yang perlu kita perhatikan pertama kali,  yaitu respon dari otak. Otak terbagi 3, yaitu: reptilian, limbik, dan neocortex. Otak reptil yang diibaratkan sebagai penjaga yang akan aktif saat muncul rasa takut, stres, kurang tidur, ataupun lelah. Oleh karena itu, otak reptil adalah bagian pertama yang merespon rasa senang. Setelah itu akan diteruskan kebagian yang berkaitan dengan emosi dan perilaku, yaitu limbik. Dari limbik, barulah akan disampaikan ke neocortex untuk diserap.

Dengan demikian, otak reptil adalah bagian yang harus dipuaskan terlebih dahulu. Ada 4 rahasia tindakan yang bisa kita lakukan untuk memuaskan otak reptil tersebut sehingga pembelajaran jarak jauh jadi lebih menyenangkan. Agar lebih jelas, mari kita pelajari rahasia tersebut satu per satu!

Pembelajaran harus menyenangkan,

Buatlah tampilan pembelajaran yang penuh warna dan gambar, serta jangan lupa berikan ice breaking. Pilihlah bentuk ice breaking yang sesuai dengan kondisi pembelajaran dan menyenangkan untuk memunculkan alpha zone.

Apersepsi

Apersepsi terbagi dua. Ada yang berkaitan dengan materi pembelajaran dan ada yang berkaitan dengan motivasi. Apersepsi scene setting adalah memberikan pengalaman sebelum masuk ke sebuah materi yang memicu rasa penasaran pada siswa. Untuk pembelajaran jarak jauh, scene setting dapat diberikan melalui video: kejujuran, pengajaran, dan motivasi.

Student centre learning

Melibatkan siswa dan sedapat mungkin siswa membuat sesuatu serta diberi feedback. Beberapa contoh strategi yang bisa digunakan untuk belajar adalah sebagai berikut: 

Parody

Parody bertujuan untuk mengingat. Parody bisa digunakan untuk berbagai tahap usia pembelajar, mulai dari TK hingga perguruan tinggi.

Mind mapping

Tujuan mind mapping adalah untuk mengingat. Siswa diminta untuk menggambar. 

Vlog presentation

Vlog presentasi bertujuan untuk memahami. Siswa diminta untuk melakukan presentasi dan direkam dalam bentuk video. 

Feedback

Kita bisa mengganti tugas kognitif dengan feedback. Siswa diminta untuk menyebutkan apa yang sudah dipahami dan apa yang belum dipahami, lalu menjelaskan manfaatnya untuk kehidupan sehari-hari.

Documentation

Rekamlah aktivitas belajar dan karya siswa, lalu publikasikan di social media sekolah, dan ajak teman serta rekan guru untuk memberikan apresiasi.

Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan tanya jawab dengan peserta webinar, dan ditutup dengan sharing dari para peserta tentang tips untuk melakukan kegiatan pembelajaran jarak jauh. Video kegiatan ini dapat kita saksikan bersama pada channel Youtube AISEI.

Sunday, 31 January 2021

Pengalaman Libur

Jepit rambut mawar dari kain flanel


Saat libur, aku pergi jalan sekitar dekat rumah. Aku juga pergi untuk membeli kebutuhan rumah. Setelah sampai dirumah, aku mandi dan bersih - bersih.

Aku juga membuat prakarya dari kain flanel. Lalu membuat jepit rambut bunga mawar. Kemudian aku membuatnya banyak dan ingin aku jual.

Lalu aku bermain dengan teman dirumah sesuai protokol kesehatan.Menggunakan masker dan jaga jarak. Setelah bermain aku bersih - bersih dan bermain didalam rumah.

Saat bermain didalam rumah aku bermain alat musik, setelah puas aku membantu pekerjaan rumah orang tuaku.

Penulis

Cerita ditulis oleh SS, seorang siswa kelas 4 sekolah dasar. 

"Mindfulness" oleh Anastacia Ang

 

Mindfulness_Anastacia Ang

Kali ini, Lazuardi Global Compassionate School menghadirkan Ibu Anastacia Ang sebagai narasumber dalam kegiatan training yang bertemakan "Mindfulness". Kegiatan training ini dilakukan pada hari Senin, 21 Desember 2020 sebagai salah satu rangkaian acara rapat kerja  untuk persiapan semester 2 tahun pelajaran 2020-2021.

Mindfulness adalah kebutuhan dasar manusia untuk secara utuh menghadirkan kesadaran terhadap keberadaan dan kesadaran diri tanpa memberikan reaksi yang berlebihan dalam melihat sesuatu yang ada di sekitar kita. Infomasi tentang materi mindfulness ini juga bisa kita temukan pada website Mindful.

Berikut ini adalah beberapa rangkuman catatan dari materi training yang disampaikan pada saat itu:

  • STOP take a breath observe proceed
  • Kegiatan STOP ini bisa dilakukan pada pergantian sesi kegiatan atau awal akan melaksanakan kegiatan.
  • Mindfulness bisa dipadukan dengan science.
  • Inti mindfulness adalah kita merasakan sesuatu secara utuh.
  • Mindfulness bukan masa lalu dan bukan imajinasi masa depan.
  • Dengan mindfulness kita mengalami segala sesuatu yang ada di luar diri kita dengan panca indera. Yang ada dalam diri kita dengan kesadaran.
  • Mindfulness menerima sesuatu dengan kesadaran.
  • Yang bisa disadari adalah 5 senses.
  • Untuk ke dalam diri yang disadari adalah: pikiran, perasaan, dan sensasi badan
  • Biarkan pikiran hadir dan datang tapi tidak menempel atau mempengaruhi cara kita berpikir terhadap sesuatu (kualitas kehidupan).
  • Latihan mindfulness akan lebih peka memberikan alarm yang diberikan oleh tubuh.
  • Dalam mindfulness, pikiran tetap datang dan pergi, tapi tidak menempel. Hal ini butuh proses.
  • Mindfulness memberikan nilai manusiawi.
  • Mindfulness memberikan 9 sikap positif: non-judging, patience, beginner’s mind, acceptance, gratitude, striving, letting go letting be, generosity, trust.
  • Mindfulness tidak berarti mengosongkan pikiran.

Kesimpulan

Modal mindfulness adalah kesadaran. Ada 4 hal yang harus disadari: Nafas, pikiran, perasaan, badan

Saturday, 30 January 2021

Quality Time with Parents : Strong Parents, Strong Kids

 

Strong Parents, Strong Kids

Kegiatan quality time adalah kegiatan yang diadakan oleh Lazuardi Global Compassionate School dengan menghadirkan para pembicara yang ahli pada bidangnya masing-masing. Selain itu, juga dihadirkan penampilan bakat dari beberapa siswa. Kegiatan ini biasanya dikemas dalam bentuk talkshow. Materi yang dibawakan biasanya berkaitan dengan bidang parenting dan pendidikan. 

Untuk kali ini, acara quality time ini diadakan oleh Lazuardi Global Compassionate School pada hari Sabtu, 30 Januari 2021. Acara dibawakan oleh Ibu Sari Kusuma Dewi, kepala sekolah SD Lazuardi GCS sebagai moderator. Selanjutnya dibuka dengan pembacaan Tilawatil Quran oleh ananda Zaza dan Sasa, siswi SMP Lazuardi GCS. Adapun narasumber dalam kegiatan quality time kali ini adalah Ibu Vierra Adella, seorang psikolog yang sudah cukup lama mendampingi Lazuardi dan Ibu Vivi Alatas, seorang ekonomis, penulis buku, dan juga merupakan salah seorang wali murid Lazuardi GCS.

Berikut ini adalah paparan materi talkshow "Strong Parents dan Strong Kids"

Vivi Alatas

Sebagai orangtua, pertama kali yang Beliau lakukan adalah menempatkan dirinya sebagai pembelajar sepanjang hayat. Selanjutnya barulah menetapkan visi, misi, dan tujuan dalam mengasuh anak. Setiap anak memiliki hidupnya sendiri. Kenali apa yang ingin dicapai oleh anak dan orangtua. Satu tujuan utama yang perlu digaris bawahi adalah kecintaan terhadap Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, sesama manusia, ilmu pengetahuan, diri sendiri, kedua orangtua, amal ibadah, dan lingkungan. ke-8 hal ini tercantum dalam buku yang pernah ditulis oleh Ibu Vivi Alatas. ke-8 hal ini bisa dijadikan visi dan misi dalam membentuk pola pengasuhan dan pemilihan institusi pendidikan yang tepat bagi anak.

Cinta tidak mungkin terjadi begitu saja. Orangtua berperan sebagai coach untuk membimbing anak-anak dalam meraih cinta tersebut. Proses pembimbingan itu bisa dilakukan dengan interaksi dan bonding yang berkualitas dengan anak. Bisa melalui obrolan, dan aktivitas sehari-hari. Dengan demikian orangtua dan anak dapat saling berkomunikasi dan berdiskusi dalam menentukan dan menemukan kebaikan bersama bagi anak dan orangtua dan tidak ada yang saling memaksakan kehendak.

Hal yang paling membahagiakan dari perkembangan seorang anak adalah saat sang anak mampu menunjukkan empati terhadap sesama, berhubungan baik dengan sesama manusia, mengenali apa yang dia inginkan, dan mampu memahami bahwa orangtua dan anak memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Seorang anak yang mungkin belum memiliki habit yang baik, bisa jadi disebabkan karena ada alasan tersendiri yang berbeda dari setiap anak. Beberapa anak butuh alasan kenapa sebuah hal penting untuk dilakukan sebelum dia melakukan hal tersebut. Ada anak yang tidak mau melakukan karena takut berbuat kesalahan sehingga tidak berani mencoba, ada pula anak yang kurang inisiatif untuk memulai sesuatu, dan ada pula yang tidak ingin diatur karena memiliki keinginan sendiri. Semua penyebab ini perlu kita kenali dan dicarikan solusi yang tepat. Anak perlu kita dorong agar mereka memiliki kemampuan untuk istiqomah, executive skill, dan mandiri karena tidak selamanya orangtua, sebagai coach akan selalu mendampingi anak.

Pada kesimpulannnya, strong parents adalah sosok orangtua yang dengan usahanya bisa mendampingi anak untuk mengenali dirinya, membimbing anak, memberi kasih sayang, memberi arahan, menjelaskan batasan sesuai ajaran agama, dan hadir untuk diri seorang anak, tetapi bukan orang yang menentukan hidupnya.

Vierra Adelia

Visi biasa dibuat oleh pemilik, yaitu keluarga, khususnya orangtua. Apakah orangtua sudah merasa sebagai pemilik atau owner dalam keluarga? Kadangkala, orangtua justru "kalah" dari anak. Adakalanya pelaksanaan visi dan misi ini tidaklah semudah membalik telapak tangan. Perlukah sebuah visi di adjust atau langkahnya yang perlu di adjust

Setiap anak lahir sebagai blending karakter dari kedua orangtuanya. Anak juga ingin menjadi owner dalam rumahnya. Apakah orangtua siap untuk hal ini? Anak berkembang lengkap dengan emosi dan kecerdasan di dalamnya. Dalam masa perkembangan ini, kita mau tidak mau harus memasukkan unsur disiplin. Dalam visi dan misi harus ada tujuan. Apa tujuan orangtua dalam membesarkan anak-anaknya perlu juga diketahui oleh anak. Visi dan misi harus dijalankan dengan konstan, konsisten, dan relevan. Dr Benjamin Carson, seorang ahli bedah yang sudah sering melakukan pemisahan kepala pada kasus kembar siam, menyampaikan bahwa tidak ada pekerjaan yang lebih penting selain parenting. Jadi tidak ada kata terlambat untuk hal ini karena visi dan misi merupakan arah. Visi dan misi juga merupakan standar keberhasilan orangtua dalam mengasuh anaknya.

Membangun karakter anak adalah hal yang tidak mudah. Jika habit masih merupakan hal yang gampang untuk dibentuk, dengan cara konsisten selama kurang lebih satu tahun, maka tidak demikian dengan karakter. Membangun karakter butuh waktu minimal limabelas tahun. Allah menciptakan manusia dengan sebuah fleksibilitas. Semakin banyak yang dia lihat dan tantangan yang dia hadapi, maka karakter ini akan semakin berkembang. Tugas orangtualah memantau perkembangan ini agar tetap dalam track

Ada 3 karakter baik yang perlu dimiliki oleh seorang anak, yaitu: 

Relasi antar sesama yang lebih baik

Seorang anak perlu dilatih agar memiliki hubungan yang baik dengan sesama manusia.

Daya pikir

Apapun pekerjaannya, selama anak bisa bereksplorasi dengan daya pikirnya dengan baik, maka anak akan bisa berkarya. 

Siap dan mampu menghadapi tantangan

Selain itu, anak perlu siap dan mampu menghadapi tantangan mengingat bahwa kompetisi pada zaman ini sangat kuat, anak harus siap menang ataupun kalah dan menyusun langkah berikutnya dalam menghadapi hal tersebut.

Konsep yang bisa dirangkum adalah keluarga memiliki anggota dengan karakter yang berbeda-beda. Tiap keluarga pastinya punya visi dan misi masing-masing yang berbeda. Tuliskan lima konsep visi dan misi dengan mengajak serta anak-anak. Tulisan tersebut bisa dipajang di ruang keluarga, bahwa keluarga punya satu tujuan yang luhur yang ingin dicapai. Masing-masing anggota keluarga bisa membuat janji dan membiarkan anggota keluarga lain tahu. Jadikan hal itu lebih dari sekedar janji, yaitu ditunjukkan dalam perilaku nyata yang sinkron. 

Kehadiran orangtua secara langsung bagi anak usia pre school mungkin sudah cukup, namun bagi anak dengan usia yang lebih tinggi, kehadiran secara fisik saja tidaklah cukup, namun juga dibutuhkan keterlibatan emosional, kemampuan orangtua dalam membantu memecahkan masalah, dan memberi ruang untuk eksplorasi hingga semua tindakan tersebut bisa membentuk karakter yang baik. 

Ajak dan ajari anak untuk membangun kompetensinya karena anak sudah akan mulai membandingkan dirinya dengan teman-temannya. Dalam hal ini, orangtua tetap perlu mengawasi lingkungan pergaulannya. Ada masanya juga seorang anak mulai membutuhkan privacy. Anak yang tidak memiliki ruang privacy akan menimbulkan rasa insecure pada diri anak tersebut.

Usahakan orangtua tidak membuat persepsi anak seakan terasa ditekan. Caranya adalah dengan mengkomunikasikannya. Kemampuan untuk memahami komunikasi seperti ini baru akan muncul pada usia anak empat tahun. Di bawah usia tersebut, memang butuh kesabaran dari orangtua. 

Komunikasi memegang peranan sangat penting dalam hal ini. Komunikasi yang terhambat antara orangtua dan anak bisa disebabkan oleh sumbatan yang bermula dari perbedaan karakter. Pilihan orang yang akan dijadikan tempat komunikasi bisa muncul karena proses perkembangan anak saat memasuki usia sekolah. Mereka mulai memilih orang yang akan dijadikan tempat berkomunikasi yang sesuai. Untuk itu, orangtua harus tetap mengawasi dan mengenali siapa agents yang telah dipilih anak untuk dijadikan tempat komunikasi selain orangtua agar tetap tepat. Bila agents tersebut adalah guru-guru di sekolah, maka orangtua sangat perlu untuk menjalin kerjasama yang sinergis dengan para guru.

Kehadiran orangtua secara utuh sangat dibutuhkan. Utuh dalam arti bukan hanya secara fisik, tetapi juga dengan nasehat dan penyampaiannya. Itu semua adalah sebuah peta hidup. Orangtua akan sangat ditunggu oleh anak. Kehadirannya dalam mencapai tujuan hidup sangat berperan penting dalam arah hidup seorang anak.

Akhirnya acara quality time kali ini ditutup dengan pembacaan doa oleh Bapak Chairin Syahputra, guru agama SMP Lazuardi GCS agar semua usaha kita sebagai orangtua yang ingin mendampingi anak ke arah yang lebih baik di ridhoi, diberkahi, dipermudah, serta dilancarkan oleh Allah SWT. Semoga kegiatan dan resume ini bisa memberi manfaat dan wawasan bagi kita para orangtua agar tetap terus memperbaiki diri dalam mendidik anak sehingga anak bisa menjadi manusia yang sesungguhnya. Aamiin.