Sunday, 19 July 2026

Owning a Home or Renting One?

Each country has its own trend in occupying the home ownership. Some of the citizens may tend to rent it, while others choose to own it. It could depend on the majority's needs, situation, and the condition of the country itself.

The people who choose to buy or build their homes may feel safer if the home belongs to their private property. They will only think about how to spend the money in their early years, and then it will be theirs forever. So, they have the possibility to enjoy their old age in their own home peacefully without worrying about how to pay the rent, because as we know in common, people aged more than 55 will prepare to welcome their retirement period of work. Therefore, they need to spend it wisely with the limited income. And the other advantage is that they have more freedom in expressing their home design creativity based on their wants, needs, and passions. Sometimes, owning a home can be a symbol that you are a permanent resident in that country. It is a representation that you will live in and work in the country for your lifetime. If you have a plan to have more than one home, sometimes they will be good property assets for your future income.

It doesn't mean that choosing to rent a home is a bad choice because these people can get a lot of benefits, too. Having different views by moving into different rented homes, if you get bored with the environment, can give you a new mood booster, perhaps, or choosing the closest distance of a rented home to the workplace is not a bad choice, because at least, you can save more money on transportation. Considering that you only stay in a certain country for a temporary job, it will be better for you to rent a home rather than own one.

Each choice not only has good impacts but also negative ones. By owning a home, you are hoping to be more creative in creating a comfortable situation for yourself. Unlikely for you to move easily many times anytime you have trouble with your surroundings. 

On the contrary, renting a home doesn’t mean you have fewer problems. You have to prepare your money well for paying the rent cost, and be ready if the host wants to cut the rental time at any time.

Whatever you choose for living in a home has its own consequences. Think deeply before you prefer to rent or own a home by listing your condition, including the impacts.

(This opinion was written by DYH7 and expressed in this blog is based on my work completed as part of my English language course.)

Saturday, 18 July 2026

Wind Turbines

A wind turbine is one of the sources of energy. It is a kind of machine that uses the mechanical energy of wind that is converted into electric energy.

Each part in a wind turbine has a different function and is made of different materials. First, the blade is made of fiberglass and carbon fiber. The materials are chosen for the reason of having better strength and durability than the others. A blade is used for capturing the wind. When the wind gets strong enough, it will rotate. Second, the tower is made of steel. Steel is an appropriate material that has very good strength support needed for a tower due to its functions, which are to support the wind turbine above the ground and the place of the blade. Third, the nacelle (the housing on top), which is made of steel and aluminum. A nacelle is very important to protect the main component in the wind turbine. In the nacelle, there is a wind sensor which is used to measure the wind speed and determine the wind direction. Fourth, a generator which is made of copper, steel, and magnets. The generator is going to convert the mechanical energy into electric energy. A generator can produce an 1,5 megawatts output. And the last one is a foundation which is made of reinforced concrete and steel as the anchor of the wind turbine into the ground.


The location of wind turbines will influence the strength of the energy. Basically, the location of a wind turbine can be divided into two: onshore and offshore. Onshore means that the wind turbine is built on land. The benefits of this location are low cost and easier to maintain. As a consequence, the wind is weaker, unstable, and produces less electricity. This kind of turbine is usually used as a domestic turbine, which is used to fulfill the electricity needs of households. By contrast, offshore wind turbines are located in the sea. It requires a higher cost and a lot of effort to maintain, while the captured wind will be stronger and will automatically produce more electricity anyway.


As a conclusion, a wind turbine is a highly valuable machine that can be used to provide both large-scale needs of electricity and the small one. The suitable location will help people to get the suitable electric energy.


References:

National Geographic

Energy

Friday, 17 July 2026

Doa

Di malam yang hening aku berdoa. 
Setelah bergulat cukup lama 
dengan rasa sedih dan terhina. 

Aku lantunkan doaku ke langit tinggi, 
menuju singgasana-Mu 
wahai Yang Maha Mendengar. 

Banyak hal yang tadinya aku tahan, 
lalu aku adukan kepada-Mu. 

Ternyata aku tak setahan itu, 
ternyata aku tak sekuat itu. 

Di dalam doa, aku senang bisa menangis. 
Menangis sampai puas, 
hingga perasaanku lega. 

Hanya di dalam doa, 
Aku bisa menyampaikan ceritaku 
sejujur-jujurnya, 
tanpa merasa takut akan dihakimi. 

Dalam sebuah doa, 
aku bisa mengurut satu persatu 
rasa sedih dan kesulitan 
tanpa perlu ditutup-tutupi. 

Aku tak sanggup bila tak berdoa pada Mu, 
Ya Rahman, Ya Rahiim. 

Berdoa pada Mu, 
adalah obat penenang bagi jiwaku. 

A poem by DYH7

Friday, 3 July 2026

ANALISIS SEDERHANA POLA KOMUNIKASI YANG TIDAK SEHAT DALAM RUMAH TANGGA

Berikut ini adalah sebuah tulisan yang dihasilkan dari penggunaan salah satu platform AI. Adapun tujuan dari penyusunan informasi ini agar saya lebih mengenali masalah dan topik yang sedang dibahas. Dengan latar belakang pendidikan saya yang tidak berkaitan dengan psikologi, secara hormat, saya sangat terbuka dengan pendapat dan saran yang membangun dari para ahli dibidangnya, apabila ada hal yang dirasa kurang sesuai, dengan menyertakan referensi ilmiah yang digunakan secara resmi. Terima kasih. 


ANALISIS SEDERHANA POLA KOMUNIKASI YANG TIDAK SEHAT DALAM RUMAH TANGGA

Pelabelan pada Pasangan dan Pola Dominasi dalam Hubungan


Ringkasan (Abstrak)

Dalam hubungan suami istri, cara berkomunikasi saat konflik sangat memengaruhi kualitas hubungan. Ada dua pola yang sering membuat hubungan menjadi tidak sehat:

  1. Pelabelan pasangan (memberi cap seperti “egois”, “kasar”, dll.)
  2. Dominasi dalam hubungan (satu pihak ingin selalu mengontrol dan harus didengar)

Artikel ini menjelaskan apa itu dua pola tersebut, kenapa bisa terjadi, dampaknya, dan cara memperbaikinya berdasarkan penelitian psikologi.


1. Pendahuluan

Konflik dalam pernikahan itu wajar. Semua pasangan pasti pernah berbeda pendapat.

Namun yang menentukan hubungan menjadi sehat atau tidak adalah: cara berbicara saat konflik terjadi.

Penelitian menunjukkan bahwa bukan konflik yang paling berbahaya, tetapi cara berkomunikasi yang salah saat konflik.

Dua pola yang sering merusak hubungan adalah:

  • memberi label negatif pada pasangan
  • sikap ingin menguasai atau mendominasi dalam komunikasi

2. Pelabelan terhadap Pasangan (Criticism / “Character Attack”)

2.1 Apa itu pelabelan?

Pelabelan adalah saat seseorang tidak membahas masalah secara jelas, tetapi langsung menilai kepribadian pasangan.

Contoh:

  • “Kamu egois”
  • “Kamu memang orang kasar”
  • “Kamu selalu salah”

Berbeda dengan:

  • “Saya merasa sakit hati ketika dibentak”

➡️ Yang pertama menyerang pribadi
➡️ Yang kedua membahas perilaku


2.2 Kenapa bisa terjadi?

Pelabelan biasanya muncul karena:

  • emosi sedang tinggi
  • tidak terbiasa bicara dengan jelas
  • ikut kebiasaan dari lingkungan keluarga
  • sulit mengendalikan marah
  • ingin meluapkan perasaan, bukan menyelesaikan masalah

2.3 Dampaknya

Pelabelan bisa menyebabkan:

  • pasangan merasa diserang sebagai pribadi
  • pasangan jadi defensif (membela diri atau diam)
  • masalah tidak selesai
  • komunikasi makin buruk
  • hubungan terasa tidak aman untuk bicara

2.4 Dampak jangka panjang

Kalau sering terjadi:

  • pasangan jadi takut bicara
  • komunikasi berkurang
  • hubungan makin jauh secara emosional
  • konflik berulang terus

3. Dominasi dalam Hubungan

3.1 Apa itu dominasi?

Dominasi adalah ketika satu pihak:

  • ingin selalu diikuti
  • tidak mau mendengar pendapat pasangan
  • memakai status (misalnya “kepala keluarga”) untuk menolak diskusi
  • merasa hanya dirinya yang benar

3.2 Kenapa bisa terjadi?

Biasanya karena:

  • ingin mengontrol situasi
  • sulit menerima perbedaan
  • merasa pendapat berbeda adalah ancaman
  • terbiasa hidup dalam pola keluarga yang keras
  • sulit mengontrol emosi saat marah

3.3 Dampaknya

Dominasi bisa membuat:

  • pasangan tidak punya ruang bicara
  • komunikasi jadi satu arah
  • hubungan terasa tidak seimbang
  • pasangan jadi diam atau menjauh
  • emosi dalam rumah tangga meningkat

4. Jika Dua Pola Ini Terjadi Bersamaan

Kalau pelabelan dan dominasi terjadi bersama, biasanya:

  • pasangan sering diberi cap negatif
  • pendapat pasangan tidak dihargai
  • satu pihak selalu merasa paling benar
  • diskusi berubah menjadi perebutan kuasa

Akibatnya:

  • komunikasi tidak sehat
  • hubungan terasa jauh
  • konflik tidak selesai-selesai

5. Hasil Penelitian Ilmiah (Sederhana)

Penelitian menunjukkan bahwa:

  • kritik yang menyerang pribadi membuat hubungan lebih cepat rusak (Gottman)
  • pasangan yang sering dikritik merasa lebih tertekan
  • dominasi dalam hubungan bisa meningkatkan konflik
  • hubungan yang tidak setara lebih mudah mengalami masalah serius

6. Cara Memperbaiki

6.1 Perbaiki cara bicara

Ganti:

  • “Kamu egois”
    menjadi
  • “Saya merasa tidak didengar”

6.2 Jelaskan perilaku, bukan label

Jangan menilai karakter, tapi jelaskan kejadian:

  • apa yang terjadi
  • bagaimana perasaan
  • apa yang diharapkan

6.3 Tenangkan emosi dulu

Kalau sedang marah:

  • jangan langsung bicara
  • ambil jeda dulu
  • lanjutkan saat lebih tenang

6.4 Ubah cara memimpin dalam rumah tangga

Memimpin bukan berarti:

  • selalu harus diikuti

Tapi:

  • bisa mendengar
  • bisa mengendalikan emosi
  • bisa berdiskusi

7. Bantuan Profesional

Kalau masalah sering terulang, bantuan profesional bisa membantu.

Psikolog / konselor

Bisa membantu:

  • memperbaiki cara komunikasi
  • mengelola emosi saat konflik
  • memperbaiki hubungan pasangan

Psikiater

Diperlukan jika:

  • emosi sangat sulit dikontrol
  • ada masalah psikologis yang lebih dalam
  • butuh evaluasi medis

8. Kesimpulan

Hubungan menjadi tidak sehat bukan karena sering bertengkar, tetapi karena cara bertengkarnya.

Dua hal yang paling merusak adalah:

  • memberi label negatif pada pasangan
  • sikap ingin menguasai dan tidak mau mendengar

Kalau dua hal ini diperbaiki, hubungan biasanya bisa menjadi lebih tenang, sehat, dan saling menghargai.


Referensi (Sederhana)

  • John Gottman – penelitian tentang hubungan pasangan
  • Journal of Family Psychology (penelitian tentang kritik dalam hubungan)
  • Trauma, Violence, & Abuse (penelitian tentang dominasi dalam keluarga)
  • Australian Institute of Family Studies (laporan tentang kontrol dalam hubungan

Saturday, 11 April 2026

Beda Generasi? Masalah?


Belakangan ini sering terdengar ucapan-ucapan yang menyangkut pautkan tingkah laku seseorang dengan perbedaan generasinya. Contohnya: "Ih, Boomers ya? Pantas saja" atau "Kami tuh gen Z, lebih unggul, lebih melek teknologi", sementara yang lainnya "Kami gen Millenial lebih tahan banting". Ada juga yang bilang "Kita gen X, sudah merasakan semua, lebih duluan tahu."

Terus terang, beberapa ungkapan-ungkapan ini ada yang bersifat netral namun tak jarang pula ada yang memunculkan kebanggaan yang absurd, dan menuju ke penghinaan, bahkan berakhir dengan gesekan dan pertengkaran. Untuk komentar yang bersifat informatif dan netral, sepertinya tidak ada masalah. Namun, untuk yang sedikit-sedikit berbangga dan menghina dengan membawa atribut perbedaan generasi ini, dapat ilmu dari mana dan keuntungan apa ya? Apakah dengan meng-claim bahwa kita dari generasi tertentu, lalu bisa dipukul rata bahwa kelakuan kita sama dan bisa dijadikan alasan buat "menghujat" atau "memaklumi" seseorang secara personal? Sepertinya tidak bukan? Dan terdengar tidak adil juga buat yang lain. 

Perbedaan kondisi lingkungan pada rentang masa tertentu secara umum bisa saja ikut mempengaruhi sikap dan perilaku manusia yang hidup pada era tertentu. Namun kita juga tidak bisa mengesampingkan hal lain yang peranannya bisa saja lebih besar, contohnya: pola asuh lingkungan keluarga, genetik, dan lain-lain faktor yang lebih komplek. Rasanya terlalu dangkal kalau kita menilai seseorang, baik itu dari sisi kelebihan dan kekurangannya hanya dengan melihat dia dari generasi mana. Walaupun ada pembelaan yang berdalih "Bercanda" dalam pembicaraan hujat-menghujat yang suka membawa alasan generasi ini, saya pribadi sangat risih dan tidak nyaman mendengarkannya. Rasanya tidak perlulah terlalu sering bercanda dengan bahan "Garing" dan berpotensi menimbulkan perpecahan seperti ini.

Perlu kita sadari, perbedaan generasi tersebut dibuat tentunya bukan untuk menjadi dasar penghakiman dari perilaku seseorang. Dengan adanya kelebihan dan kekurangan masing-masing generasi, pengelompokan ini diharapkan akan lebih ke mempermudah bagi pihak yang membutuhkan untuk mengoptimalkan potensi yang ada dan menanggulangi kekurangan yang muncul secara umum. Perlu diingat sekali lagi, secara umum. Untuk hasil pengamatan secara individu, tentu akan lebih detail lagi pertimbangan dan analisa yang dilakukan. Jadi, alangkah tidak bijaknya kalau kita menjadikan alasan generasi sebagai kriteria untuk menganggap value kita lebih baik dari generasi lainnya. Apa salahnya kalau kita saling bergandengan tangan untuk melengkapi kelebihan dan memperbaiki kekurangan masing-masing. Toh, yang paling utama adalah meningkatkan kualitas diri kita sendiri agar tetap berfungsi dengan maksimal dan bermanfaat bagi sesama. Jangan sampai kita menjadi pemicu konflik yang sebenarnya tidak perlu ada ini.

Bahkan bagi kita umat muslim khususnya ada penjelasan dalam kitab suci Al Qur'an yang melarang untuk kita untuk mengolok-olok sesama manusia, apalagi bersifat sombong terhadap sesama makhluk Allah. Oleh karena itu, yuk bisa yuk kita membenahi cara pandang dan sikap kita semua supaya lebih open minded untuk masa depan bersama yang lebih baik. 

Thursday, 2 April 2026

Looking for a Peaceful Part Inside Us



Sometimes we need to take a deep breath to rethink anything that has happened to us. It seems that some problems need us to pay more attention, while others need more time to be analyzed. On the other hand, you also need to keep your feelings neutral and normal. Who said it was easy? not really. Then, who will support you? My God. I have nothing to do but pray. 

Don't let the problems play too hard and too long in your mind. At least speak to someone whom you can trust. Calm yourself by finding an easy, comfortable corner to avoid being annoyed by people's noise. Do something that really releases your mind and feelings. Writing, reading, sleeping, or even just sitting still somewhere you like, and being absent-minded. Just ignore all the routines for a moment. Try to explain to your family that you need a little bit "Me Time." 

Don't push yourself too hard that you have to be always strong to face all of life's challenges. We are human. It's very natural and humanistic if we need others' help sometimes to ease our difficulties. Or if you choose to share your mind with someone, just remember one thing: make sure that he or she is the right one. Not someone who will cause new troubles in your life. Find the one who can show empathy to you, not someone who will make fun of your problems.

Life goes on. Learn from the storm. It comes and goes in turn. All the mess will be organized again, though you need more time.

A Note of Feeling
by DYH7



Monday, 22 December 2025

Puisi Cinta untuk Ibu



Seluruh cinta, sepenuh hati,

untuk semua Ibu

yang penuh asa dan kasih sayang

di muka bumi ini.


Tetaplah bahagia di sepanjang hidupmu.

Kuatlah batin dan ragamu.

Bertahtalah dengan kesucian hatimu

dalam jiwa orang-orang

yang menghargai setiap jejak langkah

perjuangan yang telah kau tapaki.


Tak pernah cukup kata yang indah

untuk menggambarkan rasa

terima kasihku karena pernah memilikimu.


Terangkai dalam doaku

bagi engkau yang menjadi Ibuku,

selalu dan selamanya.


Oleh DYH7
22 Desember 2025

Wednesday, 2 July 2025

Butuh atau Tidak?


Beberapa orang datang dan pergi begitu mudah dalam hidupmu.
Bukan karena peduli padamu.
Namun lebih karena masalah butuh atau tidak akan dirimu.

(A brief thought by DYH7)

“Some souls drift into your life like whispers on the wind, and just as quietly, they leave.
Not out of care or tenderness,
but simply because they needed you once—
and no longer do.”

(The brief thought is interpreted by using AI)

Sunday, 8 June 2025

Pencarian


Apa yang kau cari?
Perhatian?
Kasih sayang?
Cinta tulus?
Kau salah alamat.
Tidak ada semua itu disini.
Bukankah kau sudah tahu sedari dulu, 
sejak kau lahir,
bahwa semua hal itu disebut "impian" di sini. 
Atau bisa jadi "halusinasi"
Ah, atau bisa juga disebut omong kosong.
Kalau kau masih mau mencoba mencari,
cari saja di tempat lain.
Mungkin di hutan, yang pokok pohonnya tumbuh kuat dan kokoh.
Atau di laut, yang debur ombaknya tak mudah dikalahkan.
Di awan? Di lembah? Di mana-mana?
Entahlah aku juga tak tahu. 
Aku harap kau beruntung menemukannya di tempat lain dan di orang lain.
Bukan di orang-orang yang hanya mencarimu karena butuh.

Sebuah puisi oleh DYH7

Sunday, 25 May 2025

Aku dan Renungan


Aku sedang mencoba merenung.
Merenungi banyak hal yang aku rasakan.
Tentang penghargaan dan kehinaan, 
kejujuran dan kebohongan,
kesedihan dan kegembiraan,
rasa syukur dan kufur,
kesopanan dan kekurangajaran,
kebutuhan dan pengabaian,
penolakan dan penerimaan,
dan masih banyak yang lainnya.
Aku pilih pojok yang tenang untuk merenung.
Agar aku bisa lebih banyak belajar tentang ilmu kehidupan ini.
Ternyata merenung memang sepenting itu bagi diriku,
dan aku tidak ingin diganggu dalam renunganku.

Sebuah puisi oleh DYH7

Monday, 19 May 2025

Gangguan


Apakah anda pernah punya pengalaman menghadapi orang yang arogan dan suka menilai sesuatu sesuka hatinya, bahkan menyebarkan penilaiannya yang tidak jelas tersebut kepada orang lain? Dan konyolnya lagi, ada orang yang langsung percaya begitu saja dengan orang-orang tukang fitnah yang suka membawa kabar angin tidak jelas ini, tanpa konfirmasi ataupun mencari data terlebih dahulu.
Bagi anda yang pernah bertemu dengan makhluk seperti ini, tentu dongkolnya luar biasa. Karena tidak jarang mereka menimbulkan kerugian moril maupun materil terhadap orang yang dijadikan korban. Lalu bagaimana kita menghadapi orang bermasalah seperti ini? Mari kita coba beberapa langkah berikut ini:

Tetap melakukan yang terbaik

Yakinkan diri anda untuk tetap berada di jalur yang benar dan melakukan hal yang terbaik. Pastikan anda tidak membuat kesalahan yang bertentangan dengan agama, aturan, serta norma dan nilai. Tidak perlu terlalu fokus dengan gangguan dari orang-orang menyebalkan seperti itu, sehingga membuat anda kehilangan konsentrasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan dalam berkarya, karena apabila demikian, anda hanya akan mengalami banyak kerugian dan kemunduran. Tentunya pihak yang tidak sejalan dengan anda akan semakin senang melihat kondisi anda yang seperti itu. Percayalah bahwa benar adalah benar dan salah adalah salah. Sesungguhnya mereka tidak akan pernah tertukar, apabila kita melihatnya dengan segenap rasa dan pikiran yang jernih.

Interaksi bermutu

Sedapat mungkin hindari banyak berinteraksi dengan orang yang berpotensi hanya akan menimbulkan masalah dalam hidup anda. Kalau perlu keluar dari lingkungan yang tidak sehat tersebut demi kesehatan lahir dan batin anda. Namun, apabila menghindar sudah tidak bisa dilakukan, cukup lakukan interaksi seperlunya saja, dan tetap waspada dengan segala kemungkinan, sehingga anda bisa punya solusi apabila sewaktu-waktu orang tersebut menjadi sumber masalah untuk anda.

Selalu berwawasan terbuka

Tidak ada satupun yang sempurna di dunia ini. Setidaknya anda mendapatkan pengalaman dalam menghadapi orang-orang tersebut. Pengalaman akan memperkaya wawasan anda, bahkan membuka ruang untuk melakukan refleksi terhadap diri sendiri. Mungkin ada hal yang juga perlu diperbaiki dari dalam diri anda. Walaupun jalannya melalui cara yang tidak menyenangkan.

Berpikiran positif terhadap apa yang terjadi dan terhadap diri sendiri

Berkaitan dengan poin ketiga, masalah akan selalu ada dalam hidup. Kedatangannya bisa saja sebagai teguran maupun sebagai cobaan. Jangan biarkan diri terus menerus terpuruk oleh penilaian dan prasangka buruk orang lain. Jadikan hal ini sebagai cambuk dalam upaya memperbaiki kualitas diri secara berkesinambungan. Ikuti kegiatan yang memberikan dampak positif bagi anda. 

Abaikan suara-suara sumbang yang terlalu mengganggu dan tidak berdasar.

Apabila anda sudah melakukan segala upaya terbaik, anda bisa mempertimbangkan untuk mengabaikan saja segala bentuk kebohongan, gosip, fitnah, dan yang sejenis lainnya. Mungkin masalahnya bukan pada anda, tapi pada orang-orang dengan tanda kutip tersebut. Ingat! Ada pepatah yang mengatakan "Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu" dan "Tong kosong nyaring bunyinya".

Mempertimbangkan jalur hukum

Untuk kasus tertentu yang sudah terlalu mengusik ketenangan dan semakin tidak terkendali, sehingga mendatangkan kerugian yang cukup besar, ada baiknya anda mulai melirik penggunaan jalur hukum. Anda bisa berkonsultasi dengan pihak resmi yang berkompeten dalam bidang ini untuk mendapatkan solusi yang terbaik.

Percaya pada kekuatan doa.

Berusaha dan berdoa, adalah kunci. Usaha tanpa doa adalah kesombongan, dan doa tanpa usaha adalah sia-sia. Sebagai makhluk yang banyak kelemahan dan kekurangan, sudah mutlak kita tidak akan sanggup melawan semua gangguan dan menyelesaikan semua masalah sendirian. Andalkan dan mohonlah bantuan kepada Yang Maha Kuasa. Tak ada gunanya berharap pada manusia dan apapun selain Allah, karena seringkali hanya menimbulkan kekecewaan dan tidak maksimal. Ikhlaskan dan serahkan saja kepada Yang Maha Kuat untuk memberikan didikan yang paling tepat bagi orang-orang yang suka mempersulit hidup orang lain. Dengan demikian, hati kita jadi lebih tenang serta energi dan waktu juga tidak terbuang percuma. Kita bisa mengerjakan hal lain yang lebih berguna.

Semoga semua tips tersebut bisa memberikan manfaat dan pencerahan bagi kita bersama, terutama saat kita menghadapi masalah seperti yang diuraikan di atas. Tetap semangat dan pantang menyerah!

Wednesday, 30 April 2025

Efforts





When you walk certain paths, it's not as simple as you think. You may assume you are doing your best for the others, but it might be invisible for them.
Most people don't look at the process. They don't give you a chance to explain the reason. They don't trust you enough to listen to your reasons. Even worse, they blame you for the imperfect things. Even for the things that you thought as the best efforts to please them. They are only focus on the results.
That's the contrary facts they did when they talk about respecting the process. It feels a little bit unfair for you to go through this way, but you have to move forward. Don't let the troubles stop and block your way. Strengthen yourself that you are worthy to reach your aspirations.

Saturday, 14 December 2024

Tajam


Ada kata-kata perih terucap dari mulut kalian yang tajam.

Kalian lontarkan bagai peluru melesat kuat,

tanpa berpikir dua kali, 

atau bahkan tanpa berpikir sekalipun.

Kalian benarkan ucapan dan prasangka buruk kalian

sebagai bentuk ekspresi diri,

yang sedang membuang sampah dan kotoran dalam hati serta pikiran.

Tak pernah kalian lihat

bagaimana kami menjaga kebanggaan yang kalian miliki.

Tak akan kalian pikirkan 

goresan luka yang kalian torehkan diperasaan kami

dari caci maki selama ini.

Pandainya kalian merasa berhak dan benar

dengan mengandalkan logika 

yang tidak jelas ukuran kebenarannya itu.

Simpan saja semua rasa bangga dan jumawa itu 

untuk diri kalian sendiri,

sampai Tuhan memberikan pelajaran yang tepat 

buat kalian rasakan dan renungkan.


Sebuah puisi oleh DYH7
14 Desember 2024

Saturday, 7 December 2024

Allah the Almighty

A beautiful and lovely day.

Full of love and blessing.

The deepest gratitude expressed 

To Allah the Almighty.

Saturday, 16 November 2024

Rumit


Lihatlah!

Kita makin lihai dan pintar dalam berbohong.

Mengatur strategi agar tidak ketahuan.

Makin ahli dalam mencari kesalahan masing-masing.

Mengorek-ngorek borok masa lalu.

Saling serang dan bertahan dengan ego yang kita miliki.

Prasangka buruk bukan lagi barang baru dalam hubungan kita.

Jatuh bukan untuk bangkit, namun untuk jatuh kembali.

Berjalan terseok-seok dan tertatih-tatih.

Mengusap air mata sendiri atau membiarkannya diseka oleh angin.

Ironi, dengan apa yang kita perlihatkan pada dunia.

Mungkin kita bisa disebut dengan makhluk paling munafik di bumi. 

Tidak lelah dalam berpura-pura dan bersilat lidah.

Hasilnya? Tentu seperti biasa.

Tidak ada empati, pengertian, cinta, apalagi kasih sayang yang tercermin dalam sebagian besar ucapan dan tindakan kita.

Dan kita terus berputar-putar dalam lingkaran setan yang memuakkan ini.

Dilema panjang antara mengingat kebaikan yang pernah ada dan membayangkan kecurangan yang mungkin ada.

Apakah kita tidak menemukan jalan kompromi lagi? 

Sebenarnya tidak adakah rasa yang tersisa atau memang kita tidak pernah saling memiliki rasa apa-apa?


Sebuah puisi oleh DYH7

Sunday, 6 October 2024

Tips dan Trik Anak Nyaman Bersekolah

Mengapa perlu memilih sekolah yang nyaman? Tentu saja penting. Bisa dikatakan seperempat waktu dari aktivitas harian seorang anak berkutat di sekolah. Dan waktu itu tidak bisa dibilang sebentar. Banyak hal yang akan dirasa dan ikut berperan serta dalam pertumbuhan mental anak berdasarkan pengalamannya bersekolah. 

Sebagai orangtua, kita pasti akan berupaya untuk memilih sekolah yang terbaik untuk si buah hati tersayang. Agar orangtua dan anak sama-sama merasa aman dan nyaman di sekolah, ada baiknya kita coba tips dan trik dalam memilih sekolah yang tepat.


Tentukan Tujuan Bersekolah 

Apa gunanya sekolah? Pada kenyataannya ada orang yang pendidikan sekolahnya terbatas, tapi bisa lebih sukses dibanding yang bersekolah tinggi. Dan ada banyak pendapat lain yang berbeda berkenaan dengan pertanyaan tersebut. 
Saat si kecil sudah mulai mengenal lingkungan sekitar berikut dunia pertemanan, tak ayal anak juga akan melihat berbagai kegiatan yang terjadi di sekitarnya. Salah satunya, bisa jadi berupa anak tetangga yang berbeda usia berangkat sekolah setiap hari dan tak urung orang tua melihat anaknya ikut bermain peran dengan cara mengenakan tas layaknya anak yang sudah sekolah, bermain guru dan murid, pura-pura membaca buku, dan lain-lain.
Beranjak dari hal tersebut, orangtua mulai bisa mengajak anak berkomunikasi sederhana sesuai dengan tingkat pemahaman anak tentang peran apa yang sedang mereka mainkan, apa tujuan dan manfaatnya, bagaimana melakukannya, serta di lembaga yang mana anak bisa melakukan hal seperti yang mereka mainkan selama ini. Setidaknya, komunikasi sederhana seperti ini, bisa memberikan pengetahuan dan gambaran awal kepada anak tentang dunia sekolah serta tujuan dari bersekolah itu sendiri. Sehingga kelak saat sudah masuk usia sekolah, anak sudah lebih sadar dengan tujuannya bersekolah dan siap untuk mengikuti aktivitas di sekolah. Jadi bukan hanya sekedar euforia atau ikut-ikutan belaka.


Memilih Sekolah yang Tepat 

Pentingnya memilih sekolah yang tepat bukan hanya bagi anak, tapi juga bagi orangtua. Akan lebih mudah untuk memilih apabila kita sudah menentukan tujuan terlebih dahulu. Sehingga kita sadar dan tahu, program pendidikan seperti apa yang akan dijalani selama beberapa waktu bersekolah. Sekali lagi, ingatlah untuk tetap berdiskusi dan melibatkan anak dalam tahap pemilihan sekolah. Berikan data, fakta, dan informasi akurat tentang berbagai pilihan yang ada, sehingga orangtua dan anak sama-sama menemukan sekolah yang tepat. Komunikasikan bersama sesuai dengan tahap perkembangan pemikiran anak. 

Beberapa faktor yang bisa dijadikan pertimbangan adalah sebagai berikut:


Kenali Legalitas dan Latar Belakang Sekolah 

Legalitas bagi sebuah sekolah setidaknya menandakan bahwa sekolah tersebut sah secara hukum. Artinya, kebijakan yang diterapkan di dalamnya tidak menyalahi aturan, terlindungi, legal, dan diakui oleh pemerintah.
Sedangkan latar belakang memberikan informasi awal tentang sekolah tersebut.


Lingkungan yang Sehat Lahir dan Batin. 

Dalam artian, memberikan pengaruh positif bagi anak, baik secara psikis maupun fisik. Aman dari polusi, bullying, tindak kriminal, pelecehan, karakter negatif, serta hal tidak baik lainnya.


Memiliki Program Pendidikan yang Benar-benar Membangun Anak Secara Utuh

Sedapat mungkin mendidik seorang anak berarti bukan hanya mengacu pada akademis saja, tapi juga membentuk perilaku, cara berpikir, dan mental yang lebih baik. Sehingga pola pendidikan tidak hanya bertumpu pada hasil akhir, namun juga proses yang sistematis, logis, aplikatif, dan humanis dalam rangka memaksimalkan potensi kecerdasan emosional, intelektual, dan spiritual secara seimbang.


Sadar Kebutuhan Anak. 

Pada dasarnya, sudah jelas setiap anak adalah individu yang unik dan berbeda. Ada beberapa fasilitas dan cara berbeda yang perlu diterapkan untuk kondisi khusus seorang anak. Ada baiknya orangtua dan anak menanyakan tentang hal ini, sehingga bisa menjadi pertimbangan yang lebih dalam. 


Memberikan Kesempatan dan Dukungan untuk Mengembangkan Bakat bagi Semua Anak. 

Karena sekolah tidak melulu tentang mata pelajaran saja, ada baiknya sekolah juga memberi dukungan, fasilitas, dan kesempatan bagi anak-anak yang ingin mengembangkan bakat minatnya. Hal ini kelak akan membantu meningkatkan kepercayaan diri serta ketrampilan dari anak tersebut saat terjun langsung dalam berbagai kegiatan sosial bermasyarakat.


Membuka Komunikasi Antara Guru, Orangtua, dan Siswa.

Kenapa harus komunikasi antara guru, orangtua, dan siswa? Bukankah dengan memasukkan seorang anak ke sebuah sekolah, berarti orangtua sudah yakin anak akan dididik oleh gurunya dengan baik? Apalagi orangtua sudah bayar. Tidak sedikit pula yang merasa sudah bayar mahal, lalu menganggap perilaku dan pendidikan anak jadi urusan tanggung jawab guru di sekolah. Nyatanya masalah yang ditemukan dalam upaya mendidik untuk menciptakan seorang insan kamil tidaklah sesederhana itu. Siswa adalah manusia yang senantiasa dinamis. Alamiahnya sebagai manusia, ada masa naik dan turun dalam usaha dan motivasi menuntut ilmu. Masa naik turun ini, tidak lepas dari berbagai masalah yang muncul seiring proses berjalannya pembelajaran. Konsep yang perlu diterapkan adalah, orangtua yang sudah ada sejak si anak dalam kandungan, adalah mitra bagi guru di sekolah untuk bersama-sama membangun perkembangan si anak. Hendaklah ada kerjasama yang solid antara orangtua, guru, dan siswa. Saling memahami, berbagi ide, memberi dan menerima saran guna menemukan solusi terbaik. Sehingga sangat diharapkan sekali terjalin hubungan yang harmonis, komunikatif, dan sehat antar ketiga peranan tersebut.


Sesuai dengan Kemampuan Finansial Keluarga. 

Kondisi keuangan juga merupakan salah satu hal vital yang sangat perlu diperhatikan. Sebagai orangtua, layaknya harus mencermati dan mengupayakan keberlangsungan pendidikan anak hingga tuntas (minimal hingga sekolah menengah atas). Sangat disayangkan apabila kita memaksakan anak masuk ke sekolah dengan biaya yang tidak terjangkau oleh orangtua, lalu terputus di tengah jalan. Untuk itu, kita perlu mempersiapkan berbagai rencana matang 1, 2, 3, dan seterusnya, agar pendidikan anak di sekolah tetap bisa berlanjut dengan semestinya.


Jarak, Lokasi, dan Transportasi

Sebagai optional tambahan, pertimbangankan juga jarak, lokasi, dan transportasi dari rumah ke sekolah. Karena jarak, lokasi, dan transportasi yang tidak nyaman bisa saja membuat mood dan kesiapan anak menjadi kurang bagus saat sampai di sekolah, sehingga kemungkinan berpengaruh terhadap konsentrasi belajarnya. Misalnya: kelelahan dan sering terlambat karena jarak yang terlalu jauh, kemacetan lalulintas yang terlalu parah, suasana hiruk pikuk lingkungan yang berlebihan, dan lain-lain. Temukan jalan keluar yang tepat untuk hal ini, jika orangtua dan anak tetap ingin bersekolah dengan kondisi jarak, lokasi, serta transportasi yang bermasalah seperti itu.


"Iringi langkah pembelajaran" anak

Setelah menentukan tujuan dan memilih sekolah yang tepat, tetaplah "membersamai" setiap langkah anak dalam proses pembelajarannya. Artinya, sering-seringlah mengajak anak bercerita tentang pengalamannya di sekolah. Dengan demikian, akan terjalin hubungan yang dekat dan terbuka antara orangtua dan anak. Harapannya, apabila ada masalah, bisa cepat ditangani dengan tindakan yang sesuai.

Demikian beberapa tips dan trik agar anak nyaman bersekolah. Semoga dapat membantu para orangtua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan terbaik bagi anak.

Sunday, 1 September 2024

Diari Seorang Remaja


Diam, aku tak akan bilang.

Bahwa aku memandangmu dari sini.

Sembunyi-sembunyi 

mencari tahu tentang dirimu.

Secara rahasia mengikuti,

walaupun itu hanya bayang-bayangmu.

Aku tak akan bilang,

bahwa tak sengaja 

kau sering terlintas dalam pikiranku,

dan entah mengapa 

engkau tersimpan dalam hatiku.

Aku tak mau kau tahu,

rasa bahagia yang membuncah 

dan menguar kuat 

saat ada dirimu di sekitarku.

Kau tak perlu tahu

kalau aku tiba-tiba jadi puitis,

merangkai kata indah, 

dan menyanyikan lagu cinta.

Cukup kau tahu semua terlihat biasa saja.

Sudahlah begitu saja.


Sebuah puisi oleh DYH7 
1 September 2024

Saturday, 27 July 2024

Di Sudut Ruangan


Aku duduk di sudut ruangan.

Aku duduk diam-diam, sengaja tak mengeluarkan suara.

Kehadiranku makin tersembunyi, tak terlihat diantara "orang-orang penting" yang ramai bermunculan.

Kadang aku tersenyum sebagai tanda ikut bahagia bila ada kabar gembira.

Aku mengamati seisi ruangan dari sini. 

Ada banyak raut wajah yang seolah-olah bisa kubaca.

Wajah senang, sedih, bangga, marah, datar, hingga takut.

dan aku yang ada di sudut ruangan, hadir sebagai seorang pelengkap.


Sebuah puisi oleh DYH7

Refleksi


Refleksi adalah hal yang mudah untuk diucapkan, untuk ditulis dalam rangkaian kata-kata. Tapi cukup sulit untuk dipahami dan dilakukan dengan benar serta ikhlas oleh sebagian orang.

Saturday, 20 July 2024

An Effort


I'm probably not the best, but I always try to do my best to be better.